DWP UIN STS Jambi Kembali Gelar Pertemuan Rutin, Bahas Pengobatan Tradisional

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi kembali menggelar pertemuan rutin bulanan. Pertemuan ini digelar selain mempererat silaturahmi, juga menambah pengetahuan anggota DWP. Bulan ini, sub unit Pascasarjana menjadi pelaksana utama pertemuan tersebut. Kegiatan berlangsung di ruang rapat senat lantai VI UIN STS Jambi, Kamis (6/6).

Ketua DWP, Ny. Eni Magrani As’ad, menekankan pentingnya kehadiran anggota dalam setiap pertemuan. Menurut dia, kehadiran anggota adalah bagian dari komitmen dan tanggung jawab bersama. “Selain kita mempererat silaturahmi sesama anggota, kita juga dapat ilmu baru, seperti topik hari ini,” ungkapnya.

Ny. Eni berharap topik ini bisa memberikan pengetahuan baru bagi anggota DWP. Dia juga meminta agar pengetahuan yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, anggota DWP dapat menjadi contoh bagi keluarga dan masyarakat dalam menjaga kesehatan secara alami.

Selain itu, Ketua Sub Unit Pascasarjana, Ny. Hj. Syarifah Marlina Kemas, menyampaikan rasa terima kasihnya. Dia mengapresiasi kehadiran anggota DWP yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Kehadiran anggota dianggap sangat penting untuk kelancaran kegiatan DWP.
“Terimakasih atas partisipasi DWP sub unit Pascasarjana dan kehadiran seluruh anggota DWP UIN STS Jambi. Topik hari ini semoga memberi pengetahuan baru buat ibu-ibu,” ujarnya.

Pertemuan bulanan kali ini menghadirkan diskusi menarik tentang pengobatan tradisional. Ny. Rosmanidar Rusdi menyampaikan topik ini dengan lugas dan menarik. Dia memaparkan tentang pemanfaatan tanaman obat dalam pengobatan tradisional. Tanaman obat dianggap sebagai salah satu solusi untuk menjaga kesehatan secara alami.

Selain itu, Ny. Rosmanidar juga membahas tentang akupresur. Akupresur adalah teknik pengobatan yang menggunakan tekanan pada titik-titik tertentu di tubuh. Teknik ini diyakini dapat membantu meredakan berbagai macam keluhan kesehatan.

Selama presentasi, Ny. Rosmanidar menjelaskan berbagai manfaat dari pengobatan tradisional. Penggunaan tanaman obat dan akupresur dapat menjadi alternatif bagi pengobatan modern. Selain itu, kedua metode ini juga relatif aman dan minim efek samping.

Anggota DWP yang hadir tampak antusias mengikuti diskusi tersebut. Mereka bersemangat untuk mengetahui lebih banyak tentang pengobatan tradisional. Terlebih saat Ny. Rosmanidar mempraktikkan totok wajah kepada salah satu peserta. Beberapa anggota bahkan mengajukan pertanyaan seputar penggunaan tanaman obat dan teknik akupresur.

Pertemuan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab. Anggota DWP memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi lebih lanjut. Mereka berharap pertemuan bulan depan akan menghadirkan topik yang tak kalah menarik.
Kegiatan ini menjadi ajang bagi anggota untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Selain itu, pertemuan ini juga mempererat silaturahmi antar anggota DWP. (*)