Universitas Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Sudan Jadi Gateway Kerja Sama Afrika, UIN Jambi Kunjungi Kedutaan Besar di Jakarta

JAKARTA — Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi memperkuat langkah internasionalisasi kampus dengan menjajaki kerja sama pendidikan bersama Sudan. Pada Selasa, 13 Mei 2026, delegasi UIN Jambi yang dipimpin oleh Dion Ginanto, Ph.D, Koordinator Pusat Layanan dan Kerja Sama Internasional, bersama Ali Ubaidah, S.TP, dari bagian kerja sama, melakukan kunjungan resmi ke Kedutaan Besar Sudan di Jakarta.

Pertemuan berlangsung di kantor Kedutaan Besar Sudan, Jl. Patra Kuningan 11 No.4, Jakarta Selatan. Hadir dalam pertemuan tersebut H.E. Dr. Yassir Mohamed Ali Mohamed, Duta Besar Sudan untuk Indonesia, Mohammed Khalil selaku Atase Pendidikan, serta Mr. Fahmi sebagai Education Assistant.

Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi UIN Jambi. Tahun ini kampus akan menerima 10 mahasiswa asal Sudan untuk jenjang S1. Meski sudah memiliki mahasiswa Sudan, UIN Jambi belum menjalin kerja sama aktif dengan kampus-kampus di negara tersebut. Sudan, sebagai salah satu negara terbesar di Afrika, dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi UIN Jambi untuk memperluas pangsa pasar pendidikan di benua Afrika.

Diskusi diawali dengan pemaparan profil UIN Jambi oleh Dion Ginanto. Duta Besar Yassir Mohamed Ali Mohamed kemudian menyampaikan peluang kerja sama yang dapat difasilitasi Kedutaan Sudan. “Kami menyambut gembira kedatangan utusan UIN STS Jambi, apalagi kami mendapat kabar bahwa akan ada 10 mahasiswa asal Sudan yang akan belajar di UIN Jambi,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Sudan dapat menjadi hub bagi UIN Jambi masuk ke pasar pendidikan Afrika. Anda tidak akan bisa memenangkan pasar Asia karena banyak pesaing seperti Jepang, China, dan Singapura. Namun di Afrika, khususnya Sudan yang mayoritas Muslim, kami dapat menjadi pintu pembuka bagi perekrutan mahasiswa internasional.”

Dion Ginanto menyampaikan salam dari pimpinan kampus serta harapan dukungan verifikasi berkas bagi calon mahasiswa Sudan. “Pimpinan UIN STS Jambi akan sangat senang jika nanti saat mahasiswa Sudan sudah berada di Jambi, Yang Mulia dapat pula mengagendakan kunjungan balasan ke kampus kami,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas peluang kolaborasi seperti pertukaran dosen, pengiriman tenaga pengajar ke Sudan, hingga perekrutan dosen asal Sudan untuk mengajar di UIN Jambi. Duta Besar Sudan bahkan berjanji akan menghubungkan UIN Jambi dengan kampus-kampus di Sudan, termasuk International University of Africa, serta membuka jalur kerja sama dengan negara sahabat seperti Ethiopia dan Tanzania.

Dengan kunjungan ini, UIN Jambi menegaskan komitmennya memperluas jejaring akademik internasional, menjadikan Sudan sebagai gerbang strategis menuju pasar pendidikan Afrika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses