Home / Berita Terbaru / Memahami Makna ‘Jahiliyah’ di Bulan Ramadhan: Antara Kebodohan dan ‘Masa Bodoh’ Oleh Dr. D.I. Ansusa Putra, Lc., MA. Hum Sekretaris Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin UIN STS Jambi

Memahami Makna ‘Jahiliyah’ di Bulan Ramadhan: Antara Kebodohan dan ‘Masa Bodoh’ Oleh Dr. D.I. Ansusa Putra, Lc., MA. Hum Sekretaris Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin UIN STS Jambi

Jahiliyah merupakan kata yang populer dalam kamus umat Islam. Kata ini merupakan salah satu terminologi asli yang dibawa oleh Islam di dalam al-Quran. Pemahaman jahiliyah sebelumnya tidak dikenal dalam tradisi Arab pra-Islam. Paling tidak, maknanya tidak seluas pemaknaan yang diajarkan dalam al-Quran. Jahiliyah bertolak belakang dengan semangat al-Quran untuk mencerdaskan, membimbing dan meluruskan manusia. Kata jahiliyah menjadi sangat urgen karena merupakan salah satu tema poros di dalam al-Quran. Hal ini disampaikan oleh al-Maudu didalam bukunya al-Islam wa al-Jahiliyah. Menurutnya, Jahiliyah adalah term kontras dari pengarusutamaan (mainstream) kata ‘iman dan amal shalih dalam al-Quran.

Al-Quran menjadikan jahiliyah sebagai salah satu dari dua musuh bersama (common enemy). Musuh pertama adalah syaithan dan kedua adalah jahiliyah. Meskipun keduanya berhubungan satu dan lainnya, namun memiliki konsep dan pemahaman yang berbeda. Syaithan dalam al-Quran selalu muncul sebagai musuh dalam konteks bisikan-bisikan yang menjerumuskan dan bersifat psikologis. Sedangkan pembicaraan mengenai jahiliyah dalam al-Quran muncul dalam konteks sikap, sifat dan karakter baik individu maupun komunitas. Jahiliyah berkaitan dengan terminologi lain seperti: prasangka (dzon) (Ali Imran: 154), tabaruj (berhias dan tingkah laku), hukum jahiliyah (an-Nisa: 50), (al-Ahzab: 33), dan ta’ashub (fanatik) (al-Fath: 26).

Pemahaman ini tidak sepenuhnya dipahami oleh masyarakat muslim. Karena, Penggunaan kata jahiliyah dalam kehidupan sehari-hari hanya merujuk pada makna ketertinggalan, kebodohan, dan kesesatan. Jahiliyah disini hanya dipahami sebagai sesuatu yang given (kodrati, nasib). Padahal jika merujuk pada kajian kata  jahiliyah dalam al-Quran didapati bahwa jahiliyah adalah sesuatu yang muktasab (bisa diraih). Artinya, jahiliyah bisa menjadi penyakit masyarakat yang menjangkiti individu dan komunitas masyarakat. Inilah yang dimaksud oleh Farid Essack dalam bukunya Islam and Liberation. Menurutnya, al-Quran mempunyai daya pembebasan dari belenggu-belenggu penyakit abstrak. Esack meyakini bahwa Islam harus mempunyai daya untuk mendorong umat manusia keluar dari sifat jahiliyah.

Pemahaman yang tidak komprehensif itu akhirnya terpraktekkan dalam masyarakat. Praktek-praktek ‘masa bodoh’ seringkali dipertontonkan. Ketidakpedulian dengan kesusahan orang lain. Ketidakpedulian terhadap kelestarian alam dengan membuang sampah sembarangan. Ketidakpedulian terhadap aturan seperti memarkir kendaraan secara serampangan. Ketidakpedulian terhadap golongan yang mendapat kemalangan. Melihat sebelah mata terhadap kemalangan orang lain atau bahkan mendukung kezhaliman adalah bentuk sikap yang lahir dari ke-jahiliyah-an. Praktek-praktek ini membuat umat muslim menjadi masyarakat yang apatis dan tidak empatis. Masyarakat menjadi comfort dengan zona nyamannya masing-masing. Mengabaikan kepedulian sosial dan meminggirkan perasaan-perasaan kolektif. Atau bahkan hanya memahami islam sebagai tuntutan ibadah mahdloh (rutinitas). Dampak dari kesalahpahaman ini sangat luas dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.

Ramadhan memiliki peran untuk meminimalisir atau melatih diri untuk keluar dari sikap dan perilaku jahiliyah. Ramadhan mengajarkan umat muslim untuk merasakan penderitaan kaum poverty (miskin) dan mendorong muslim melakukan tindakan-tindakan nyata untuk membantu kekurangan mereka sesuai dengan kemampuan diri. Bersedekah dengan tenaga, harta, doa untuk membantu kesesusahan mereka akan menjauhkan diri dari karakter ‘masa bodoh’. Mendekatkan diri kepada sang Khaliq melalui sumbangan ilmu, harta dan tenaga dan sebagainya adalah materi pendidikan yang dituju dalam bulan Ramadhan.

 

Allahua’lam bisshawab

 

 

About ferty

Check Also

Penampilan Tim Qasidah dan Bazar Ramadhan Dharma Wanita Persatuan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Tim Qasidah di bawah binaan Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha …

Mersin Escort Bayan Mersin Escort Bayan Kayseri Escort Bayan Eskişehir Escort Bayan http://istanbulescorttr.org http://www.istanbulescortads.com escort istanbul gaziantep escort beylikdüzü escort mersin escort model escort mecidiyeköy escort nisantasi escort sisli escort sirinevler escort tartım terazisi ankara escort beylikdüzü escort porno izle Sex izle porno izle çankaya escort Ankara Escort Eryaman Escort Çankaya escort Ankara Escort Ankara Escort Etlik Escort Antalya Escort escort istanbul branda antep escort izmit escort bayan avrupa yakasi escort escort sisli http://www.antges.com sirinevler escort bayan istanbul sisli escort escort bayan sirinevler atakoy escort