UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Menjalin Kerjasama dengan Kampus di Amerika Serikat

UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Menjalin Kerjasama dengan Kampus di Amerika Serikat

UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menjalin kerjasama dengan Michigan State University (MSU), Amerika Serikat. Salah Satu bentuk kerjasama yang tengah dibangun adalah Lecuterer Exchange Program, di mana dosen dari MSU menjadi pemateri pada Webinar Internasional setiap bulan. Sedangkan dosen di UIN Sutha Jambi akan menjadi dosen tamu pada beberapa kelas di MSU.

Kerjasama dua belah pihak kali ini dimulai dengan International Webinar Series #1, di mana Direktur Asian Studies Center MSU, Prof. Siddarth Chandra menjadi pemateri dengan tema “Mortality from the Influenza pandemic of 1918-19 in Indonesia”.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Prof. Dr. H. Su’aidi, MA., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Su’aidi berterimakasih kepada MSU, terutama Asian Studies Center yang bersedia menjadi penghubung kegiatan partnership dengan MSU. Prof. Rektor lebih lanjut mengharapkan agar kerjasama antara kedua universitas tidak hanya sebatas pada lecturer exchange, namun juga pada kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Apalagi saat ini, UIN Jambi tengah berbenah untuk menjadi lokomotif perubahan sosial.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Direktur Asian Studies. Prof. Siddarth Chandra memulai dengan sambutan positif atas kerjasama yang tengah dibangun dengan UIN Jambi serta mempunyai harapan sama, agar kegiatan kerjasama ini dapat terus berlanjut pada tahap yang lebih serius dan lebih luas cakupannya.

Selanjutnya dosen Ekonomi MSU berdarah India ini mamparkan sejarah dan kondisi pandemi di Indonesia pada kurun waktu 1918-19. Pak Siddarth, lebih lanjut memaparkan hasil penelitian berupa analisis data komparatif kasus Pandemik antara Indonesia, India, dan Amerika Serikat, dan negara-negara lain. Khusus, Indonesia, Prof. Chandra mengemukakan statistik dan demografi kasus pandemik yang terjadi di Pulau Jawa yang merenggut banyak korban saat itu. Hal ini wajar, karena pada saat itu belum ditemukan vaksin anti-virus, serta belum tersediannya platform informasi sepertia saat ini. Analisis data tersebut tentunya dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam mengurangi dampak Covid-19 yang hingga saat ini belum dapat dikendalikan.

 

Sebagai penutup Dr. Siddarth Chandra mengundang akademisi di Jambi untuk dapat meneliti, atau minimal merekam setiap kejadian yang tengah terjadi di tengah masyarakat seperti kasus pandemi saat ini. Karena dokumen terhadap suatu kasus akan menjadi informasi krusian di kemudian hari. Selain itu, kajian tentang pandemi tentunya dapat diangkat dari berbagai aspek ilmu pengetahuan.

Ada 255 peserta yang mendaftar untuk mengikuti kegiatan ini, didominasi oleh dosen dan mahasiswa. Kegiatan ini dihadiri pula oleh akademisi dari luar UIN Sulthan Thaha Saifudin Jambi baik dari dosen, guru maupun umum di antaranya dari Sumatera Barat, Riau, Jakarta, Yogyakarta, Kepri, bahkan Nusa Tenggara Timur.