Tim Green Sutha UIN STS Jambi Kembangkan Smart Garden

Tim Green Sutha UIN STS Jambi Kembangkan Smart Garden

Tim Green Sutha, Pusat Kajian Lingkungan Hidup, Demografi, Program Studi Fisika dan Sistem Informasi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi pada Selasa (18 November 2020) berhasil melakukan pemasangan sistem Smart Garden di taman pada rumah dinas rektor UIN STS Jambi. Pemasangan alat ini merupakan salah satu upaya kampus untuk menerapkan konsep recycle dalam hal penggunaan air sebagai langkah mewujudkan green campus.

“Alhamdulillah setelah melalui proses uji coba laboratorium, kami berhasil melakukan instalasi peralatan smart garden buatan tim kami. Proses pembuatan hingga instalasi on-site ini tidak membutuhkan waktu yang lama” ujar Indrawata Wardhana, Sekretaris pusat kajian LH.

Dosen Fakultas Saintek ini menjelaskan bahwa penyiraman tanaman secara otomatis sangat dibutuhkan. Berdasarkan berbagai referensi, smart garden mampu mengatur volume air sesuai yang dibutuhkan tanaman sehingga lebih efesien dalam penggunaan air. Selain itu, pemasangan sensor kelembaban tanah, suhu tanah dan data cuaca dapat mengoptimalkan penggunaan air. Dalam hal pengembangan smart garden, tim ini membuat terobosan dengan membuat sistem berbasis machine learning berbasis decision tree sehingga seluruh aplikasi tidak menggunakan operator. 

“Jika terjadi hujan pada pagi hari, maka peralatan ini otomatis tidak akan melakukan penyemprotan air. Ataupun jika diprediksikan akan hujan, maka machine learning yang berada di server akan melakukan kalkulasi debit air yang akan dikeluarkan. Sehingga air yang di gunakan lebih efektif ” ujar Ahmad Syukron Prasaja, Ketua pusat Studi Demografi.

Selain terobosan dari segi teknologi, tim green sutha ini juga melakukan optimalisasi sumber air smart garden. Dengan menggunakan air yang berasal dari kolam ikan, yang kaya akan nutrisi namun harus di buang per lima hari. Maka tim ini memutuskan untuk menggunakan air pada kedalaman -10 cm dari permukaan kolam untuk menyedot sisa-sisa kotoran / lumut dan lainnya dari dasar kolam. Sehingga ikan semah yang berada pada kolam dapat mendapatkan air bersih karena air terus berganti dan tanaman pada taman mendapatkan nutrisi dari air kolam.

“ Biaya untuk pembuatan smart garden ini tidak lah terlalu besar, biaya awal kurang dari 1 jt. Tapi dapat mengairi seluruh sisi taman yang panjangnya saja bisa 100 meter. Sehingga kalau dihitung secara biaya untuk pengelola taman saja sudah balik modal di bulan pertama. Belum lagi biaya listrik yang hemat karena pompa air dan alat IoT ini hanya beroperasi saat tertentu saja. Kedepannya, alat ini akan dilengkapi dengan panel surya sebagai sumber energi utama “ ujar ungkap Indrawata.

Rencananya, sistem smart garden ini akan diuji coba pada lahan perkebunan masyarakat pada skala kecil sebagai upaya pendampingan masyarakat di sekitar area kampus. Selain itu beberapa alat smart system juga akan di pasang seperti smart building, smart pollution, early warning system sebagai upaya kampus untuk melakukan penerapan teknologi hasil penelitian pada masyarakat.

Green Campus merupakan konsep kampus yang peduli dan memiliki budaya lingkungan serta telah melakukan pengelolaan lingkungan lingkungan secara sistematis dan terus menerus. Akibat adanya pemanasan global, maka kampus peduli terhadap tersebut dengan melakukan berbagai upaya untuk menciptakan inovasi untuk mengurangi dampak tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.