Panen Eco-enzyme Kolaborasi Pusat Kajian dan Green Sutha

Panen Eco-enzyme Kolaborasi Pusat Kajian dan Green Sutha

Eco-enzyme merupakan hasil dari fermentasi bahan organik (limbah). Dapat diperoleh dari sisa buah dan sayuran yang difermentasi menggunakan air dan gula merah (molase).

Dengan perbandingan 1 : 3 : 10 (molase : bahan organik : air), hasil dari larutan ini berwarna coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat. Setelah proses fermentasi yang dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2020 lalu. eco-enzyme dapat dipanen setelah 3 bulan.

Panen eco enzyme ini merupakan kolaborasi Pusat Kajian Demografi, Etnografi, dan Transformasi Sosial, Pusat Kajian lingkungan hidup, Pusat Kajian SDGs, Pusat Kajian Masyarakat Digital dan Tim Green Sutha, Rabu (24/03/2021).

“Ini merupakan panen eco enzyme pertama setelah melalui proses fermentasi 3 bulan. Dan kita mendapatkan hasil eco enzyme sebanyak 120 Liter. Bahan utama yaitu kulit semangka, kulit nanas, kulit melon, kulit pepaya, kulit jeruk yang didapatkan dari lingkungan kampus,”jelas Bayu Kurniawan selaku Ketua Green Sutha.

Syukrya Ningsih selaku Ketua Pusat Kajian Lingkungan Hidup menambahkan eco enzyme memiliki banyak manfaat.

Eco-enzyme dapat digunakan sebagai bahan pencuci piring, mencuci baju, membersihkan furniture, dan membersihkan permukaan kaca. Program ini dilakukan di kampus, sebagai salah satu solusi pengurangan limbah organik,”jelasnya.

Sementara itu, menurut Ahmad Syukron Prasaja, Ketua Pusat Kajian Demografi, Etnografi, dan Transformasi Sosial, sisa dari fermentasi eco enzyme ini dapat juga dimanfaatkan untuk pempercepat proses pengomposan sampah organik seperti dedaunan, sayur mayur yang tidak dimanfaatkan lagi.