Home / Berita Terbaru / Marhaban Ya Ramadhan Oleh Prof. Dr. H. Mukhtar Latif, M.Pd Guru Besar UIN STS Jambi

Marhaban Ya Ramadhan Oleh Prof. Dr. H. Mukhtar Latif, M.Pd Guru Besar UIN STS Jambi

Tidak terasa sudah berlalu setahun usia kita, dan kita telah berada kembali di bulan Ramadhan tahun ini. Setiap datangnya Ramadhan, ucapan indah yang senantiasa disenandungkan oleh umat Islam adalah “Marhaban ya Ramadhan”. Selamat datang bulan Ramadhan. Bulan puasa umat Muhammad (umat Islam), bulan penuh berkah, bulan ampunan, bulan penuh rakhmat dan bulan pembebasan dari azab neraka.

Allah sangat memuliakan bulan Ramadhan, dan karena begitu mulianya bulan Ramadhan, Setan-setan dibelenggu, pintu-pintu kebahagiaan (surga) dibuka, semua makhluk suka cita, maka selayaknya kita manusia makhluk Allah yg paling sempurna berbahagia dan bersuka cita dengan datangnya Ramadhan. Kata Rasulullah, barang siapa yang bersuka cita berbahagia dengan datangnya Ramadhan, maka diharamkan atas dirinya neraka.

Ucapan indah Marhaban ya Ramadhan,  bukanlah ucapan biasa, tetapi setidaknya mengandung ada 3 makna penting bagi Umat Islam. Pertama, sebagai ucapan kemuliaan atas datangnya Ramadhan, yang hanya datang sekali dalam setahun atau tiap 12 bulan. Selain bulan ini adalah bulannya Umat Muhammad atau umat Islam.

Ucapan ini hanya bisa dirasakan dan lahir dari hati yang suci serta mereka yang ingin memperoleh kemuliaan di hadapan Allah. Sehingga dengan demikian,  mereka akan mempersiapkan diri secara lahir dan bathin menunggu dan memuliakan bulan Ramadhan, untuk memperoleh kemuliaan individu di sisi Allah SWT.

Sepanjang bulan Ramadhan, perilaku shaleh dibangun sebagaimana di sunahkan Rasulullah, dengan berpuasa di siang hari dan menegakkan malam hari dengan beragam ibadah secara mahdah (pribadi) kepada Allah. Selain itu, menjalankan hubungan kemanusiaan dengan saling memaknai, menghargai, berbagi dan peduli baik dengan pikiran, lisan, hati dan perbuatan keshalehan secara muamalah.

Kedua, sebagai ucapan syukur, bahwa kita sebagai makhluk telah diberi nikmat Allah yang tiada tara, karena usia kita telah disampaikan hingga bulan Ramadhan tahun 1440H/2019M ini. Artinya, doa-doa kita didengar dan dihijabah Allah, “Duhai Allah berkatilah atas kami bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah usia kami hingga bulan Ramadhan tahun ini”.

Mengapa kita dianjurkan berdo’a agar disampaikan hingga bulan Ramadhan, karena dalam sejarah peradaban manusia, banyak sekali kejadian sunatullah berlaku di alam dan musibah terjadi, termasuk kematian menjemput manusia yang terjadi di sepanjang bulan Rajab dan Sya’ban, ada di antara kita tidak sampai menginjakkan kaki hingga di bulan Ramadhan.

Maka kita patut bersyukur, telah dipilih Allah dan telah disampaikan Allah hingga bulan Ramadhan tahun ini, dan kita tidak tahu apakah masih disampaikan Allah hingga bulan Ramadhan di tahun yang akan datang, hanya Allah yang tahu “wallahu a’lam”.

Yang penting siapkan diri kita, utamanya memberdayakan diri menjadi mulia di bulan Ramadhan karim ini, selebihnya kita serahkan diri pada Allah yang maha menentukan semua takdir dan jalan hidup kita.

Ketiga, sebagai doa dan harapan agar kita di bulan suci Ramadhan ini, sebagai umat Muhammad agar memperoleh tempat terpuji “maqaman mahmudah” yakni tempat kembali fitrah, suci seperti terlahir kembali dari rahim ibunda, karena diampuni segala dosa dan memperoleh nobel dari Allah yakni, suatu penghargaan yang tak ternilai dan tak terhingga harganya dalam hitungan kalkulasi manusia yakni nobel “TAKWA”.

Takwa adalah tiket kita mendapatkan semua nikmat Allah, memperoleh kebahagiaan dan surgaNya Allah baik secara duniawi dan ukhrawi, secara lahiriah maupun bathiniah. Untuk memperoleh prediket takwa, tentu harus mulia di hadapan Allah, memperoleh ridha dalam agama dan pengabdian kepadaNya,  mendapat berkat dan rakhmat dalam hidupnya, dan diampuni segala salah dosa, hilaf dan kedzaliman dirinya, serta terbebas dari semua kaitan suudzan dan berbagai kezaliman yang pernah tergores dengan sesama manusia. Sudah barang tentu mesti pula banyak koleksi amal ibadah dan sedekah jariah di sepanjang hidupnya.

Inilah takwa yang kita harap dan kita bingkai, dengan senandung doa, ibadah dan amaliyah shalih di sepanjang Ramadhan karim, yang kemudian harus membekas, terbingkai dan wujud saat pasca Ramadhan tiba hingga di sepanjang jalan indah hidup kita.

Maka kata Rasulullah, amat merugikah tiap kita, manakala hingga Ramadhan pergi meninggalkan kita, tetapi kita tidak mendapatkan ampunan Allah SWT, kita masih lena dengan pukawan dan gurawan dunia fana yang selalu menawarkan glamour dan metafor dunia.

Sebaliknya, berbahagialah mereka yang memuliakan Ramadhan, dan Allah mempersilahkan mereka menikmati bahagia dan surgaNya Allah, yang maha spektakuker yang tak terlukiskan dengan keterbatasan indrawi dan kecerdasan manusia. “wadkhuli jannati”, silakan kalian masuk dalam kebahagaian surgaKu, yang nikmatnya tiada TARA dan TERA dunia. Barikillahumalana fi syahri Ramadhan (ya Allah berilah kami berkah Ramadhan),  marhaban ya Ramadhan. MLC,  6 Mei 2019.

About arifin

Check Also

Penampilan Tim Qasidah dan Bazar Ramadhan Dharma Wanita Persatuan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Tim Qasidah di bawah binaan Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha …

Mersin Escort Bayan Mersin Escort Bayan Kayseri Escort Bayan Eskişehir Escort Bayan http://istanbulescorttr.org http://www.istanbulescortads.com escort istanbul gaziantep escort beylikdüzü escort mersin escort model escort mecidiyeköy escort nisantasi escort sisli escort sirinevler escort tartım terazisi ankara escort beylikdüzü escort porno izle Sex izle porno izle çankaya escort Ankara Escort Eryaman Escort Çankaya escort Ankara Escort Ankara Escort Etlik Escort Antalya Escort escort istanbul branda antep escort izmit escort bayan avrupa yakasi escort escort sisli http://www.antges.com sirinevler escort bayan istanbul sisli escort escort bayan sirinevler atakoy escort