Home / Berita Terbaru / UIN STS Berpartisipasi Dalam Jambi Syariah Expo

UIN STS Berpartisipasi Dalam Jambi Syariah Expo

Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi turut berpartisipasi mendirikan stand dalam Jambi Syariah Expo (JSE) pada tanggal 8 s.d. 10 September 2018.

Pada kesempatan ini UIN STS Jambi menampilkan hasil kreatifitas mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, berupa fashion, makanan, minuman, buket bunga, dan kreatifitas hena.

Wakil Dekan I, Dr. Rafidah, M. E.I. menjelaskan kegiatan kreatifitas mahasiswa di kelola dalam wadah genBI dan lembaga incubator FEBI. “Ada mata kuliah Islamic Entrepreneurship yang merupakan mata kuliah dasar universitas, di FEBI mata kuliah ini dilanjutkan dengan praktikum. Sehingga mahasiswa diharapkan memiliki produk yang dapat dihasilkan dari mata kuliah ini,”jelas Rafidah,

Lebih lanjut Beliau mengatakan alumni FEBI harus memiliki core values yaitu excellent Islamic entrepreneurship, memiliki kecerdasan, pengetahuan, dan berjiwa entrepreneur yang agamis. Sehingga kegiatan ini merupakan sosialisasi visi UIN Jambi dan FEBI.

Dikatakan Bayu Martanto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Jambi memiliki semua potensi untuk mengembangkan industri halal.

Hal tersebut dikatakannya pada saat malam pembukaan Jambi Syariah Expo (JSE) 2018 di WTC Batanghari Jambi, Sabtu (8/9).

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi terus membaik dan tercatat 4,70 persen secara tahunan di triwulan II-2018, serta inflasi yang cukup terjaga sebesar 3,48 persen secara tahunan pada Agustus 2018.

Menurutnya, kedua faktor tersebut dapat menopang daya beli masyarakat, khususnya diperkotaan sebagai konsumen utama berbagai produk halal.

“Perkembangan yang begitu cepat dewasa ini mendorong terciptanya evolusi di industri keuangan syariah, industri keuangan syariah yang berkolaborasi dengan industri lainnya serta merespon kebutuhan masyarakat telah mendorong terciptanya industri halal,” ujarnya.

Pada perkembangannya, cakupan industri halal berhasil melepaskan stigma dari sebatas industri makanan serta mendorong terciptanya kampanye masif berupa gaya hidup baru yaitu Halal Life Style.

“Contoh indikasi dari viralnya gaya hidup halal dapat dilihat dari concern masyarakat terhadap kehalalan berbagai produk kesehatan, obat-obatan, kosmetik dan kecantikan, bahkan permintaan produk halal juga telah merambah kepada sektor jasa seperti pariwisata,” ucapnya.

Berdasarkan tren global tersebut, ia mengatakan, sudah waktunya bersama-sama memanfaatkan momentum yang baik ini untuk memasyarakatkan gaya hidup halal untuk pengembangan ekonomi daerah, khususnya di Provinsi Jambi.

“Selain sebagai konsumen, dominan kaum muda juga dapat menjadi katalis pengembangan sektor industri halal melalui penciptaan berbagai inovasi,” imbuhnya.

About syafitri

Check Also

Radikalisme Jadi Tema Konferensi Sarjana Muslim se dunia di Indonesia

Persoalan Radikalisme dan inklusifisme dalam Islam menjadi tema utama yang dibicarakan dalam pertemuan para sarjana …