Kuliah Umum Fakultas Syariah UIN Jambi Bahas Peluang dan Tantangan Alumni di Masa Depan

Berita 4 menit baca 40 kali dilihat
Kuliah Umum Fakultas Syariah UIN Jambi Bahas Peluang dan Tantangan Alumni di Masa Depan

JAMBI – Fakultas Syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menggelar kuliah umum bagi mahasiswa baru angkatan 2026/2027. Kegiatan berlangsung di Auditorium Chatib Quzwain UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Kamis (3/9/2026).

Hadir Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Ayub Mursalin yang membuka kegiatan secara resmi. Haadir juga Dekan, serta Wakil Dekan Fakultas Syariah. Serta para Ketua dan Sekretaris Program Studi, Kabag Tata Usaha, dan Gugus Jaminan Mutu. Pengelola laboratorium, tenaga kependidikan, dan mahasiswa baru Fakultas Syariah turut mengikuti kegiatan tersebut.

Dengan mengangkat tema “Peluang, Prospek, dan Tantangan Alumni Fakultas Syariah di Masa Mendatang.” Ayub Mursalin mengingatkan mahasiswa untuk beradaptasi dengan budaya akademik dan etika kehidupan kampus. Mahasiswa juga harus memanfaatkan berbagai fasilitas serta peluang pengembangan diri yang tersedia.  “Manfaatkan fasilitas yang ada, berkembanglah dengan bakat yang kalian miliki. Jangan lupakan etika saat bergaul dengan sesama mahasiswa maupun dosen,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. H. Ahmad Syukri, M.A., menyambut mahasiswa baru dalam kegiatan tersebut. Ia mengajak mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kemampuan akademik dan karakter. Menurutnya, mahasiswa Fakultas Syariah perlu memiliki integritas, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab. Mahasiswa juga dituntut mampu berpikir kritis dalam menghadapi berbagai persoalan hukum di masyarakat

Kuliah umum menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Syariah Tahun 2026. Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru memperoleh gambaran mengenai perkembangan dunia hukum dan prospek profesi. Selain itu, mahasiswa harus mempersiapkan kompetensi sejak awal perkuliahan untuk menghadapi dinamika dunia profesional.

Kuliah umum menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman dalam bidang hukum dan akademik. Narasumber tersebut yakni Aprizul Ihsan Hasibuan, S.H., M.H., Ketua Dewan Pimpinan Daerah Kongres Advokat Indonesia Provinsi Jambi. Dan Dr. Ruslan Abdul Ghani, S.H., M.H. merupakan Dosen Fakultas Syariah dan Pascasarjana UIN STS Jambi.

Bahas Luasnya Peluang Profesi Lulusan Fakultas Syariah

Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan luasnya peluang yang dapat dikembangkan lulusan Fakultas Syariah. Kompetensi hukum dan syariah memiliki relevansi dengan berbagai bidang profesi. Peluang tersebut mencakup advokat, akademisi, praktisi hukum, serta bidang profesional lainnya.

Selain penguasaan hukum, lulusan membutuhkan kemampuan analisis untuk menghadapi berbagai persoalan profesional. Karena itu, mahasiswa perlu memahami bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar mengejar pencapaian akademik.

Mahasiswa juga harus membangun kompetensi pendukung yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu keterampilan penting dalam menghadapi persoalan hukum. Selanjutnya, kemampuan komunikasi juga perlu untuk menyampaikan argumentasi secara jelas dan profesional.

Kemampuan analisis hukum diperlukan agar mahasiswa mampu memahami persoalan secara sistematis dan komprehensif. Di sisi lain, integritas menjadi fondasi penting bagi mahasiswa yang nantinya memasuki dunia profesional. Literasi digital juga semakin dibutuhkan seiring berkembangnya teknologi dalam berbagai bidang kehidupan.

Mahasiswa Perlu Mempersiapkan Kompetensi Sejak Awal

Para narasumber juga mendorong mahasiswa baru untuk mulai mempersiapkan diri sejak awal masa perkuliahan. Menurut mereka, penguasaan teori saja belum cukup untuk menghadapi kebutuhan dunia profesional. Mahasiswa perlu mengembangkan pengalaman melalui organisasi, kegiatan akademik, penelitian, dan berbagai aktivitas kemahasiswaan.

Selain itu, mahasiswa perlu membangun jejaring dengan berbagai pihak selama menjalani pendidikan. Jejaring tersebut dapat menjadi modal untuk memperluas wawasan sekaligus mengenal dunia profesional. Dengan demikian, proses pembelajaran di kampus dapat menjadi bekal menghadapi tantangan setelah lulus.

Mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan yang berlangsung cepat. Transformasi teknologi menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi perkembangan profesi di bidang hukum. Selain itu, perubahan regulasi menuntut lulusan untuk terus memperbarui pengetahuan dan pemahamannya.

Dinamika praktik hukum juga membutuhkan sumber daya manusia yang mampu belajar secara berkelanjutan. Oleh sebab itu, mahasiswa perlu membangun budaya belajar yang tidak berhenti setelah menyelesaikan perkuliahan.

Bekal Menuju Dunia Profesional

Melalui kuliah umum tersebut, mahasiswa baru mendapatkan perspektif mengenai masa depan lulusan Fakultas Syariah. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan motivasi dalam menentukan arah pengembangan kompetensi selama masa studi. Selain itu, mahasiswa diharapkan tidak menunggu hingga semester akhir untuk mempersiapkan karier.

Persiapan tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan kompetensi akademik dan pengalaman praktis. Mahasiswa juga perlu aktif mengikuti berbagai kegiatan yang dapat memperluas wawasan dan keterampilan. Dengan demikian, proses pendidikan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik.

Lulusan juga diharapkan memiliki karakter, integritas, kemampuan beradaptasi, dan kompetensi profesional. Pada akhirnya, Fakultas Syariah UIN STS Jambi berharap mahasiswa mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat. Terutama, kontribusi dapat  hadir melalui penerapan ilmu hukum dan syariah secara profesional.

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved.