Home / Tulisan Artikel / Ramadhan Bulan Kebersihan Oleh. Junaidi, S.Ag., M.Pd.I Kepala Bagian Administrasi dan Umum UIN STS Jambi

Ramadhan Bulan Kebersihan Oleh. Junaidi, S.Ag., M.Pd.I Kepala Bagian Administrasi dan Umum UIN STS Jambi

Bulan suci ramadhan merupakan bulan yang saat bernilai  besar bagi umat muslim, bahkan tak jarang dalam do’anya  meminta kepada Allah SWT agar dipertemukan kembali pada ramadhan mendatang, karena pada bulan Ramdahan semua aktivitas ibadah nilainya berlipat ganda.

Untuk mendapat nilai yang berlipat ganda pada ibadah yang kita lakukan terkadang kita hanya terfokus pada aspek ibadah mahdhah saja seperti pelaksanaan sholat, zakat, haji dan sebagainya yang sudah ditentukan syarat dan rukunnya. Akan tetapi, pada aspek yang lain kita menganggap ibadah itu tak berarti besar pada diri kita yakni apsek kebersihan misalnya. Padahal Islam menaruh perhatian amat tinggi pada kebersihan, baik kebersihan fisik (zhahiriah) maupun kebersihan ruhani ( bathiniyah), dua macam kebersihan ini tidak bisa dipisahkan.

Kebersihan lahiriyah itu tidak dapat dipisahkan dengan kebersihan batiniyah. Oleh karena itu ketika seorang muslim melaksanakan ibadah tertentu harus membersihkan terlebih dahulu aspek lahiriyahnya, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda “ Kunci dari shalat adalah bersuci (bersih).”

Dalam terminologi fikih kebersihan sering disebut  dengan istilah thaharah dan nazhafah.  Pada kitab-kitab klasik dikhususkan bab al-thaharah yang biasa disandingan dengan bab al-Najasah (najis) seperti berwudu’, mandi janabah, tayyamum dan sebagainya.

Sedangkan kebersihan batiniyah, jiwa dan harta menggunakan istilah tazkiyah. Dalam Alqur’an  perintah zakat yang seakar dengan tazkiyah, memang maksudnya untuk membersihkan harta, sehingga harta yang dizakati menjadi bersih dan yang tidak dizakati dinilai kotor. Bersih dan kotornya harta berkolerasi dengan  pemilik harta itu sendiri. Karena itu ramadhan akan menghantarkan kita pada tazkiatun nufush (pembersihan jiwa). Jika jiwa sudah bersih maka terpancar pada aspek kebersihan lahiriyahnya atau kebersihan fisiknya.

Perihal kebersihan fisik Rasulullah juga mengingatkan, “ Agama Islam itu adalah agama yang bersih atau suci, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan, sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang suci.”(HR. Baihaqi)

Membiasakan bersih lahiriyah pada badan dan pakaian akan berdampak baik kebersihan tubuh dan fisik. Kebersihan tempat tinggal dan lingkungan kerja akan berbuah pada kesehatan lingkungan yang indah dan nyaman. Seperti kebersihan lingkungan, penataan ruangan yang indah tentu akan berdampak pada kekhusukan dalam beribadah secara mahdhah. Tidak berlebihan  bila ada yang mengatakan kebersihan adalah pangkal kebahagiaan dan kenyamanan. Hidup bersih pada dasarnya merupakan bagian fitrah manusia. Andaikan tidak diperintahkanpun sejatinya manusia cinta keindahan dan kebersihan.

Rasulullah menyemangati umatnya supaya sadar hidup bersih dengan sabdanya ” Sesungguhnya Allah itu baik, Dia menyukai kebaikan, Allah itu bersih, Dia menyukai Kebersihan, Allah Itu  mulia, Dia menyukai kemuliaan, maka bersihkanlah olehmu lingkunganmu.” (HR. Tirmizi)

Melalui Ramadhan ini kita berusaha semaksimal mungkin  agar ibadah kita dapat diterima oleh Allah SWT  dengan diawali pola hidup bersih, suasana bersih  barang tentu akan dapat meningkatkan kekhusyukan ibadah yang kita lakukan kepada Allah SWT.

 

About ferty

Check Also

Spirit Lailatul Qadr Oleh Dr. Bahrul Ulum, MA Dosen Fakultas Syariah

”Malam kemuliaan itu lebih baik dari 1000 bulan. pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat …

gaziantep escort beylikdüzü escort mersin escort tartım terazisi ankara escort çankaya escort escort istanbul antep escort izmit escort bayan bartin escort samsun escort gumushane escort aksaray escort kocaeli escort bursa escort kirsehir escort beylikdüzü escort maurers cpanel optimizasyon sunucu optimizasyon escort bayan Premium WordPress Theme Nulled