Mengenal Fibrika Rahmat Basuki, Dosen UIN STS Jambi

Mengenal Fibrika Rahmat Basuki, Dosen UIN STS Jambi

Dosen UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi/Fasilitator Dosen Program PINTAR Tanoto Foundation Fibrika Rahmat Basuki adalah dosen muda UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Sebelum menjadi dosen di UIN STS Jambi, beliau sejak tahun 2015 sampai 2020 menjadi dosen kontrak di Universitas Jambi.

Fibrika Rahmat Basuki, M.Pd adalah putra asli kelahiran Tebo tepatnya berasal dari Desa Sukamaju, Rimbo Ulu. Beliau adalah putra kedua pasangan Bapak Misnadin dan Ibu Sri Suparsih. Saat ini Bapak Fibrika Rahmat Basuki juga aktif menjadi fasilitator dosen pada program PINTAR Tanoto Foundation.

Selain itu kesibukan beliau selain melaksanakan Tridarma perguruan tinggi juga mendapat tugas tambahan sebagai staf khusus Wakil Rektor II.

Beliau aktif memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru dan dan dosen sejak tahun 2018. Pada tahun 2020, beliau menjadi nominator fasilitator dosen penggerak pada acara Tanoto Facilitator Gathering.

Pengalaman menarik dan yang dilalui dalam menempuh Pendidikan?

Bapak Fibrika Rahmat Basuki, menyelesaikan pendidikan dasar di SDN 169 Desa Sukamaju pada tahun 2000 dan melanjutkan di SMP Wijaya Kusuma lulus pada tahun 2003. Kemudian melanjutkan di SMAN 5 Tebo dan lulus pada tahun 2006. Selama sekolah beliau selalu mendapat rangking di kelas dan mendapatkan nilai ujian nasional tertinggi di SD, SMP, dan SMA.

Masa-masa sekolah SMP dulu, sebelum berangkat sekolah setelah subuh biasanya membantu orang tua untuk nyadap/motong karet yang berada di belakang rumah.

Kemudian jam 7.00 pulang dan siap-siap untuk berangkat ke sekolah. Setiap hari pergi ke sekolah dengan berjalan kaki bersama teman-teman. Jarak rumah dengan sekolah saat itu tidak terlalu jauh sekitar 1,5 KM. Setelah pulang sekolah biasanya membantu orang tua ngaret/cari rumput untuk sapi dan kambing.

Setelah lulus SMA, beliau melanjutkan S1 di Universitas Jambi pada jurusan Pendidikan Fisika dan selesai pada tahun 2010. Kemudian melanjutkan studi S2 di Universitas Negeri Yogykarta pada jurusan Pendidikan sains dan lulus pada tahun 2013. Selama menempuh pendidikan S1 dan S2 banyak sekali pengalaman menarik.

Saat kuliah adalah saat dimana kita dapat mengeksplore potensi melalui kegiatan akademik dan non akademik. Kuliah bukan semata-mata hanya belajar tentang kompetensi sesuai jurusan yang diambil saja.

Pengalaman non akademik tentang kepemimpinan, organisasi, dan public speaking menjadi modal yang penting bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja. Pengalaman non akademik ini dapat diperoleh dengan berpartisipasi dalam kegiatan himpunan mahasiswa, BEM, atau organisasi kampus lainnya baik menjadi pengurus atau peserta.

 

Cara yang anda lakukan untuk meraih mimpi / cita cita

 

Mimpi dan cita-cita dapat diraih dengan perjuangan, kerja keras, dan doa. Menjadi seorang dosen adalah cita-cita yang sangat tinggi bagi anak seorang petani. Namun dengan tekad yang bulat, kerja keras, perjuangan, dan tentu doa dari orang tua, mimpi itu dapat terwujud.

 

Pesan Anda terkait pendidikan terhadap generasi muda?

 

Pesan untuk adik-adik siswa-siswi dan mahasiswa Tebo, pendidikan adalah jalan untuk mencapai kesuksesan. Imam syafi’i pernah berpesan:

 

”Jika Kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan”. Jadi adik-adik siswa-siswi dan mahasiswa harus giat belajar agar apa yang menjadi cita-citamu dapat tercapai. Ingatlah ada orang yang selama ini berjuang demi kamu agar bisa sekolah dan kuliah.

 

Buatlah mereka bangga dengan prestasimu. Jangan kamu sia-siakan waktu mudamu untuk hal yang tidak bermanfaat. Pengalaman saya selama menjadi dosen, banyak mahasiswa yang terkendala dengan penyelesaian tugas akhir/skripsi.

 

Skripsi itu bukanlah momok yang menakutkan. Skripsi adalah sebuah proses pendewasaan calon sarjana. Banyak mahasiswa yang prestasi selama kuliahnya bagus, IPK di atas 3.00 tapi tidak mampu menyelesaikan skripsi bahkan sampai DO.

Mengerjakan skripsi tolok ukurnya bukan hanya sebatas pintar secara akademik, tapi kedewasaan mahasiswa dalam menghadapi masalah. Menulis skripsi adalah sebuah proses yang diawali dengan menemukan permasalahan sesuai bidang keilmuwan dan proses pemecahan masalah tersebut secara ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pemecahan masalah secara ilmiah yang dimaksud adalah memiliki dasar teori yang kuat dan dapat diuji secara empiric.

Dengan demikian kelak lulusan sarjana setelah terjun ke masyarakat memliki kecakapan dalam mengidentifikasi permasalahan yang ada dilingkungannya sekaligus mempu memberikan solusi. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun skripsi yaitu berkaitan dengan konten tulisan/isi skripsi (teori,metode, hasil) dan dan etika dalam berinteraksi dengan dosen misalnya sopan santun, cara berargumen, etika menghubungi dosen, dll.

Banyak alasan mahasiswa yang terkendala dalam penyelesaian skripsi diantaranya dosen sulit ditemui/sibuk, setiap bimbingan ide berubah-ubah, takut menemui pembimbing, dll. Mengerjakan skripsi membutuhkan semangat pantang menyerah, kerja keras, dan kerja cerdas. Skripsi yang baik adalah skripsi yang sudah ditanda tangani dosen dan disahkan dekan, bukan skripsi yang perfect/sempurna dari aspek konten/tema penelitian.

Harapan Terkait pendidikan di Tebo

 

Bupati Tebo telah menerbitkan PERBUP Nomor 33 tanggal 7 April 2022 tentang Gerakan Literasi di Kabupaten Tebo. Hal ini menunjukkan komitmen dan dukungan PEMDA terhadap peningkatakan kualitas Pendidikan.

Semua sekolah di tebo agar membuat program literasi sekolah tentang budaya baca dan membuat pojok baca. Literasi baca-tulis merupakan pondasi dalam upaya peningkatan kualitas Pendidikan. pengetahuan dan kecakapan untuk membaca, menulis, mencari, menelusuri, mengolah dan memahami informasi untuk menganalisis, menanggapi, dan menggunakan teks tertulis untuk mencapai tujuan, mengembangkan pemahaman dan potensi, serta untuk berpartisipasi di lingkungan sosial. Jika siswa memiliki literasi yang baik niscaya akan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pada bidang lain seperti sains dan matematiak.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo di bawah kepeminpinan Pak sindi dan pak sekdis tri yatna sudah banyak melakukan transformasi. Dengan adanya Kerjasama dengan Tanoto Foundation melalui program Pintar diharapkan dapat meningkatkan kualitas Pendidikan di tebo. Tebo memiliki guru-guru yaneg hebat dan ma uterus belajar serta berinovasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Oleh : Fibrika Rahmat Basuki