DWP UIN STS Jambi Gelar Pertemuan Rutin dan Peringatan Maulid Nabi

Berita 3 menit baca 112 kali dilihat
DWP UIN STS Jambi Gelar Pertemuan Rutin dan Peringatan Maulid Nabi

JAMBI – Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menggelar pertemuan rutin, Selasa (15/9/2026). Kegiatan berlangsung di lantai enam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi. Pertemuan kali ini terasa berbeda karena dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ketua DWP UIN STS Jambi, Ny. Asniyati Kasful Anwar, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut Asniyati, kegiatan rutin DWP menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antaranggota. Selain itu, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan bagi keluarga besar DWP. “Pertemuan hari ini terasa berbeda karena kita bertemu di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan,” ujar Asniyati.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Karena itu, kegiatan tidak hanya berisi agenda organisasi, tetapi juga penguatan nilai keislaman.

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Dr. Fadlilah mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota DWP. “Hari ini, sengaja kegiatan dilaksanakan di fakultas Tarbiyah dan Keguruan, agar para ibu-ibu tau keadaan fakultas,” jelasnya.

Selanjutnya, kegiatan diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh penceramah, Hafiq S. Dalam ceramahnya, Hafiq membahas tantangan orangtua dalam mendidik anak pada era digital.

Ia mengutip pandangan Umar bin Khattab mengenai pentingnya memahami perubahan zaman. Menurutnya, orangtua tidak dapat memaksakan anak mengikuti pola kehidupan generasi sebelumnya. Sebab, setiap generasi tumbuh dengan kondisi sosial dan tantangan yang berbeda. “Jangan paksa anakmu sama dengan dirimu pada saat dulu,” kata Hafiq dalam ceramahnya.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi turut memengaruhi pola interaksi dan kepedulian masyarakat. Saat ini, penggunaan telepon seluler dan media sosial semakin melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan, menurut Hafiq, respons masyarakat terhadap berbagai peristiwa juga mengalami perubahan. Ia mencontohkan kondisi ketika orangtua sakit, anak sakit, atau terjadi kecelakaan. Dalam situasi tersebut, sebagian orang justru lebih dahulu mengambil telepon seluler. Kemudian, mereka mengabadikan peristiwa tersebut dan membagikannya melalui media sosial. Karena itu, orangtua perlu memberikan perhatian lebih dalam membentuk karakter anak.

Hafiq kemudian menjelaskan empat posisi anak dalam kehidupan keluarga berdasarkan perspektif Al Quran. Pertama, anak dapat menjadi perhiasan sekaligus sumber kebanggaan bagi orangtua. Hal tersebut antara lain tergambar dalam pembahasan mengenai anak dalam Surah Al-Kahfi dan Surah Al-Furqan.

Kedua, anak dapat menjadi fitnah atau ujian bagi orangtuanya. Artinya, kehadiran anak menjadi ujian terhadap kesabaran dan tanggung jawab orangtua. Ketiga, anak merupakan amanah yang harus dijaga dan dididik dengan sebaik-baiknya. Amanah tersebut mencakup pendidikan, kasih sayang, pembentukan karakter, serta penanaman nilai agama. Keempat, anak juga dapat menjadi musuh bagi orangtuanya. Kondisi tersebut dapat terjadi apabila pendidikan dan pembinaan anak tidak dilakukan secara tepat.

Oleh karena itu, Hafiq mengajak para orangtua untuk memperhatikan pola pengasuhan sejak dini. Ia juga memberikan sejumlah tips agar anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang baik. Pertama adalah memberikan kasih sayang kepada anak. Kasih sayang menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun hubungan antara orangtua dan anak. Dengan kasih sayang, anak diharapkan merasa aman, dihargai, dan memiliki tempat untuk berkomunikasi.

Selanjutnya, orangtua perlu menerapkan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Hafiq, anak tidak hanya belajar melalui nasihat yang disampaikan orangtuanya. Sebaliknya, anak juga belajar melalui perilaku yang mereka lihat setiap hari. Karena itu, orangtua perlu menunjukkan contoh nyata dalam sikap, ucapan, dan tindakan. Melalui kasih saying dan keteladanan, pendidikan anak diharapkan dapat berlangsung secara lebih efektif.

Pertemuan DWP UIN STS Jambi tersebut kemudian menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan peran keluarga dalam menghadapi perubahan zaman. Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Bagikan:

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved.