Upaya Lestarikan Lingkungan, Pusat Kajian Sosialisasikan Pengelolaan Limbah Rumah Tangga

Upaya Lestarikan Lingkungan, Pusat Kajian Sosialisasikan Pengelolaan Limbah Rumah Tangga

Limbah rumah tangga adalah salah satu penyumbang terbesar peningkatan volume sampah di Indonesia. Selain bisa menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan limbah rumah tangga dapat menjadi masalah serius jika tidak dikelola dengan baik.

Sebagai wujud tri darma perguruan tinggi dalam pengabdian masyarakat untuk menjadi lokomotif perubahan sosial dalam bidang lingkungan, UIN Sutha Jambi melalui kolaborasi antara Green Sutha, Pusat Kajian Lingkungan Hidup dan Pusat Kajian Demografi Etnografi dan Transformasi Sosial mensosialisasikan pengelolaan limbah rumah tangga menjadi produk berguna pada pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Sutha Jambi, selasa 9 Maret 2021 di Aula Rektorat Lantai III Kampus II UIN Simpang Sei Duren.

Pada kesempatan ini, tim kolaborasi yang terdiri dari Bayu Kurniawan, Syukrya Ningsih dan Aini Manurung mempresentasikan dan mempraktekkan langsung pengelolaan limbah sampah rumah tangga berupa sampah organik menjadi produk yang bermanfaat.

Aini (selaku koordinator limbah Green Sutha) dan Syukrya (Ketua Pusat Kajian Lingkungan Hidup) menjelaskan mulai dari bahan, cara dan proses pengolahan sampah organik rumah tangga berupa kulit buah yang dapat diubah menjadi eco enzyme. Eco enzyme sendiri adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air. Warnanya coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat.

Selain dapat mengurangi produksi sampah rumah tangga eco enzyme dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan seperti cairan pembersih serbaguna, penjernih udara, air dan tanah, kecantikan dan kesehatan, pertanian dan peternakan serta dapat mengurangi global warming dan radiasi serta tidak memiliki kadaluarsa sehingga dapat dipakai kapan saja selama disimpan di tempat yang baik.

Ditambahkan oleh Bayu Kurniawan (Selaku Sekretaris Pusat Kajian Demografi, Etnografi, dan Transformasi Sosial / Ketua Green Sutha), saat ini tim Green Sutha UIN Sutha Jambi juga tergabung sebagai salah satu Tim Eco-Enzyme – UIGWURN (Universitas Indonesia GreenMetric World University Ranking) bersama 10 Universitas lainnya yaitu Universitas Sumatera Utara, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Padjajaran, Universitas Bengkulu, Universitas Kuningan, Universitas Syiah Kuala, Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Padang.

Tim yang mulai dibentuk pada bulan Oktober 2020 lalu ini bertujuan untuk memberikan solusi lingkungan hidup di bidang Eco-Enzyme dan dapat berperan aktif dalam mengurangi limbah sampah serta menjadi  pionir pengelolaan limbah sampah organik di kampusnya masing-masing. Dengan sosialisasi ini diharapkan masyarakat khususnya civitas akademika semakin sadar dan peduli dengan lingkungan.

Pengelolaan limbah rumah tangga yang baik selain dapat mengurangi masalah lingkungan dapat menghasilkan nilai jual yang dapat membantu perekonomian masyarakat. Kedepannya, kolaborasi tim UIN Sutha ini tidak hanya mensosialisasikan dan mengelola sampah untuk mengurangi masalah lingkungan tetapi juga mengembangkan pengelolaan sampah dengan cara mendirikan bank sampah dan memanfaatkan sampah sebagai bahan utama.