Dua Tahun Asta Cita, Rektor UIN Jambi Apresiasi Jutaan Umat Rasakan Manfaat Kinerja Kemenag

Berita 5 menit baca 114 kali dilihat
Dua Tahun Asta Cita, Rektor UIN Jambi Apresiasi Jutaan Umat Rasakan Manfaat Kinerja Kemenag

JAMBI — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., mengapresiasi capaian dua tahun Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program tersebut antara lain menyasar akses pendidikan, kesejahteraan guru, kesehatan dan pemenuhan gizi siswa serta santri, hingga pemberdayaan ekonomi umat..

Apresiasi tersebut sejalan dengan pemaparan capaian kinerja Kementerian Agama bertajuk “2 Tahun Asta Cita Kinerja Kemenag, Manfaat untuk Umat”. Dalam forum tersebut, Kementerian Agama menegaskan kontribusinya melalui berbagai program strategis, mulai dari perluasan akses pendidikan dan beasiswa, peningkatan kesejahteraan pendidik, penguatan ekoteologi, hingga pengembangan ekonomi umat dan peningkatan kualitas layanan keagamaan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, berbagai program tersebut merupakan bagian dari kontribusi Kemenag dalam mendukung empat Asta Cita yang berkaitan erat dengan tugas dan fungsi Kementerian Agama, yakni Asta Cita ke-3, ke-4, ke-7, dan ke-8.

“Kalau ditanya apa yang ingin kami capai dari seluruh ikhtiar tersebut, jawabannya sederhana dan sekali lagi ini menjadi amanah Presiden Prabowo, yaitu kami ingin kehadiran negara melalui Kementerian Agama semakin dirasakan masyarakat,” ujar Menag dalam Konferensi Pers Capaian Dua Tahun Asta Cita, Senin (19/10/2026).

Salah satu jangkauan program terbesar berada di bidang pendidikan. Sepanjang 2025–2026, Program Indonesia Pintar (PIP) menjangkau 5.216.294 siswa madrasah, sekolah pendidikan Kristen, Katolik, dan Hindu dengan anggaran Rp4,07 triliun.

Pada jenjang perguruan tinggi, KIP Kuliah menjangkau 289.255 mahasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Buddha dengan nilai Rp3,032 triliun. Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag–LPDP juga menjangkau 3.659 penerima pada 2024–2025 dengan nilai Rp1,377 triliun.

“Di bidang pendidikan, perhatian utama kami adalah memastikan keterbatasan ekonomi tidak memutus kesempatan anak-anak Indonesia untuk belajar,” tegas Menag.

asta cita

Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa peran Kementerian Agama tidak hanya berkaitan dengan pelayanan administratif keagamaan, tetapi juga memiliki kontribusi strategis dalam pembangunan manusia Indonesia yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.

“Kami mengapresiasi berbagai capaian Kementerian Agama selama dua tahun pelaksanaan Asta Cita. Berbagai program yang dijalankan menunjukkan pentingnya kehadiran negara dalam memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat kerukunan umat beragama, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Bagi perguruan tinggi keagamaan negeri, capaian ini menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa,” ujar Rektor.

Menurut Rektor, perguruan tinggi keagamaan negeri memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Sebagai institusi pendidikan tinggi di bawah Kementerian Agama, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berkomitmen menyelaraskan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, dengan kebutuhan pembangunan dan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan pendidikan yang berkualitas, penguatan budaya akademik, peningkatan produktivitas riset, serta pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemecahan masalah. Perguruan tinggi, menurutnya, tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus membentuk generasi yang memiliki integritas, kepedulian sosial, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Perguruan tinggi keagamaan harus menjadi ruang lahirnya sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas dan kompeten, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, akhlak, integritas, serta tanggung jawab kebangsaan. Pendidikan agama harus mampu berjalan beriringan dengan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan yang dibutuhkan masyarakat,” menjadi salah satu pesan yang dapat ditekankan dalam pernyataan Rektor.

Ia menambahkan, dukungan terhadap program prioritas Kementerian Agama perlu diterjemahkan menjadi agenda konkret di lingkungan perguruan tinggi. Karena itu, pengembangan kurikulum, penelitian, inovasi pembelajaran, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat perlu terus diarahkan agar memberikan dampak yang terukur.

Selain pendidikan, penguatan kerukunan umat beragama menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan nasional. Di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, agama perlu dihadirkan sebagai sumber nilai yang memperkuat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian, dan mendorong penyelesaian persoalan secara damai.

Bagi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, penguatan moderasi beragama merupakan bagian penting dari upaya membangun kehidupan kampus dan masyarakat yang inklusif. Nilai-nilai keagamaan harus menjadi landasan untuk menghormati perbedaan, menolak kekerasan, menjaga persatuan, serta memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Rektor memandang bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas hubungan sosial, integritas masyarakat, serta kemampuan bangsa dalam merawat keberagaman.

Oleh karena itu, perguruan tinggi keagamaan memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan pendidikan yang mengedepankan dialog, penghormatan terhadap perbedaan, dan pembentukan karakter mahasiswa. Lingkungan akademik harus menjadi tempat tumbuhnya pemikiran kritis yang disertai etika, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap martabat manusia.

Capaian Kementerian Agama dalam mendorong penguatan ekoteologi juga menjadi aspek yang relevan bagi pengembangan perguruan tinggi keagamaan. Ekoteologi menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari kesadaran dan tanggung jawab keagamaan, sehingga pelestarian alam tidak hanya dipandang sebagai persoalan ekologis, tetapi juga sebagai persoalan moral.

Dalam konteks Provinsi Jambi, isu lingkungan memiliki arti penting karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan kehidupan masyarakat, kualitas sumber daya alam, dan masa depan generasi mendatang.

UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi memiliki ruang kontribusi melalui penelitian, pendidikan lingkungan, literasi publik, dan pengabdian kepada masyarakat. Sivitas akademika dapat mengambil peran dalam mengembangkan kajian ilmiah, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mendorong praktik pembangunan yang memperhatikan keseimbangan ekologis.

Penguatan ekoteologi juga dapat menjadi titik temu antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami persoalan lingkungan secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan kesediaan untuk mengambil tindakan .

Rektor berharap berbagai program strategis Kementerian Agama dapat terus dikembangkan secara konsisten, disertai evaluasi yang terukur dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program pemerintah pada akhirnya harus tercermin dari manfaat yang dirasakan masyarakat, semakin luasnya kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas, serta semakin kuatnya kehidupan sosial yang harmonis.

“Sebagai bagian dari keluarga besar Kementerian Agama, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Kami berharap sinergi antara Kementerian Agama dan perguruan tinggi keagamaan semakin kuat sehingga pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat benar-benar memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara,” ucapnya. (*)

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved.