Regarder sur voir film, film streaming 123movies is the best alternative Fmovies vor maintenant sur Stream complet le film gratuit watch for free on afdah watch full movies guarda film streaming ita in Altadefinizione streaming casino siteleri
Home / Berita Terbaru / BERITA / LPPM UIN STS Jambi Gelar Webinar Hasil Penelitian #4 “Moderasi Islam dan Identitas Kebangsaan”.

LPPM UIN STS Jambi Gelar Webinar Hasil Penelitian #4 “Moderasi Islam dan Identitas Kebangsaan”.

Sejak 2001, identitas Islam moderat menjadi bagian penting dalam wacana dan praktik kebijakan luar negeri Indonesia. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan sebab sebelumnya Kementerian Luar Negeri (Kemlu) hampir tidak pernah mengasosiasikan identitas Indonesia dengan simbol keislaman. Kemlu selalu merepresentasikan wajah Indonesia sebagai bangsa yang bineka baik dari segi agama, budaya, bahasa, maupun etnik. Webinar ini menjelaskan kenapa perubahan itu terjadi, terutama sejak 2001 hingga 2004. Dengan menganalisis diskursus kebijakan luar negeri Indonesia, terutama respons Indonesia terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat terkait Perang terhadap Teror, ditemukan bahwa persoalan legitimasi kebijakan menjadi faktor utama di balik perubahan tersebut. Hal itu menunjukkan bahwa hubungan Islam dan kebijakan luar negeri tidak lagi dapat dilihat semata dari dikotomi atau konflik antara Islam dan nilai-nilai kebangsaan yang selama ini mendominasi penelitian di bidang tersebut.

Demikian disampaikan oleh AGUS SALIM, dosen Fakultas Syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dalam Webinar Hasil Penelitian #4 “Moderasi Islam dan Identitas Kebangsaan”, melalui aplikasi zoom, Kamis (09/07).

Agus menjelaskan apa yang menjadi argumen dan temuan utama dari disertasi yang dibuatnya ini. Apa implikasi dari temuan-temuan tersebut dan apa kontribusinya terhadap literatur mengenai Islam dan kebijakan luar negeri Islam dan kebangsaan di Indonesia.

“Saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa yang menjadi inti permasalahan dari penelitian tahun 2001 identitas lama itu sudah menjadi bagian yang sangat penting dalam diskursus wacana dan praktik-praktik kebijakan luar negeri Indonesia,”ujarnya.

Saat itu Presiden Megawati tidak segan-segan menyebut Indonesia sebagai negara muslim modern.  Menteri luar negeri kita juga dalam kesempatan komunikasi dengan dunia luar negeri itu juga tidak segan-segan untuk menyebut bahwa Indonesia itu adalah rumah dari penduduk muslim terbesar di Indonesia dan rumah dari penduduk muslim yang moderat.

Sebelumnya Kemenlu hampir tidak pernah mengasosiasikan Indonesia dengan simbol keislaman ataupun simbol agama apapun, sebagaimana yang disimpulkan oleh Profesor dalam bukunya Indonesia kemudian yang merupakan buku pertama yang sangat komprehensif hubungan antara Islam dan kebijakan luar negeri Indonesia tahun 2003 dan simpulan yang diambil oleh Anak Agung perwira Indonesia tahun 2007 atau negeri itu terlalu merepresentasikan wajah Indonesia sebagai bangsa yang Bhinneka baik agama budaya dan bahasa.

“Saat itu gedung yang pertama kali saya hampiri adalah Gedung Pancasila, dan saya tanya kenapa penyambutan luar negeri itu dilaksanakan di Gedung Pancasila. Kemudian dijelaskan kenapa kita membuat Gedung Pancasila sebagai simbol diluar negeri. Karena kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang Bhineka, baik agama, budaya, Bahasa, dan etnik,”ungkap Agus Salim.

Kementerian Luar Negeri mulai mempromosikan Islam atau simbol keislaman dan kebijakan luar negeri dan ini berarti sudah melanggar kebiasaan yang selama ini sudah di lakukan di Kementerian Luar Negeri selama ini. Perubahan ini terjadi karena beberapa literatur yang ada tentang Islam di Indonesia itu mengatakan bahwa perubahan ini bukan sesuatu yang luar biasa dan ini terkait dengan terjadinya perubahan geopolitik 11 September 2001 yaitu ketika terjadi pengeboman gedung WTC di Amerika.

“Sejak tahun 2001 identitas islam menjadi bagian yang sangat penting dalam kebijakan luar negeri indonesia dan dimulai saat itu presiden megawati tidak segan-segan menyebut indonesia sebagai negara muslim modern, Indonesia adalah rumah dari penduduk muslim terbesar di dunia,”terang Dosen  Fakultas Syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Menyelesaikan pendidikan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (S-1 & S-2), Monash University Australia (S-2), dan University of Melbourne (S-3).

 

About syafitri

Check Also

Sivitas UIN SUTHA Turut Berbelasungkawa Atas Berpulangnya Hj. Dahniar

sekabet casino siteleri asyabahis milanobet elexbet
Marmaris tours bahis siteleri bahis forum paykwik paykwik bozum asyabahis istanbul escort bayan casinomaxi cratosslot vdcasino meritroyalbet casinometropol canlı bahis canlı bahis