JAMBI – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Jamaluddin memimpin rapat koordinasi bersama organisasi mahasiswa, Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Wakil Rektor lantai tiga rektorat UIN STS Jambi.
Pertemuan ini membahas perencanaan dan penganggaran program kerja organisasi mahasiswa yang berdampak bagi masyarakat. Terlihat hadir dalam rapat, pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa, Unit Kegiatan Khusus, Senat Mahasiswa, dan Dewan Eksekutif Mahasiswa.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri bagian akademik kampus dan diikuti 12 pimpinan organisasi mahasiswa. Dalam arahannya, Jamaluddin menekankan pentingnya menyusun program kerja yang sejalan dengan Indikator Kinerja Utama rektor.

Menurut Dr. Jamaluddin, organisasi mahasiswa harus menghadirkan kegiatan yang memberi manfaat nyata kepada masyarakat. Ia menilai kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penelitian semata.
Namun, kampus juga harus mampu menjadi ruang pengabdian yang memberikan dampak sosial berkelanjutan. “Menyiapkan UKM, UKK, SEMA, dan DEMA yang memiliki kegiatan berdampak. Terutama kegiatan harus sejalan dengan IKU Rektor bahwa kampus harus berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Selanjutnya, WR III mengingatkan pentingnya pelaksanaan program kerja yang terukur dan berjalan optimal. Ia meminta seluruh organisasi mahasiswa menjaga konsistensi pelaksanaan kegiatan sesuai rencana yang telah disusun.
Selain pelaksanaan kegiatan, aspek administrasi juga menjadi perhatian dalam rapat koordinasi ini. Karena itu, ia meminta seluruh laporan kegiatan diselesaikan tepat waktu sesuai ketentuan kampus. “Pastikan kegiatan kita berjalan, dan jangan lupa laporan harus tepat waktu,” tegasnya.
WR III juga mendorong organisasi mahasiswa untuk lebih aktif memanfaatkan peluang pengembangan kegiatan kemahasiswaan. Menurut dia, banyak kesempatan yang dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan kualitas organisasi mahasiswa di kampus.
Peluang tersebut mencakup kerja sama, pengembangan kompetensi, hingga program pemberdayaan masyarakat berbasis mahasiswa. “Sebisa mungkin memanfaatkan peluang yang ada,” katanya.
Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan komitmennya untuk segera menindaklanjuti berbagai usulan kegiatan mahasiswa. Ia memberi kesempatan kepada setiap organisasi mahasiswa untuk menyerahkan proposal kegiatan dalam waktu dekat.
Meski demikian, ia menegaskan setiap program harus memiliki dampak nyata dan manfaat terukur bagi masyarakat. “Saya berkomitmen dalam minggu ini menerima proposal kegiatan dari kalian, dan kegiatannya harus berdampak,” tambahnya.
WR III turut menyoroti pentingnya transformasi digital pada organisasi mahasiswa. Menurut dia, digitalisasi menjadi tantangan baru yang perlu dijawab kepengurusan organisasi mahasiswa saat ini.
Karena itu, ia berharap UKM dan organisasi mahasiswa lainnya mulai mengembangkan sistem kerja berbasis digital. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efektivitas organisasi dan memperluas jangkauan pelayanan mahasiswa. “UKM dan UKK kalau bisa digital, ini menjadi tantangan untuk pengurus baru,” ungkapnya.
Setelah arahan dari WR III selesai, rapat dilanjutkan dengan pemaparan rancangan program kerja masing-masing organisasi mahasiswa. Setiap pimpinan organisasi diberikan kesempatan menyampaikan rencana kegiatan dan kebutuhan anggaran yang diperlukan.
Selain membahas program kerja, forum itu juga menjadi ruang diskusi terkait berbagai kendala organisasi mahasiswa. Kampus juga berharap kegiatan mahasiswa mampu mendukung penguatan peran perguruan tinggi di tengah masyarakat.