UIN Sutha Ukur Aset Bersama BPN dan Kejati

UIN Sutha Ukur Aset Bersama BPN dan Kejati

Menyelesaikan sengketa tanah antara UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dengan masyarakat sekitar Kampus I Telanaipura Kota Jambi. UIN meminta Kejati dan BPN untuk melakukan pengukuran ulang tanah kampus UIN.

Tanah yang diukur mencakup sekitaran dan seberang jalan depan Kampus I UIN yang kini sebagian telah berdiri bangunan permanen milik warga. Kegiatan pengukuran pada Kamis (20/7/2021)

Wakil Rektor II, As’ad Isma mengatakan pihak UIN memiliki sertifikat hak pakai atas tanah seluas 100.177meter persegi tersebut sejak tahun 1977 yang merupakan hibah dari Pemprov Jambi.

Sejak tahun 2018 telah dibentuk tim dan sudah difasilitasi oleh lurah dan camat, namun tidak selesai.

“Sekarang kita mulai lagi untuk menyelesaikan, karena ini juga berkaitan dengan temuan BPK. BPK menemukan kenapa aset ini dikuasai masyarakat, kita audiensilah dengan kejaksaan. UIN memandatkan kepada Kejaksaan sebagai pengacara negara untuk menangani,” kata As’ad Isma.

Sambung As’ad, sebelum bulan puasa sudah mengumpulkan masyarakat untuk berdialog. Bagi warga yang punya sertifikat diperlihatkan membawa dan menunjukkan dalam pertemuan tersebut.

“Ternyata cuma satu yang bawa sertifikat dari 26 KK yang terkait,” sebutnya.

Hari ini, sebutnya pihak UIN meminta kepada BPN untuk melakukan pengukuran ulang untuk memastikan titik koordinat dan batas tanah milik UIN berdasarkan sertifikat yang pihak kampus miliki.

“Hari ini baru ngukur ulang mencari titik koordinat, nanti kalau akhirnya kita kembali ke pengadilanlah. Biar pengadilan yang memutuskan apakah ini tanah UIN atau tanah warga. Kalau kami mengatakan ini tanah UIN berdsarkan sertifikat dan berdasarkan perintah BPK untuk menyelamatkan aset,” sebut As’ad.