Home / Tulisan Artikel / Berpuasalah : Engkau akan Jujur Oleh Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd Guru Besar UIN STS Jambi

Berpuasalah : Engkau akan Jujur Oleh Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd Guru Besar UIN STS Jambi

Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong). HR. Mutafaq Alaihi.

Konsep jujur adalah tatkala seseorang mengungkapkan sebuah pemikiran dan niatan dalam hati dalam wujud perilaku perbuatan, sesuai seperti apa adanya. Jujur adalah bagian dari akhlak mulia dan budi pekerti. Maka orang jujur dia berakhlak mulia lagi berbudi pekerti yang baik.

Perilaku jujur tidaklah mudah dibangun oleh tiap orang, karena kita hidup bukan di ruang hampa, tentu banyak pengaruh dan godaan, terlebih godaan materi yang sangat menggoda dan menggiurkan dalam memenuhi gaya hidup dan syahwat kehidupan.

Adakalanya godaan datang dari dalam rumah tangga atau keluarga, ada juga dari saudara dan kerabat, ada di masyarakat tempat tinggal, ada dari tempat kerja. Singkatnya peluang tidak jujur sangat mungkin datang dari semua penjuru angin yang menerpa hidup seseorang.

Jujur terpancar dari hati kecil setiap orang, yang dikenal dengan “dhamir”. Hati kecil ini cermin hati yang selalu bersih, maka orang jujur akan tampak aura wajahnya selalu bersih, aura berpikir selalu benar, aura kata selalu menyenangkan, aura kinerja selalu membanggakan, aura pergaulan selalu mendamaikan, aura keluarga selalu membahagiakan.

Di tengah hiruk pikuk dunia, acapkali orang-orang jujur dan berkinerja jadi korban atau dikorbankan, karena saking banyaknya kepentingan yang berkehendak, sehingga ketidakjujuran menguasai dan merajai pentas kekuasaan dan kepentingan dunia. Sehingga ketika ketidakjujuran menjadi mahkota, maka tidak peduli siapa yang berjasa dan berprestasi, semuanya sama “orang jujur tidak berharga, sehingga dikorbankan”.

Puasa mengajarkan kita jujur, barang siapa yang dusta maka selesailah pahala puasanya, dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya, kecuali hanya lapar dan dahaga. HR. Nasai dan Ibnu Majah. Maka puasa yang demikian, tidak akan pernah membekas atau membentuk perilaku jujur dalam hidup tiap orang.

Semoga jujur menjadi mahkota dan perisai hidup kita, di manapun kita, sebagai apapun kita. Ingatlah jujur puncak kemulyaan seseorang, dan sebaliknya. Semoga. Aamiin.

About ferty

Check Also

Spirit Lailatul Qadr Oleh Dr. Bahrul Ulum, MA Dosen Fakultas Syariah

”Malam kemuliaan itu lebih baik dari 1000 bulan. pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat …

gaziantep escort beylikdüzü escort mersin escort tartım terazisi ankara escort çankaya escort escort istanbul antep escort izmit escort bayan bartin escort samsun escort gumushane escort aksaray escort kocaeli escort bursa escort kirsehir escort beylikdüzü escort maurers cpanel optimizasyon sunucu optimizasyon escort bayan Premium WordPress Theme Nulled