Pusat Kajian Kampanyekan Budaya Anti Korupsi

Pusat Kajian Kampanyekan Budaya Anti Korupsi

Melalui kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun akademik 2021/2022Pusat Kajian Anti Korupsi dan implementasi Pendidikan mengkampanyekan pentingnya budaya anti korupsi bagi mahasiswa baru secara virtual, senin (6/9) di Aula rektorat Kampus II Simpang Sungai Duren.

Mengkampanyekan untuk tidak melakukan korupsi adalah hal yang perlu dilakukan dimanapun, kapanpun dan oleh siapapun. Pusat Kajian Anti Korupsi dan Implementasi Pendidikan Anti Korupsi memiliki tujuan untuk menanamkan nilai antikorupsi pada setiap mahasiswa sejak dini, salah satu caranya adalah dengan melakukan kampanye antikorupsi pada kegiatan pembukaan PBAK mahasiswa baru.

Korupsi adalah kegiatan yang dapat merusak dan merugikan orang lain. Kegiatan korupsi bisa terjadi secara sadar maupun tidak sadar, hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor, bisa karena ketidaktahuan atau karena kesengajaan. Pendidikan antikorupsi sangat perlu ditanamkan sejak dini dengan tujuan untuk menghindari kegiatan korupsi.

Pada kegiatan ini Pusat Kajian Antikorupsi Dan Implementasi Pendidikan Antikorupsi melakukan pemberian materi pada mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dengan menayangkan video tentang korupsi, betapa bahayanya korupsi, tindak yang termasuk perbuatan korupsi pada kegiatan pembelajaran. Seperti datang terlambat, melakukan plagiasi, meniru tugas teman dan lain sebagainya. Perbuatan tersebut salah satu contoh tindakan korupsi yang tidak disadari dan sering  dilakukan.