Transformasi SDM Unggul Melalui Program Merdeka Belajar, UNJA dan UIN SUTHA Jambi Berkolaborasi

Transformasi SDM Unggul Melalui Program Merdeka Belajar, UNJA dan UIN SUTHA Jambi Berkolaborasi

HUMAS UIN SUTHA – Lakukan kolaborasi untuk melaksanakan Akselerasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Jambi bersama UIN Sulthan Thaha Saifuddin laksanakan seminar dan diskusi dengan tema “Akselerasi Transformasi Sumberdaya Manusia Unggul di Era Pemerintahan Jokowi” bertempat di Auditorium Prof. Dr. Chatib Quzwain Kampus II UIN Sungai Duren (23/06/22).

 

 

Kegiatan ini turut mengundang pembicara Gubernur Jambi yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Dr. Donny Iskandar, S.Sos, M.T; Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Ir. Agusrizal, M.M.; Koordinator MBKM UNJA, Dr. Ir. Sahrial, M.Si.; Kaprodi Ekonomi Pembangunan UNJA, Dr. Etik Umiyati, S.E., M.Si., dan Wakil Dekan I Fakultas Saintek UIN SUTHA Jambi, Dr. Tanti, S.Si., M.Si.

 

 

Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN SUTHA Jambi (WR III) Dr. Bahrul Ulum, S.Ag., M.A dan Dr. Junaidi, S.E., M.Si selaku Dekan FEB Universitas Jambi.

Dekan FEB UNJA, Dr. Junaidi, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan terkait program MBKM dan kolaborasi yang dilakukan antara UNJA dan UIN SUTHA Jambi  bahwa ini kolaborasi pertama kita dalam dua tahun terakhir selama pandemi antara UNJA dan UIN. Tema yang kita angkat dalam acara ini terkait dengan Merdeka Belajar sebagai salah satu kebijakan di bidang pendidikan dalam mengakselerasi SDM di Indonesia. Mahasiswa diupayakan secepat mungkin dikenalkan dengan dunia kerja. Dalam konsep Merdeka Belajar, SKS minimal sarjana 144 SKS, hak prodi hanya 84 sks, 60 SKS lagi mahasiswa diberi pilihan apakah tetap di prodinya atau di luar prodi atau dalam bentuk kegiatan dunia industri, atau juga mengambil pilihan kuliah di kampus lain. Antara UNJA dan UIN kita bisa saling berkolaborasi, jadi mahasiswa UIN bisa mengambil 20 SKS di UNJA, begitu pula sebaliknya. Nanti kita bisa mengambil berbagai skema untuk merekognisi kegiatan mahasiswa di luar yang bisa dijadikan mata kuliah yang ada di prodinya. Kita tetap bergerak ke arah Merdeka Belajar ini dan mengimplementasikannya agar mahasiswa kita dalam tuntutan IKU yang menghendaki harus cepat dapat kerja, kurang dari 6 bulan, salah satu upaya kita itu adalah dengan secepatnya mendekatkan mahasiswa dengan dunia kerja dan dunia industri”, ujar Dr. Junaidi.

 

 

Menyambung sambutan dari Dekan FEB UNJA, Wakil Rektor III menyampaikan bahwa sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (MENDIKBUDRISTEK) Nadiem Makarim yang meluncurkan kebijakan merdeka belajar, menyampaikan terdapat empat penyesuaian kebijakan dilingkup pendidikan tinggi. Kebijakan Kampus Merdeka ini merupakan salah satu kelanjutan dari konsep Merdeka Belajar.

 

 

Kebijakan yang dimaksud itu ialah Otonomi bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk pembukaan program studi baru. Terkait dengan hal ini UIN SUTHA Jambi bulan Mei hingga pertengahan Juni ini telah merespon hal tersebut dengan mengajukan tujuh program studi baru yakni; Prodi Arsitektur, Statistika, Biologi, Hukum, Sains Informasi Geografi, Kedokteran dan Profesi Dokter.

Selanjutnya, kebijakan kedua berkaitan dengan Re-Akreditasi Otomatis. Hal ini juga telah ditanggapi dengan baik oleh UIN Jambi hampir sebagian besar prodi telah melaksanakannya dengan mendapatkan peningkatan yang sebelumnya terakreditasi Baik menjadi Baik Sekali. Seperti yang diterima oleh Prodi Ilmu Perpustakaan dan Ilmu Pemerintahan.

 

Kebijakan yang ketiga yakni terkait Kebebasan bagi PTN Badan Layanan Umum (BLU) dan Satuan Kerja (Satker) untuk menjadi PTN Badan Hukum (PTN BH). Terkait hal ini UIN Jambi telah menjadi kampus BLU sejak 2009 serta langkah untuk menjadi PTN BH kita sedang menunggu kebijakan dari Kementerian Agama RI.

 

Terakhir, kebijakan Kampus Mereka yang keempat akan memberikan hak kepada mahasiswa untuk mata kuliah di luar Program Studi dan melakukan perubahan Satuan Kredit Semester (SKS). UIN Jambi sudah mengambil langkah untuk ini diawali dengan beberapa prodi yang telah menerapkan Kampus Merdeka ini secara bertahap dan melakukan MoU bersama perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri seperti Universitas Indonesia dan Michigan State University (MSU) United States of Amerika serta kerjasama dengan platform penggerak pendidikan yang berbasis digital seperti PT.Indostreling dan PT. Win Management (QuBisa), tutup beliau saat menyampaikan sambutannya.

__________________________________________________________________

disadur dari: www.unja.ac.id

Redaktur: Azizi, S.Kom., M.Si

Jurnalis Foto: Budi Prasetyo, S.E

Editor:Maulana Abdul Ghaffar, S.IP