Fakultas Sains dan Teknologi Gelar Webiner Technopreneurship

Fakultas Sains dan Teknologi Gelar Webiner Technopreneurship

Perguruan tinggi sebagai wadah akademik yang paling tinggi, tentunya pemanfaatan teknologi di perguruan tinggi harus lebih maksimal. Untuk itu UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi,berkomitmen menjadikan mahasiswa tidak hanya ahli agama, tetapi juga mumpuni dalam bidang teknologi.  Hal itu disampaikan oleh Rektor UIN STS Jambi Prof. Dr. H. Su.aidi, MA., Ph.D pada pembukaan Webiner Technopreneurship melalui aplikasi zoom Rabu (10/06).

Webiner ini mengusung tema “Membangun Semangat Technopreneurship Melalui Pendidikan Berkualitas Berbasis Kearifan Pemanfaatan It Di Masa Covid19..

“Kita memastikan seluruh penghafal Quran bisa masuk UIN, targetnya salah satu diantaranya masuk ke Fakultas Sains dan Teknologi. Dengan begitu alumni UIN dapat menjadi seorang ilmuwan yang tidak hanya menyampaikan produk ilmunya hasil penelitiannya, tetapi dengan kemampuan ilmu keagamaan yang matang pada bidangnya,” sebut Rektor UIN STS Jambi..

Ia mengharapkan, agar hasil dari pertemuan ini dapat terealisasi bukan hanya menjadi teori saja. UIN STS Jambi saat ini mulai membangun berbagai fasilitas pengembangan kampus.

“Ada belasan kegiatan bisnis yang kita lakukan dan itu akan menjadi penghasilan untuk BLU dan pengembangan kampus kita. Dan semua itu akan menjadi Luar biasa didukung dengan teknologi,”Pungkas Prof. Dr. H. Su.aidi, MA., Ph.D

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Iskandar, Ph.D sangat mengapresiasi kegiatan ini. dengan adanya wabah covid-19 ini kegiatan belajar mengajar mengalami perubahan.

“Fakultas Sains dan Teknologi menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan memanfaatkan teknologi. Ini adalah bentuk nyata untuk mewujudkan visi universitas,”jelasnya.

Webiner Technopreneurship diisi oleh narasumber yang berkompeten dibidangnya, diantaranya Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA Presiden Assiciation Of Higher LearningInstitution in Computing and Information Technology Studies, Dr. Imran Agus Nurali Direktur Kesehatan Lingkungan dari Ditjen Kesmas, dan Husni Teja Sukmana, S.T., M.Sc., Ph.D Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Diikuti 332 peserta dari 20 Provinsi dan 61 Institusi.