Deskripsi

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan badan resmi dan satu-satunya yang dibentuk oleh pemerintah berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 8 Tahun 2001 yang memiliki tugas dan fungsi menghimpun dan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) pada tingkat nasional. Dalam upaya penyaluran zakat yang optimal, BAZNAS membentuk lembaga program Lembaga Beasiswa BAZNAS (LBB) yang bertugas untuk mengelola penyaluran dana zakat dalam bentuk beasiswa. Lembaga Beasiswa BAZNAS dibentuk berdasarkan SK Ketua BAZNAS Nomor 12 Tahun 2018. Pembentukan dan fungsi LBB sejalan dengan fatwa MUI Nomor Kep- 120/MUI/II/1996 yang menyatakan bahwa zakat dibolehkan untuk beasiswa dengan pertimbangan sebagai berikut:

1. Berprestasi akademik

2. Diutamakan untuk golongan yang tidak mampu

3. Mempelajari ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia

Kehadiran LBB sebagai pengelola zakat memiliki amanah yang besar, yaitu menjamin keberlangsungan program pendidikan bagi golongan kurang mampu/miskin sebagai pertanggungjawaban antar generasi sekaligus menyiapkan generasi penerus bangsa yang memiliki kedalaman ilmu pengetahun dan keluhuran akhlak. Amanah tersebut dikelola dengan upaya perencanaan, kerjsa sama, realisasi, monitoring, dan evaluasi program sebaik-baiknya. Upaya-upaya tersebut tidak lain agar tercapai pengelolaan dana zakat yang optimal, sehingga zakat berdampak luas bagi kesejahteraan muslim di Indonesia. Kehadiran LBB diharapkan mampu berkontribusi besar yang akan berdampak pada kesejahteraan dan kemandirian penduduk miskin di Indonesia. Berdasarakan laporan Badan Pusat Statistik Indonesia per Agustus tahun 2019, jumlah penduduk miskin di Indonesia berjumlah 25,14 juta jiwa. Kemiskinan disebabkan karena daya beli masyarakat lebih rendah dari garis kemiskinan yang ditetapkan. Penduduk yang miskin biasanya memiliki keterbatasan akses di antaranya tempat tinggal, pakaian, penerangan, pendidikan, kesehatan, daya beli, dan transportasi. Keterbatasan yang serupa akan berdampak kepada keturunannya jika tidak ada upaya untuk membuka akses tersebut secara satu per satu. Dalam beberapa kondisi, mahasiswa dari keluarga tidak mampu mengalami kesulitan membayar biaya kuliah, sehingga waktu yang dapat dioptimalkan untuk belajar digunakan untuk aktivitas lainnya seperti bekerja paruh waktu, Bahkan, beberapa mahasiswa harus cuti dan putus kuliah. Mengutip penelitian Fadjrian Imran, di Institut Pertanian Bogor pada tahun 2008 saja ada sekitar 10% atau sekitar 300 mahasiswa yang terpaksa putus kuliah karena berbagai sebab. Masalah ekonomi dan ketidaksanggupan bidang akademik menjadi faktor penyebab utama. Selain itu, persentase drop out mahasiswa yang paling tinggi di Indonesia ada di Provinsi Bengkulu (8,24 persen) atau 3.947 dari 47.913 dari total mahasiswa tahun 2017 lalu. Dari hampir empat ribu mahasiswa yang putus kuliah tersebut, hanya ada 2 mahasiswa yang berasal dari kampus negeri, lainnya dari . Jumlah perguruan tinggi swasta di provinsi tersebut memang jauh lebih banyak, yaitu 18 lembaga. Sementara hanya ada satu perguruan tinggi negeri1 . Oleh karena hal tersebut, pertimbangan memberikan kesempatan kepada golongan kurang mampu untuk memperoleh akses pendidikan menjadi dasar utama pendayagunaan zakat untuk beasiswa pendidikan Salah satu akses yang dapat dioptimalkan dari sekian banyak akses yang menghambat keluarga miskin keluar dari zonanya adalah pendidikan. Pendidikan membuka ruang agar mahasiswa mampu memperbanyak pemahaman, pengalaman, menambah jaringan, dan meningkatkan keterampilan sehingga memiliki kapasitas diri yang baik dan mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja. Oleh karena itu, kehadiran beasiswa berfungsi untuk membuka akses tersebut, melalui program bantuan biaya pendidikan. Pemerataan pendidikan masih menjadi problem klasik di tanah air. Kualitas pendidikan dan ketiadaan akses menjadi kendala tersendiri bagi masyarakat marginal. Menurut data 2016, “Hanya 30 persen pelajar Indonesia yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi”. Dari sisi kualitas, perbedaan kualitas sekolah pada tingkat pendidikan menengah berimbas pada kesempatan siswa melanjutkan ke perguruan tinggi juga keberhasilan menyelesaikan pendidikan di universitas. Bantuan beasiswa pendidikan tidak cukup sampai pada bantuan uang kuliah saja, namun juga harus disertai program yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut sejalan dengan salah satu sasaran dan fungsi penyaluran zakat adalah mengutamakan perbaikan sumber daya manusia. Kebutuhan sumber daya manusia akan terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Sumber daya manusia yang berkualitas diharapkan mampu diserap dunia kerja, sehingga tidak terjadi pengangguran. Menurut laporan BPS per Agustus 2019, jumlah pengangguran yang disumbang dari lulusan pendidikan tinggi minimal sarjana berjumlah 6,25 juta. Padahal, angka pengangguran pernah turun sampai pada angka 4,8 juta pada tahun 2017. Kehadiran beasiswa diharapkan mampu mendorong setiap penerimanya memiliki kapasitas diri yang optimal sehingga mampu mandiri pendapatan dan pekerjaan. Selain akses biaya pendidikan dan kualitas sumber daya manusia, salah satu hal penting adalah syiar zakat dan BAZNAS. Pengetahuan masyarakat terhadap zakat secara luas masih rendah. Zakat cenderung identik dengan zakat fitrah yang hanya dikeluarkan sekali dalam se tahun. Padahal masih ada zakat lainnya yang menjadi wajib mengetahuinya dan menunaikannya. Beasiswa dari dana zakat perlu mendorong dan melahirkan duta zakat baru, sesuai bidangnya masing-masing. Kehadiran duta zakat akan mengedukasi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berzakat. Lebih dari hal demikian, beasiswa zakat harus mampu mendorong masyarakat menunaikan kewajibannya berzakat. Oleh karenaya Sebagai komitmen dalam membantu pemerintah dalam mengentaskan dan meningkatkan sumber daya manusia di bidang Pendidikan Lembaga Beasiswa Baznas bersinergi dengan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menjalin kerjasama dengan memberikan beasiswa kepada mahasiswa UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

 

Persyaratan

  • Persyaratan Umum
    1. Mahasiswa Aktif Perguruan Tinggi Negeri yang bermitra dengan Lembaga Beasiswa Baznas
    2. Mahasiswa semester 4 (empat) ketika mendaftar
    3. Melampirkan slip gaji/surat penghasilan orang tua
    4. IPK mininal 3,00 dari skala 4,00
    5. Melampirkan surat keterangan tidak mampu yang ditandatangani oleh pengurus masjid setempat
    6. Mendapatkan rekomendasi dari tokoh masyarakat
    7. Mengikuti seluruh rangkaian seleksi
    8. Bersedia mengikuti seluruh rangkaian pembinaan beasiswa hingga program beasiswa selesai
  • Syarat Khusus (Studentpreneur Muda)
    1. Berasal dari semua jurusan minimal akreditasi B
    2. Memiliki perencanaan bisnis
    3. Memiliki aktiitas berwirausaha yang sedang ditekuni
    4. Memiliki dan aktif dalam akun media sosial

 

Perkiraan Waktu Pembukaan

Bulan 23 April s.d 8 Mei 2020

Link Website Pemberian Beasiswa/Link Website Beasiswa

www.beasiswabazna.org dan www.pendistribusian.baznas.go.id