PROF SU’AIDI BERSILATURAHMI BERSAMA PESERTA PPROGRAM PERSIAPAN STUDI LANJUT (PPSL)

PROF SU’AIDI BERSILATURAHMI BERSAMA PESERTA PPROGRAM PERSIAPAN STUDI LANJUT (PPSL)

Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Prof. Dr. H. Su’aidi, MA., Ph.D pada malam Sabtu (26/11) mengunjungi peserta PPSL di penginapan Dhila Kost Muslim Executive

selain Rektor, hadir juga Ketua Senat UIN STS Jambi Prof. Dr. Andrianus Chatib, S.Hum, M.Hum, Kepala Unit Pengembangan Bahasa Erwin Hage, M.A

dalam silaturahmi ini Erwin menyampaikan

bahwa segenap tim UPB sangat senang dan bersyukur  atas terpilihnya kampus UIN STS-Jambi sebagai salah satu tempat penyelenggaraan PPSL S2 dan S3 Luar Negeri Program 5000 Doktor dan berjanji akan melakukan yang terbaik.

“Pelatihan ini akan dilaksanakan mulai 25 November hingga 22 Desember 2021. Tentunya kami berharap peserta bisa maksimal mengikuti rundown acara dan kami dengan senang hati mensupport bapak dan ibu sekalian, baik itu dari aspek kesehatan jasmani maupun memberikan sedikit refreshing dengan mengajak jalan-jalan ke Gentala Arasy,” ujar Erwin

Setelah melaksanakan makan mlm bersama, Rektor UIN STS Jambi mulai memaparkan persentasinya dengan dimulai dari visi misi UIN Jambi sampai dengan Transintegrasi Ilmu yang telah digagasnya untuk UIN STS Jambi

Rektor berpesan pada peserta yang berjumlah dua belas kandidat yang berasal dari kampus-kampus UIN/IAIN di Sumatera, Jawa dan Kalimantan, agar membawa visi misi serupa ketika belajar di luar negeri nanti. Namun, dengan tegas beliau juga mengingatkan agar jangan sampai menjadi radikal, melainkan menjadi umat muslim yang moderat.

Usai memperkenalkan visi misi UIN STS-Jambi, Rektor melanjutkan sharing session dengan terlebih dulu diselingi perkenalan singkat dari para peserta. Perkenalan singkat tentang latar belakang pendidikan dan kampus tujuan serta skor terakhir ITP/IELTS dari para peserta menjadi pemantik diskusi pada sharing session ini.

Secara umum, Rektor memberikan tips-tips berikut agar para kandidat dapat menjawab tantangan di tiap tahapan hingga berhasil lulus dari universitas idaman di luar negeri; 1) mempelajari kampus tujuan melalui website resmi untuk mendapat gambaran persyaratan dan mengenal prosefor-profesor yang mengajar di prodi yang di tuju, 2) rajin mengikuti workshop atau webinar yang diadakan oleh prodi/kampus tujuan untuk berkoneksi dengan para professor, dan 3) pendekatan personal-humanis kepada professor untuk mendapatkan LoA.

Selain tiga tips umum di atas, Rektor juga mengingatkan mengenai pentingnya support system bagi para kandidat, misalnya dukungan keluarga dan pasangan.

“Belajar di luar negeri bukan hal yang mudah dijalani, bukan tidak mungkin kegagalan mengintai, namun dengan persiapan dan support system yang baik, insyaallah semua bisa terlewati,” demikian pungkas beliau.