UIN Jambi Hadiri Konferensi AIUA di Jakarta, Bahas Transformasi Pendidikan Islam untuk Perdamaian Global
JAKARTA — Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berpartisipasi aktif dalam Pertemuan Tahunan ke-15 dan Konferensi Internasional Asian Islamic Universities Association (AIUA). Perhelatan regional ini diselenggarakan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta selama tiga hari, mulai Selasa (23/6/2026) hingga Kamis (25/6/2026).
AIUA merupakan asosiasi perguruan tinggi Islam se-Asia yang didirikan untuk memperkuat kerja sama, meningkatkan mutu pendidikan, serta memperluas jaringan akademik. Saat ini, keanggotaan AIUA mencakup puluhan institusi pendidikan tinggi Islam dari berbagai negara di Asia, seperti Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina, hingga Maladewa.Tahun ini, konferensi internasional tersebut mengusung tema “Transforming Islamic Higher Education for Advancing Global Peace, Resilience, and Inclusive Development”. Selain berfokus pada transformasi, agenda ini dirancang untuk meningkatkan kerja sama regional yang lebih erat antar-kampus Islam di kawasan Asia Tenggara.Acara dibuka dengan pemaparan dari Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla serta Ace Hasan Syadzily selaku pembicara kunci (keynote speakers).
Dalam pidatonya, Jusuf Kalla menggarisbawahi berbagai peluang strategis serta tantangan nyata yang tengah dihadapi oleh dunia pendidikan tinggi Islam saat ini.Setelah sesi pembuka, konferensi dilanjutkan dengan diskusi paralel yang menghadirkan sejumlah pakar dan akademisi terkemuka di Asia Tenggara. Di antaranya adalah Prof. Dr. Sukree Langputeh (IIT Thailand), Prof. Noorhaidi (UIN Yogyakarta), Dr. Hambali Jaili (Unissa Brunei), Prof. Dr. Wan Sabri (USAS Malaysia), dan Prof. Dr. Mujiburrahman (UIN Antasari Banjarmasin).Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. Kasful Anwar M.Pd, menyampaikan bahwa forum ini merupakan momentum krusial bagi masa depan pendidikan tinggi Islam, khususnya di kawasan regional.
“Konferensi ini adalah pertemuan akademik yang sangat penting untuk menata kembali peran universitas Islam di Asia Tenggara. Islam adalah agama mayoritas, namun apakah Islam sudah diinternalisasi dengan baik sehingga memberikan warna dan manfaat untuk higher education di Asia Tenggara dan beyond,” ujar Kasful Anwar dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).

