FUSA Akademi Resmi Diluncurkan, Perkuat Kompetensi dan Keterampilan Mahasiswa UIN STS Jambi
JAMBI – Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi meluncurkan program FUSA Akademi. Program tersebut dirancang untuk memperkuat praktikum mahasiswa sekaligus mendukung pencapaian profil lulusan program studi dan fakultas.
Launching FUSA Akademi berlangsung Kamis (10/9/2026) di Masjid Ash-Shahabah UIN STS Jambi. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor III UIN STS Jambi, Dr. Jamaluddin, M.Pd.I. Selain itu, hadir Dekan FUSA Dr. H. Zikwan, M.Ag., serta jajaran pimpinan fakultas. Turut hadir Wakil Dekan I Prof. D.I. Ansusa Putra, Lc., M.A.Hum. Kemudian, Wakil Dekan II dan III, ketua dan sekretaris program studi, serta Gugus Jaminan Mutu. Kepala Laboratorium, tenaga kependidikan, dan mahasiswa FUSA juga mengikuti kegiatan tersebut.
Rutin Setiap Kamis
FUSA Akademi merupakan program penguatan praktikum yang dilaksanakan secara rutin setiap Kamis pagi. Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Ash-Shahabah atau Lantai 7 Gedung Classroom (GCR). Peserta program merupakan mahasiswa FUSA semester 1 hingga semester 5.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan penguatan kemampuan akademik. Namun, mahasiswa juga memperoleh berbagai keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan sosial dan dunia kerja. Selain itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan diri dan pembentukan karakter mahasiswa.
Karena itu, FUSA Akademi menghadirkan sejumlah kegiatan yang terintegrasi dengan kebutuhan profil lulusan FUSA. Kegiatan tersebut mencakup sosial kemasyarakatan, penulisan dan penelitian, public speaking, serta tahsin dan tahfiz Al-Qur’an.
Pada bidang sosial kemasyarakatan, mahasiswa diarahkan meningkatkan kepedulian sosial dan kemampuan berinteraksi.Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengalaman pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, kegiatan penulisan dan penelitian diarahkan untuk meningkatkan kemampuan akademik mahasiswa. Mahasiswa dilatih menyusun karya ilmiah, melakukan penelitian, dan membangun tradisi akademik.
Selanjutnya, kegiatan public speaking menjadi sarana mengasah kemampuan komunikasi mahasiswa. Mahasiswa juga dilatih menyampaikan gagasan, melakukan presentasi, dan berbicara di hadapan publik.
Adapun tahsin dan tahfiz Al-Qur’an bertujuan memperkuat kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat nilai keislaman sebagai bagian dari identitas keilmuan mahasiswa FUSA.
Perkuat Profil Lulusan
Wakil Dekan I FUSA, Prof. D.I. Ansusa Putra, menyampaikan pentingnya penguatan keterampilan mahasiswa. Menurutnya, pendidikan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan penguasaan teori di ruang kelas. Mahasiswa juga membutuhkan ruang untuk mempraktikkan pengetahuan yang telah diperoleh selama proses pembelajaran. Selain itu, mahasiswa perlu mengembangkan keterampilan sebagai bekal setelah menyelesaikan pendidikan.
Sementara itu, Dekan FUSA Dr. H. Zikwan mengapresiasi pelaksanaan FUSA Akademi. Menurutnya, program tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas mahasiswa. Program ini juga diharapkan memperkuat pencapaian profil lulusan FUSA secara lebih terarah. FUSA Akademi diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertumbuh dalam pengetahuan dan keterampilan.
Di samping itu, program tersebut diarahkan membentuk karakter, kemampuan komunikasi, serta kepedulian sosial mahasiswa.
Bagian dari Pembinaan Mahasiswa
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor III UIN STS Jambi, Dr. Jamaluddin, membuka FUSA Akademi secara resmi. Kehadiran pimpinan universitas menunjukkan dukungan terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa di lingkungan fakultas. “FUSA Akademi merupakan langkah positif untuk membentuk mahasiswa yang memiliki kompetensi akademik dan keterampilan pendukung,” ujar Jamaluddin.
Lebih lanjut, FUSA Akademi memiliki posisi penting dalam sistem pembinaan mahasiswa FUSA. Program tersebut bersifat wajib bagi mahasiswa semester 1 hingga semester 5. Selain itu, FUSA Akademi menjadi bagian dari pemenuhan 10 poin Satuan Kredit Kegiatan (SKK). Pemenuhan poin tersebut menjadi salah satu syarat pendaftaran seminar proposal bagi mahasiswa.
Dengan demikian, FUSA Akademi bukan sekadar kegiatan tambahan dalam proses pendidikan mahasiswa. Sebaliknya, program tersebut menjadi bagian dari pembinaan mahasiswa secara terarah dan berkelanjutan.
Melalui FUSA Akademi, fakultas berupaya menghubungkan pengetahuan, keterampilan, pengalaman, karakter, dan nilai-nilai keislaman. “Kami berharap FUSA Akademi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berlatih, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja,” ujarnya.
Launching program tersebut menjadi langkah awal membangun budaya akademik yang lebih kuat di lingkungan FUSA.



Bagikan: