Riset MoRA, UIN STS Jambi Hadirkan Lima Pakar Bahas Etika Perang
JAMBI – Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi menggelar Workshop Pemikiran Islam Indonesia bertema “Etika Perang dan Perdamaian”. Kegiatan ini menghadirkan lima akademisi dan pakar untuk memperdalam kajian mengenai etika perang serta upaya membangun perdamaian.
Workshop berlangsung di Amphitheatre Lantai 4 Gedung Rektorat UIN STS Jambi, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian riset Kementerian Agama (MoRA) yang diketuai Agus Salim, Ph.D. Peserta kegiatan berasal dari berbagai perguruan tinggi dan disiplin keilmuan. Mereka terdiri atas dosen dan mahasiswa Fakultas Syariah, Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, serta Fakultas Adab dan Humaniora UIN STS Jambi.
Selain itu, hadir juga dosen dan mahasiswa Universitas Jambi (Unja) turut mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran peserta lintas perguruan tinggi diharapkan memperluas perspektif akademik dalam membahas persoalan perang dan perdamaian.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II UIN STS Jambi, Dr. Pahmi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan workshop yang dinilai memiliki kontribusi penting.
Menurut dia, pembahasan mengenai etika perang tidak hanya relevan dalam konteks nasional. Isu tersebut juga memiliki keterkaitan dengan upaya menjaga perdamaian dan keberlanjutan kehidupan masyarakat internasional.
“Workshop ini sangat berkelas, memberikan kontribusi yang luar biasa bahkan untuk dunia internasional, damai untuk keberlanjutan dunia ini. Dengan memanusiakan manusia kita bisa hidup secara damai,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wakil Rektor II menyoroti pentingnya memahami dampak perang terhadap keberlangsungan kehidupan manusia. Menurutnya, peperangan tidak hanya menimbulkan kerugian dalam jangka pendek.
Dampak negatif perang juga dapat memengaruhi kehidupan generasi berikutnya. Oleh karena itu, pemahaman mengenai etika perang menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kemanusiaan.
“Ada sisi keberlanjutan hidup ke generasi berikutnya tentang bagaimana negatifnya perang dalam hal tersebut, sehingga di sanalah pentingnya etika perang,” katanya.

Untuk memperdalam pembahasan, workshop menghadirkan lima narasumber yang memiliki keahlian dalam bidang keilmuan terkait. Mereka memberikan perspektif akademik mengenai hubungan pemikiran Islam, etika perang, dan perdamaian.
Empat narasumber hadir secara langsung di lokasi kegiatan. Mereka adalah Prof. Dr. Lindra Darnela, S.Ag., M.Hum., Dr. Ayang Utriza Yakin, Zezen Zaenal Mutaqin, Ph.D., serta Prof. Dr. Jajang A. Rohmana, M.Ag.
Sementara itu, narasumber kelima, Fajri Matahati Muhammadin, S.H., LL.M., Ph.D., mengikuti workshop secara daring. Kehadiran narasumber melalui dua metode tersebut memungkinkan pertukaran gagasan berlangsung lebih luas.
Melalui workshop ini, UIN STS Jambi mendorong penguatan diskursus akademik mengenai isu-isu kemanusiaan. Pembahasan etika perang dan perdamaian juga diharapkan memperkaya perspektif mahasiswa serta dosen.
Selain itu, forum akademik lintas perguruan tinggi ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan. Dengan demikian, kajian pemikiran Islam dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan gagasan perdamaian yang berkelanjutan.