1015 SISWA MADRASAH SE-KOTA JAMBI IKUT SURVEI KEPUASAN PEMBELAJARAN DARING PADA MASA COVID-19

1015 SISWA MADRASAH SE-KOTA JAMBI IKUT SURVEI KEPUASAN PEMBELAJARAN DARING PADA MASA COVID-19

Pandemi Covid-19 yang tengah melanda seluruh dunia membuat segala sektor kehidupan berubah termasuk sektor Pendidikan. Pemerintah Provinsi hingga kabupaten/Kota memutuskan mempraktikkan kebijakan buat meliburkan siswa secara tata muka serta mulai mempraktikkan tata cara belajar dengan sistem daring (dalam jaringan) ataupun online. Alasan pembelajaran tidak tatap muka diperkuat dengan beberapa kebijakan, di antaranya surat edaran dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, tertanggal 28 Juli 2020, Nomor: B -2807/kw.05.02/PP.00/07/2020 serta Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Kebudayaan, Nomor: 01/KB/2020. Menteri Agama Nomor: 516 Tahun 2020, Menteri Kesehatan Nomor : HK.03.01/MENKES/363/2020 dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor: 440-882  Tahun 2020. Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun Akademik 2020/2021, di masa pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

Ketua Pusat Kajian Kurikulum menyerahkan hasil survey

Sebagai salah satu pusat kajian di lingkungan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi yang membidangi kajian tentang pengembangan kurikulum, pengajaran dan pembelajaran, Dr. Muhamad Taridi, M. Pd., selaku ketua menyatakan bahwa perlu mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan proses belajar selama di rumah baik yang menggunakan media online maupun pendampingan orang tua. Oleh karena itu, pusat kajian pengembangan kurikulum, pengajaran dan pembelajaran UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melakukan survei kepada siswa madrasah se kota Jambi.

“Kegiatan survei ini bertujuan untuk menperoleh data yang valid dari seluruh siswa madrasah yang mengikuti pemberlakuan sistem belajar di rumah/DARING (Dalam Jaringan) selama masa pandemi Covid-19, serta ingin mengetahui kendala-kendala dan proses pembelajaran menggunakan media belajar online” ungkapnya.

“Pelaksanaan survei ini berlangsung dari bulan Januari hingga bulan Maret 2021. Sampel dari survei mewakili seluruh siswa madrasah MTs dan Aliyah baik Negeri maupun Swasta di wilayah kota Jambi.  Sampel yang diambil adalah 13 madrasah yang terdiri dari siswa Madrasah Tsanawiyah kelas VII, VIII dan IX serta siswa Madrasah Aliyah kelas X, XII dan XII. Total sampel siswa yang mengisi survei berjumlah 1015 responden” lanjutnya.

Hasil temuan survei (margin error 3.1%) menunjukkan bahwa:1) Siswa yang mengikuti proses sepenuhnya belajar dari rumah 823 (81.08%)  lebih banyak dari pada siswa Sebahagian belajar di rumah dan sebagian di sekolah 166 (16.35%). 2) Dalam waktu satu minggu belajar di rumah siswa belajar ‘setiap hari’ 661 (65.22%) lebih sering dari pada ‘2-4 hari seminggu’ 92 (9.06%) dan ‘Seminggu sekali’ 17 (1.67%). 3) Selama belajar di rumah siswa banyak ‘Mengejarkan soal-soal dari guru’ sebesar 762 (75.07%) lebih banyak dari pada Belajar dari buku teks pelajaran 714 (70.34%). Belajar interaktif bersama guru sekolah secara online 523 (51.53%), Belajar menggunakan berbagai sumber belajar digital (e-book, Youtube, Google, dll) 474 (46.70%), Belajar dari aplikasi belajar daring (online) seperti, Rumah Belajar, Ruangguru, Zenius, dll) 194 (19.11%), Membuat proyek sederhana/kegiatan praktik/kreativitas 179 (17.64%). 4) Aplikasi Belajar Daring yang Paling Sering digunakan Selama Belajar dari Rumah, Siswa sering menggunakan ‘Lainnya’ dan ‘Aplikasi mandiri yang dikembangkan sekolah’ 259 (25.52%) dan 245 (24.14%) lebih sering dari pada Google for Education 233 (22.96%), Tidak menggunakan aplikasi daring (online) 126 (12.41%), serta ruangguru, rumah belajar, Zenius, quipper, mejakita dan sekolahmu (angka dibawah 100).  5) Kesulitan memahami pelajaran 194 (19.11%), lebih besar dari pada Kurang konsentrasi 151 (14.88%), Bosan 114 (11.23), Tidak dapat bertanya langsung kepada guru 109 (10.74%), dan Tidak ada yang mendampingi belajar di rumah 61 (6.01%). 6) ‘Saya masih bisa memahami materi pembelajaran selama proses belajar dari rumah’ menyatakan setuju 608 (60%) lebih besar dari tidak setuju 406 (40%); dan Saya merasa belajar dari rumah itu menyenangkan menyatakan setuju 400 (39%) lebih sedikit dari tidak setuju sebesar 614 (61%); Peran orang tua  baik, dibuktikan dengan pernyataan siswa “Orang tua atau keluarga mampu membimbing saya dengan baik selama belajar dari rumah 675 (66.5%) lebih banyak dari pernyatan tidak setuju sebesar 339 (33.5%). Namun siswa masih kurang memanfaatkan TV dan Radio sebagai media belajar, hanya berjumlah 49 (4.83%) yang memanfaatkan TV dan sebesar 54 (5.32%) menggunakan media Radio.

“Hasil survei ini diharapkan akan memberikan masukan kepada pihak sekolah juga Kemenag Kota Jambi terkait indikator-indikator apa saja yang sudah tercapai dan belum tercapai” tutupnya.