Digitalisasi PTKIN untuk Meningkatkan Daya Saing di Era Revolusi Industri 4.0

Digitalisasi PTKIN untuk Meningkatkan Daya Saing di Era Revolusi Industri 4.0

Sudah siap kah Perguruan Tinggi menyiapkan generasi penerus bangsa di era Revolusi Industri 4.0 dan persaingan global?  Sementara Daya saing lulusan perguruan tinggi masih rendah.

Kita sudah memiliki visi Indonesia 2045, selain memperkuat infrastruktur tapi juga memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM). Kondisi saat ini, pendidikan masih rendah dan lebih dari 60% lulusan perguruan tinggi masih berada di pulau Jawa.

“Baru saja ditetapkan RPJM 3 bulan setelah Presiden dilantik, karena berkaitan dengan PTKI khususnya  SBSN. Hal ini dilakukan untuk memenuhi infrastuktur di perguruan tinggi. Kita perlu sekolah dan perguruan tinggi untuk membentuk SDM yang berdaya saing,”kata Dr. Hadian, MA., Direktur pendidikan tinggi iptek dan kebudayaan BAPPENAS dalam rapat kerja UIN STS Jambi, dijakarta, Jum’at (24/01/2020) malam.

 Dengan adanya kebijakan Kemendikbud sekarang semoga bisa membuat mutu Pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik. Perguruan tinggi berhubungan dengan kinerja Dosen, dan ditekankan dari sisi pengalaman yang akan membawa lulusan menjadi lebih baik..

Visi Misi PResiden melahirkan 7 agenda, salah satunya adalah pembinaan SDM. Dalam membangun SDM yaitu layanan kebutuhan dasar, membangun manusia yang produktif, pembangunan karakter.  Perguruan tinggi harus selalu membangun kerjasama dengan pihak lain seperti bidang industri dan bidang kerja lainnya.

“UIN akan lebih berat karena begerak di bidang humaniora. Bgaiamana mendorong UIN STS Jambi memiliki daya saing. Perlu dilakukan integrasi bidang keilmuan dengan sains. Harus ada pengakuan internasional,”ungkapnya.

PTKI harus menerapkan sistem pembelajaran saat ini menerapkan sistem digital untuk Meningkatkan Daya Saing di Era Revolusi Industri 4.0.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN STS Jambi mengatakan, “Apa yang menjadi visi misi Presiden, juga tertuang dalam visi misi Rektor UIN Jambi, ada 8 misi yang akan dikejar dalam 4 tahun dan kita optimis itu akan tercapai dengan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang kita lakukan 3 hari ini,”kata Dr. Rofiqoh Ferawati, M.EI.