LAMGAMA Resmi Diluncurkan, Rektor UIN STS Jambi Dukung Penguatan Akreditasi Keagamaan

Berita 3 menit baca 344 kali dilihat
LAMGAMA Resmi Diluncurkan, Rektor UIN STS Jambi Dukung Penguatan Akreditasi Keagamaan

JAKARTA – Lembaga Akreditasi Mandiri Keagamaan (LAMGAMA) resmi diperkenalkan melalui kegiatan Grand Launching di Jakarta. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta, Rabu (10/9/2026).

Kehadiran LAMGAMA menjadi momentum penting dalam memperkuat sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi keagamaan. Khususnya, lembaga tersebut hadir untuk mendukung akreditasi Program Studi Rumpun Ilmu Agama (PSRIA) di Indonesia.

Selain itu, peluncuran LAMGAMA memperkuat komitmen terhadap pengelolaan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut dihadiri Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta BAN-PT. Selanjutnya, hadir pula pimpinan perguruan tinggi, Kopertais, dan asosiasi program studi rumpun ilmu agama. Lembaga Penjaminan Mutu perguruan tinggi keagamaan juga turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Dengan demikian, Grand Launching LAMGAMA menjadi ruang untuk membangun kesamaan persepsi mengenai pelaksanaan akreditasi. Forum tersebut juga membahas penguatan budaya mutu pada program studi rumpun ilmu agama.

Dirjen Pendidikan Islam sekaligus pemrakarsa lahirnya LAMGAMA, Amien Suyitno, menyampaikan pentingnya kehadiran lembaga tersebut. Menurut dia, LAMGAMA menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi keagamaan.

Ia menegaskan bahwa akreditasi tidak boleh hanya berorientasi pada pemenuhan persyaratan administratif. Sebaliknya, akreditasi harus menjadi instrumen untuk mendorong peningkatan kualitas program studi secara berkelanjutan. “Kehadiran LAMGAMA merupakan ikhtiar bersama untuk memperkuat penjaminan mutu pendidikan tinggi keagamaan,” ujar Amien.

Menurutnya, proses akreditasi harus memastikan program studi terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Karena itu, penilaian akreditasi perlu melihat perkembangan tata kelola dan relevansi pendidikan. Selain itu, kualitas lulusan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan keilmuan. Dengan pendekatan tersebut, akreditasi diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi keagamaan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin, menekankan pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan. Sinergi tersebut mencakup LAMGAMA, perguruan tinggi, pemerintah, asosiasi keilmuan, dan lembaga penjaminan mutu.

Menurut Kamaruddin, kolaborasi diperlukan agar proses akreditasi berjalan profesional, objektif, dan transparan. Lebih jauh, proses tersebut harus tetap berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan tinggi keagamaan.

Kamaruddin menilai penguatan lembaga akreditasi mandiri menjadi bagian dari peningkatan tata kelola pendidikan tinggi. Tata kelola tersebut diharapkan semakin profesional, akuntabel, dan sesuai karakteristik pendidikan tinggi keagamaan. “Penguatan mutu pendidikan tinggi keagamaan harus menjadi agenda bersama,” kata Kamaruddin.

Menurutnya, kehadiran LAMGAMA menunjukkan penguatan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi keagamaan. Selain itu, LAMGAMA diharapkan mampu membangun sistem akreditasi yang lebih profesional dan sesuai kebutuhan.

Kamaruddin juga berharap LAMGAMA tidak hanya berkiprah pada tingkat nasional. Namun, lembaga tersebut diharapkan mampu memiliki kiprah lebih luas di panggung internasional.

Pada kesempatan tersebut, Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat. Ia menyampaikan selamat atas resmi diluncurkannya LAMGAMA sebagai lembaga akreditasi mandiri keagamaan.

Menurutnya, kehadiran LAMGAMA menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya mutu perguruan tinggi keagamaan. Selain itu, LAMGAMA diharapkan dapat mendorong program studi meningkatkan kualitas akademik dan tata kelola.

Dengan demikian, proses akreditasi tidak berhenti pada pemenuhan dokumen dan persyaratan administratif. Sebaliknya, akreditasi diharapkan menjadi bagian dari proses perbaikan mutu yang dilakukan secara berkelanjutan.

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved.