UIN STS Jambi dan KPID Provinsi Jambi Perluas Kerja Sama, Dorong Penguatan Penyiaran dan Pengembangan Akademik
JAMBI – Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi terus memperkuat jejaring kemitraan dengan berbagai lembaga strategis. Kali ini, kampus Islam negeri terbesar di Provinsi Jambi tersebut menjalin kerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jambi.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Ruang Rektor UIN STS Jambi, Rabu (17/6/2026). Kegiatan tersebut diawali dengan diskusi antara pimpinan kedua lembaga mengenai penguatan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.
Selain membahas program akademik, pertemuan itu juga menyinggung peluang menghidupkan kembali Radio Sutha sebagai media penyiaran kampus. Radio Sutha pernah menjadi salah satu sarana informasi dan pembelajaran bagi sivitas akademika UIN STS Jambi.
Karena itu, keberadaannya dinilai masih relevan untuk dikembangkan pada era transformasi digital saat ini. Rektor UIN STS Jambi, Prof. Kasful Anwar, menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut.
Menurut dia, kolaborasi dengan KPID Jambi akan memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan kompetensi mahasiswa. Ia menilai dunia penyiaran memiliki peran strategis dalam mendukung proses pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Oleh sebab itu, sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga penyiaran perlu terus diperkuat. “Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperluas ruang belajar mahasiswa. Selain itu, dosen juga dapat terlibat dalam berbagai program pengembangan keilmuan,” ujar Prof. Kasful Anwar.
Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata. Sebaliknya, seluruh program yang telah disepakati dapat segera direalisasikan secara bertahap dan berkelanjutan. Prof. Kasful Anwar juga menilai peluang menghidupkan kembali Radio Sutha perlu dikaji secara serius. Menurut dia, Radio Sutha dapat menjadi laboratorium praktik yang mendukung pembelajaran mahasiswa, khususnya pada bidang komunikasi dan penyiaran. Tidak hanya itu, radio kampus juga berpotensi menjadi media edukasi bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Ketua KPID Provinsi Jambi, Asriyadi, M.Ag, mengatakan hubungan kelembagaan dengan UIN STS Jambi sebenarnya telah terjalin sejak lama. Selama ini, KPID Jambi rutin menerima mahasiswa magang, khususnya dari Fakultas Dakwah.
Namun, menurut dia, potensi kerja sama yang dapat dikembangkan masih sangat besar. Karena itu, KPID Jambi ingin memperluas cakupan kolaborasi pada berbagai bidang akademik. “Kami selama ini sudah bekerja sama dengan Fakultas Dakwah, terutama dalam penerimaan mahasiswa magang di KPID Provinsi Jambi,” kata Asriyadi.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut akan diperluas pada bidang penelitian dan kegiatan akademik lainnya. Selain itu, komisioner dan praktisi penyiaran juga dapat dilibatkan sebagai dosen tamu di lingkungan kampus.
Asriyadi juga menyambut baik pembahasan mengenai peluang Radio Sutha kembali mengudara. Menurut dia, keberadaan radio kampus dapat menjadi wadah pembelajaran yang efektif bagi mahasiswa. KPID Jambi siap memberikan pendampingan terkait regulasi dan tata kelola penyiaran yang baik.
Dengan demikian, Radio Sutha dapat berkembang menjadi media kampus yang profesional dan edukatif. Keberadaan radio tersebut juga dapat memperkuat literasi media di tengah masyarakat.
Pada kesempatan itu, turut hadir Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN STS Jambi, Dr. Ayub Mursalin. Selain itu, hadir pula Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, Dr. Helmi.
Kegiatan ini juga diikuti Ketua Tim Humas, Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (UTIPD), serta laboran Fakultas Dakwah. Sementara dari pihak KPID Provinsi Jambi, hadir Wakil Ketua A. Rahim beserta jajaran KPID Jambi.
Melalui kerja sama ini, UIN STS Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kemitraan yang produktif dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan. Ke depan, sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga penyiaran diharapkan mampu melahirkan generasi yang kreatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan perkembangan media digital.

