Peningkatan Kompetensi Bendahara, UIN STS Jambi Perkuat Tata Kelola Keuangan Menuju Kampus Berdampak

Berita 3 menit baca 40 kali dilihat
Peningkatan Kompetensi Bendahara, UIN STS Jambi Perkuat Tata Kelola Keuangan Menuju Kampus Berdampak

JAMBI – Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi terus memperkuat tata kelola keuangan yang akuntabel dan profesional. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kompetensi Bendahara di lingkungan UIN STS Jambi. Kegiatan berlangsung di Amphiteater Lantai 4 Gedung Rektorat, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN STS Jambi, Dr. Pahmi SY, M.Si. Selain itu, kegiatan diikuti Wakil Dekan II, bendahara pembantu pengeluaran, serta pengelola keuangan dari setiap unit kerja. Seluruh peserta memperoleh pembekalan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan di lingkungan universitas.

Dalam sambutannya, Dr. Pahmi menegaskan pentingnya perencanaan program kerja yang matang. Menurutnya, perencanaan menjadi fondasi utama dalam menciptakan tata kelola keuangan yang efektif. Karena itu, setiap unit kerja harus menyusun program secara terukur dan sesuai kebutuhan.

Ia mengajak seluruh bendahara, Wakil Dekan, dan Kepala Bagian menyusun rencana kerja secara maksimal. Rencana tersebut harus menghasilkan output yang jelas dan mudah diukur. Selanjutnya, setiap program diharapkan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kampus. “Seluruh program harus direncanakan dengan baik. Outputnya harus jelas, terukur, dan memberikan dampak positif bagi kemajuan universitas,” ujar Dr. Pahmi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh sivitas akademika memiliki tanggung jawab yang sama. Tanggung jawab tersebut adalah mewujudkan tata kelola yang semakin berkualitas. Dengan demikian, target besar UIN STS Jambi sebagai Kampus Berdampak dapat tercapai melalui kerja bersama.

Menurutnya, pengelolaan keuangan yang baik tidak hanya berorientasi pada penyerapan anggaran. Namun, pengelolaan tersebut juga harus mampu menghasilkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Oleh sebab itu, setiap rupiah anggaran harus dikelola secara efektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain memperkuat kapasitas bendahara, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan sistem pengendalian internal di lingkungan UIN STS Jambi. Kegiatan tersebut digagas oleh Satuan Pemeriksa Internal (SPI) UIN STS Jambi sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas tata kelola keuangan yang akuntabel, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kepala Satuan Pemeriksa Internal (SPI) UIN STS Jambi, Dr. Novi Mubyarto, mengatakan bahwa peningkatan kompetensi pengelola keuangan menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan regulasi pengelolaan keuangan negara. Menurutnya, bendahara dan pengelola keuangan harus terus memperbarui pemahaman agar mampu menjalankan tugas secara profesional.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menambah pemahaman para bendahara dan seluruh pengelola keuangan di lingkungan UIN STS Jambi. Dengan meningkatnya kompetensi, pengelolaan keuangan akan semakin tertib, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Dr. Novi Mubyarto.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia merupakan salah satu langkah strategis dalam meminimalkan potensi kesalahan administrasi maupun pertanggungjawaban keuangan. Oleh karena itu, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan dan peningkatan kualitas tata kelola keuangan kampus.

Sementara itu, kegiatan peningkatan kompetensi menghadirkan narasumber dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jambi. Kehadiran narasumber akan memperkuat pemahaman peserta terhadap regulasi terbaru di bidang keuangan negara.

Pada sesi pertama, Tomy Sabila Rosadi menyampaikan materi mengenai penatausahaan dan pengelolaan keuangan oleh bendahara. Ia menjelaskan berbagai ketentuan administrasi keuangan yang harus dipahami oleh bendahara. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai tata kelola administrasi yang sesuai dengan peraturan perbendaharaan.

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Kusmana. Ia membahas pertanggungjawaban serta penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara. Dalam paparannya, peserta diberikan penjelasan mengenai tahapan penyusunan LPJ yang benar. Peserta juga mendapatkan pemahaman tentang pentingnya kelengkapan dokumen pendukung dalam setiap transaksi keuangan.

Di sisi lain, peningkatan kapasitas bendahara menjadi bagian penting dalam mendukung reformasi birokrasi di lingkungan UIN STS Jambi. Kompetensi yang terus diperbarui akan memperkuat kualitas pelayanan administrasi. Pada akhirnya, tata kelola keuangan yang profesional akan mendukung pencapaian target pembangunan institusi secara berkelanjutan.

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved. UTIPD 2026.