UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi mendapat tambahan suntikan semangat baru dalam mengejar percepatan dalam revitalisasi dan optimalisasi aset, percepatan pendirian Fakultas Kedokteran serta dalam hal transformasi digital. Rektor UIN STS Jambi beserta rombongan mengadakan pertemuan di UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan juga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Dua kampus yang berada di Surabaya, Jawa Timur, tersebut menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan UIN STS Jambi. Terutama menyangkut dengan pengembangan dan kemajuan kampus di segala bidang.

Rektor ITS Surabaya, Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD IPU AEng, pada saat pertemuan sangat mengapresiasi positif atas pencapaian UIN STS Jambi sejauh ini. Dia juga menyatakan kesiapannya untuk kolaborasi dan membantu. ITS Surabaya memiliki segala kemampuan, agar percepatan target dapat terwujud dalam waktu dekat.
“Kami senang hati bisa bekerjasama dan berkolaborasi dengan UIN STS Jambi dalam pendampingan kampus UIN. Kami siap berlari dan maju bersama-sama UIN STS Jambi. Rektor yang baru saja dilantik pada tanggal 30 April 2024 di Ruang Pertemuan Lantai II Gedung Rektorat ITS Surabaya, Kamis (16/5). Menyatakan dengan senang hati mendampingi UIN STS Jambi dalam menghadapi segala persoalan.
Untuk diketahui, dalam pertemuan tersebut, Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. Asad, M.Pd., menkonretkan kerja sama dengan ITS Surabaya berkaitan dengan revitalisasi dan optimalisasi aset. Rektor UIN STS Jambi berkeinginan agar gedung lama yang mangkrak, yakni gedung auditorium, segera menjadi bernilai guna dan civitas akademica UIN STS Jambi maupun masyarakat banyak dapat memanfaatkannya.
“Sudah banyak anggaran dari negara diinvestasikan kesana. Tapi sekarang kondisinya belum bisa dimanfaatkan karena ada permasalahan hukum sebelumnya. Padahal kita di UIN STS Jambi sangat membutuhkan. Selain itu, di dalam pertemuan ini kami sekaligus juga berharap adanya dukungan dari ITS untuk pengembangan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek). Khususnya berkaitan dengan keberadaan Program Studi (Prodi) Arsitektur yang ada di UIN STS Jambi,” kata Rektor UIN STS Jambi.
Rektor juga berharap setelah Memorandum of Understanding (MoU) dengan ITS Surabaya ditandatangani pihak ITS segera turun. Kemudian melakukan uji konstruksi bangunan dan memberikan ruang kepada Fakultas Saintek untuk berkolaborasi. “Kami siap berkolaborasi, karena saat ini memang adalah masanya kolaborasi. Semoga setelah inilangsung ada perjanjian kerja sama mengenai hal itu. Semoga kerjasama-kerjasama lain dari UIN STS Jambi ke ITS Surabaya dan juga dari ITS Surabaya ke UIN STS Jambi. Karena bagi ITS tentunya banyak juga hal yang bisa kami pelajari dari UIN STS Jambi,” ucap Rektor ITS.
“Setelah kita melakukan uji forensik pada gedung, kita berharap hasilnya dapat menjadi dasar untuk melanjutkan pembangunan gedung tersebut. Semoga langkah yang baik ini mendapat ridha dari Allah SWT,” katanya lagi.

Sementara itu di tempat terpisah, saat di UINSA, Rektor UIN STS Jambi di hadapan Rektor UINSA, Prof. Akhmad Muzakki, M.Ag., Grad. Dip. SEA., M.Phil., Ph.D menyampaikan berbagai program yang sekarang sedang dikerjakan oleh UIN STS Jambi. Skema percepatan transformasi digital sedang terus dilakukan, termasuk persiapan untuk mempercepat pendirian Fakultas Kedokteran. UINSA menjadi tujuan yang tepat untuk membahas hal ini. Sebab UINSA sudah berhasil melakukan transformasi digital dan juga sama-sama dengan UIN STS Jambi yang ingin mendirikan Fakultas Kedokteran.
“Kita berharap sinergitas antara UIN STS Jambi dengan UINSA ini bisa berdampak positif bagi kemajuan kedua belah pihak. “Harapan kami, bisa mendapat bantuan dari UINSA agar apa yang sedang kami kerjakan bisa segera direalisasikan,” kata Rektor UIN Jambi.
Rektor UINSA juga menyambut ajakan kolaborasi tersebut. Dia menyampaikan kesiapannya untuk berkolaborasi bersama-sama dengan UIN STS Jambi untuk mewujudkan Fakultas Kedokteran dan juga memberikan ruang bagi UIN STS Jambi ingin mengadopsi berbagai hal yang sudah dilakukan oleh UINSA dalam proses transformasi digital,” ujarnya.
“Insya Allah kami siap bekerja sama. Setelah ini kita akan saling berkomunikasi agar keinginan kita bersama, termasuk soal Fakultas Kedokteran, dapat terwujud,” katanya lagi. (*)