1.680 Mahasiswa Dilepas Mengikuti KKN gelombang 2

1.680 Mahasiswa Dilepas Mengikuti KKN gelombang 2

Rektor Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. Rofiqoh Ferawati, M.EI., melepas mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Daring Gelombang 2 melalui aplikasi Zoom, Jum’at (17/07).

Sebanyak 1.680 mahasiswa mengikuti kegiatan KKN gelombang 2 yang akan dilaksanakan selama 45 hari, mulai tanggal 17 Juli – 3 Agustus 2020.

“KKN gelombang 2 ini seharusnya mengikuti KKN regular, tetapi karena masih dalam pandemi Covid-19, karena itu dilakukan dengan metode baru untuk mencegah penyebaran virus ini,” ujar Wakil Rektor I.

WR I mengapresiasi kegiatan KKN Gelombang 2 ini, karena banyak peserta yang mengikuti Kuliah Kerja Sosial dibanding KKN berbasis media social.

“Artinya anak-anak kita ini memiliki semangat luar biasa untuk melakukan pendampingan. terutama tema-tema KKS itu tidak hanya seputar  covid-19 tapi juga pendampingan desa dan pendampingan peningkatan ekonomi masyarakat,”tuturnya.

Rofiqoh melanjutkan, dengan kegiatan ini dampaknya sangat sangat luar biasa terhadap ekonomi masyarakat. “Dengan adanya adik-adik sekalian kukerta dan melakukan pendampingan untuk peningkatan ekonomi, hasilnya diharapkan terjadi trend perbaikan ekonomi di masyarakat yang terdampak dari pamdemi covid-19 itu, kemudian data tersebut jadi dasar UMKM melakukan perbaikan ekonomi,”ungkapnya.

Ketua LPPM UIN STS Jambi Ayub Mursalin, Ph.D., mengatakan, KKN tahun ini mengusung tema “KKN Daring di Masa Normal Baru”. Ada dua metode pelaksanaan KKN Daring gelombang 2, yaitu Kuliah Kerja Nyata Kerja Sosial (KKN-KS) pada masa Kenormalan Baru dapat diwujudkan melalui keterlibatan aktif di masyarakat secara langsung untuk pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19 di masyarakat desa yang dikerjasamakan dengan kementerian/lembaga dan/atau gugus tugas resmi, termasuk pada PTKI masing-masing di bawah pengendalian dan pengawasan pihak berwenang serta memenuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah, penguatan manajemen masjid desa yang berkelanjutan dan pendampingan terciptanya lingkungan desa sehat bebas wabah yang berkelanjutan, serta penguatan daya tahan ekonomi masyarakat desa yang berkelanjutan. Kemudian KKN DR KKN-DR pada masa Kenormalan Baru dapat diwujudkan melalui penguatan sikap moderasi beragama, pemahaman terhadap relasi agama dan kesehatan (sains) dengan tepat, pembuatan portal konsultasi keagamaan, pendampingan tata kelola pemerintahan desa, pendampingan lembaga pendidikan, dan peningkatan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial (Video conference, Youtube, Instagram, Twitter, WA dan Facebook).

Pelepasan KKN gelombang 2 secara daring juga diikuti oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) dan ketua kelompok KKN.