Raker PTKI, Rektor Bahas 6 Isu Strategis Grand Design PTKI

Raker PTKI, Rektor Bahas 6 Isu Strategis Grand Design PTKI

Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menjadi salah seorang pembahas, pada Komisi A  bidang Grand Design Pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan. Dalam acara Rapat Kerja Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam di Novotel Lampung, Kamis (3/6/2021).

Mengusung tema “Penyiapan Pengembangan Akademik, Ketenagaan, Sarpras, Kelembagaan, dan Penelitian,” Raker ini dihadiri rektor PTKIN se-Indonesia dan para pejabat Diktis.

Pada kesempatan itu rektor menyajikan Paradigma Transintegrasi yang diterapkan di UIN SUTHA Jambi. “Dengan paradigma transintegrasi ilmu, UIN Jambi akan melahirkan lulusan saintis yang agamis dan ulama yang saintis,”ujar Prof. Dr. H. Su’aidi.

Disamping itu rektor juga membahas secara detail tentang 6 isu utama dan strategis. Yang perlu menjadi perhatian serius dalam grand design PTKI ke depan, yaitu:

  1. Peningkatan Quantitas dan Qualitas SDM mengiringi perubahan status
  2. Pembukaan Prodi Baru karena akun di Selemkarma tidak dibuka
  3. Lemahnya upaya dan dukungan untuk masuk perankingan dunia (Times Higher Education, SDGs World University Impact Ranking, QS World University Ranking
  4. Perlakuan akses yang berbeda terhadap layanan pengembangan lembaga, tetapi penentuan kualitas mutu sama: BAN PT. Misalnya, lemah kualitas layanan pada silemkarma. Sementara sewaktu dinilai kelayakan akreditasi sama-sama dilakukan oleh BAN PT.
  5. Employability yang tidak seimbang karena hambatan pengembangan prodi yang dibutuhkan
  6. Paradigma Ilmu yang belum sampai ke pemberhentian yang ideal. Adanya semacam Missing Link Theory yang beliau sebut dengan missing end station.

Prof. Dr. H. Su’aidi melanjutkan, isu dan informasi penting lain yang juga menjadi perbincangan dalam raker kali ini. Yaitu ketidakseimbangan antara dukungan Presiden Jokowi terhadap transformasi PTKI.

Seperti alih status IAIN menjadi UIN yang tidak serta merta diikuti dengan dukungan kementerian. Antara lain kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) seperti dosen dan tenaga kependidikan, serta layanan pengembangan program studi oleh kementerian terkait.

Isu ini juga menjadi bagian yang disampaikan oleh rektor sewaktu sesi diskusi dan tanya jawab dengan pemateri dari BAPPENAS, yaitu Tatang Muttaqin, Direktur Pendidikan Tinggi dan Iptek, Kementerian PPN/Bappenas.

Menurut Prof. Su’aidi lemahnya employablity terhadap alumni UIN bisa jadi disebabkan oleh tersendatnya pengembangan program studi yang mengiringi transformasi tersebut.

Pada kesempatan yang sama Bapak Tatang Muttaqin juga sempat menayangkan dokumentasi yang diterima Bappenas tentang penyerahan anugerah BLU terbaik di Provinsi Jambi 2021.

UIN Jambi menerima penghargaan dari kanwil Dirjen Perbendaharaan Provinsi Jambi. Penghargaan ini diberikan kepada UIN Jambi sebagai Satker BLU Pengelola Belanja dan Pendapatan Terbaik di Triwulan I 2021.