Mahasiswa Prodi Kimia Berinovasi Membuat Sabun Cuci Tangan Ekstra Kayu Manis

Mahasiswa Prodi Kimia Berinovasi Membuat Sabun Cuci Tangan Ekstra Kayu Manis

Masih merebaknya pandemi covid-19 di Indonesia, mendorong mahasiswa Prodi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi untuk membuat sabun cuci tangan berbahan ekstra kayu manis.

Sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, salah satu pencegahan penyebaran covid-19 adalah dengan cuci tangan. Dengan mencuci tangan menggunakan sabun dapat meminimalisir bakteri yang ada.

Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Su’aidi, MA.,Ph.D mengapresiasi penelitian yang dilakukan mahasiswa Prodi Kimia.”Pembuatan sabun dengan ekstra kayu manis tentunya harus memiliki alasan akademis, mengapa Prodi kimia sampai memilih bahan tersebut untuk pembuatan sabu cuci tangan,”ujarnya.

Dekan Fakultas Saintek Iskandar, Ph.D mengatakan, ini merupakan bentuk respon dari Prodi Kimia ditengah pandemi covid-19. “Penelitian ini untuk masyarakat, terutama hasil penelitian ini sudah dikaji melalui daftar ilmiah dengan studi yang relevan dan akan dipresentasikan melalui internasional conference,”jelasnya.

Bertempat di ruang sidang senat, dihadapan Rektor UIN STS Jambi, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan , dan Kepala Biro AAKK, Ketua Prodi Kimia Badariah memaparkan tahapan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswanya. “Ekstrak Kayu Manis kayu manis diperoleh langsung dari kerinci, kemudian dicacah-cacah dan diolah melalui proses kimia dengan bahan methanol. Setelah ini akan dilakukan uji bakteri ke LIPI dan dibuat patennya,”paparnya, Senin (31/08).

Selain itu, dengan pembuatan produk sabun cuci tangan ini, Prodi Kimia sudah mendapat undangan dari beberapa sekolah untuk mempresentasikan cara pembuatannya.

Sementara itu, dilain kesempatan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. Rofiqoh Ferawati, M.EI mencoba menggunakan sabun cuci tangan karya mahasiswa Prodi Kimia.

“Wanginya tahan lama, dan juga lembut sekali dikulit. Saya piker kedepannya, tidak hanya sebagai sabun cuci tangan saja, tetapi bias juga dibuat aroma terapi,”ungkapnya.