UIN STS Jambi Perkuat Pelayanan Administratif Inklusif bagi Tenaga Kependidikan
JAMBI – UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi memperkuat komitmen sebagai kampus inklusif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan teknis bagi tenaga kependidikan. Kegiatan berlangsung Kamis (27/8/2026) di Amphiteater Lantai 4 UIN STS Jambi.
Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, Keuangan dan Kepegawaian UIN STS Jambi, Dr. H. Muhammad Abdu, S.Pd.I., M.M., membuka kegiatan secara resmi. Ia hadir mewakili Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd.

Dalam arahannya, Muhammad Abdu menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan di lingkungan kampus. Menurutnya, predikat unggul harus tercermin dalam seluruh aspek pelayanan. “Unggul itu pelayanan juga harus unggul,” ujar Muhammad Abdu dalam arahannya.
Ia menjelaskan bahwa keunggulan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari aspek akademik. Selain itu, kualitas kurikulum juga bukan satu-satunya indikator keunggulan perguruan tinggi.
Menurutnya, pelayanan administratif menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman sivitas akademika. Karena itu, tenaga kependidikan memiliki peran strategis dalam mewujudkan pelayanan berkualitas. “Unggul bukan hanya dari sisi akademik dan kurikulum. Tetapi juga dari pelayanan,” katanya.
Selanjutnya, ia berharap pelatihan tersebut meningkatkan pemahaman tenaga kependidikan mengenai pelayanan inklusif. Pemahaman itu diharapkan dapat diterapkan pada setiap fakultas dan unit kerja. “Kegiatan hari ini bertujuan agar para tenaga kependidikan memahami pelayanan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh tenaga kependidikan membangun budaya pelayanan yang ramah dan berdampak. Menurutnya, pekerjaan pelayanan memiliki nilai penting bagi banyak orang. “Mari kita menjadi pelayan yang baik agar hidup kita berdampak bagi banyak orang,” katanya.
Terlebih, UIN STS Jambi telah mengikrarkan diri sebagai kampus inklusif. Oleh sebab itu, komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui sikap dan pelayanan sehari-hari. Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang yang relevan. Narasumber pertama adalah Ika Noor Hidayati, Guru SLBN Sri Soedewi Jambi.

Sementara itu, narasumber kedua adalah Nisaul Fadilah, Ph.D., Korpus PGAD UIN STS Jambi. Keduanya memberikan perspektif mengenai pelayanan bagi lingkungan pendidikan yang inklusif. Dalam kesempatan tersebut, Korpus PGAD UIN STS Jambi menyoroti tingginya animo masyarakat terhadap UIN STS Jambi. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya ketertarikan mahasiswa difabel terhadap UIN STS Jambi.
Karena itu, kampus perlu terus melakukan pembenahan secara menyeluruh. Pembenahan tersebut mencakup aspek sarana dan prasarana serta sikap dalam memberikan pelayanan. Menurutnya, fasilitas yang aksesibel perlu berjalan beriringan dengan pelayanan yang ramah. Dengan demikian, mahasiswa difabel dapat memperoleh layanan pendidikan secara setara.
Selain itu, seluruh unsur kampus perlu memahami makna inklusivitas secara lebih luas. Inklusivitas tidak sebatas penyediaan fasilitas bagi kelompok tertentu. “Inklusif berarti tidak membedakan berdasarkan karakter tertentu,” jelasnya.
Dengan demikian, pelatihan ini dapat menjadi langkah strategis memperkuat budaya pelayanan di UIN STS Jambi. Tenaga kependidikan diharapkan mampu memberikan layanan yang profesional, ramah, dan nondiskriminatif.
Bagikan: