UIN Jambi Dirikan Lembaga Pemeriksa Halal

UIN Jambi Dirikan Lembaga Pemeriksa Halal

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama berkunjung ke UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Kamis (03/06/2021).

Selain menindaklanjuti MoU yang ditandatangani, kunjungan ini juga bertujuan untuk Sosialisasi PP Nomor 39 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal.

Bertempat di Ruang Senat Kampus II UIN STS Jambi, sosialisasi dihadiri Wakil Rektor III, Kepala Biro AUPKK, Kepala Biro AAKK, Dekan, Sekretaris Pusat Kajian Sains, Layanan Produk Halal dan Sertifikasi Haji serta Umroh, dan Kepala Pusat Implementasi Transintegrasi Ilmu.

Dari BPJPH dihadiri Dr. Jamaluddin Kabid Standarisasi Jaminan Produk Halal, Kasi dan staf.

Dr. Jamaluddin menjelaskan, Berdasarkan amanat Undang-Undang, setiap kabupaten harus memiliki minimal 3 LPH. “Melalui UIN Jambi lah besar harapan berdiri LPH di Provinsi Jambi,”ujarnya.

Jamaluddin mengapresiasi rencana pendirian LPH UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. “Segera lengkapi dokumen pendirian LPH UIN Jambi, agar secepatnya diproses oleh tim akreditasi,”jelasnya.

Ia melanjutkan bertambahnya jumlah LPH akan semakin memperkuat penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH) di Indonesia.

Sementara itu, Wakil Rektor III, Dr. Bahrul Ulum, MA, memaparkan perkembangan UIN Jambi saat ini.

“UIN Jambi sedang membangun edu compac tourism, selain untuk wisata juga menjadi tempat belajar,”ungkapnya.

Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi segera membentuk Lembaga Pemeriksa Halal.  Hal ini diungkapkan Sekretaris Pusat Kajian Sains, Layanan Produk Halal dan Sertifikasi Haji serta Umroh.

“Persiapan pendirian LPH, UIN Jambi sudah memiliki 3 auditor, dan laboratorium terpadu untuk mendukung proses auditor,”jelas Wiji Utami.

Selanjutnya, proses perancangan kerjasama dengan sucofindo pusat juga sedang dikerjakan. Dalam waktu dekat akan melakukan pendampingan UMKM internal UIN Jambi untuk mempersiapkan proses sertifikasi halal. Selain itu akan melakukan penelitian batik Jambi agar masuk dalam halal fashion.