UIN STS Jambi Laksanakan Wawancara Jalur Difabel, Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif
Muaro Jambi – UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi kembali menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan yang inklusif dengan melaksanakan proses seleksi wawancara bagi calon mahasiswa baru melalui Jalur Difabel.
Kegiatan ini berlangsung di lantai II Gedung Rektorat Kampus II, Simpang Sungai Duren, Kamis (12/6). Tujuh peserta yang berasal dari berbagai daerah dan berbagai latar belakang kebutuhan khusus,
Seleksi wawancara ini menjadi bagian penting dalam proses penerimaan, bukan hanya sebagai formalitas, melainkan sebagai sarana untuk menggali lebih dalam potensi, minat, serta kesiapan belajar para calon mahasiswa.
Pendekatan ini disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing peserta guna memastikan mereka dapat mengakses pendidikan tinggi dengan optimal.
Kepala Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PGAD) UIN STS Jambi, Nisaul Fadilah, Ph.D, menjelaskan bahwa wawancara ini untuk mengidentifikasi lebih dari sekadar latar belakang pendidikan calon mahasiswa.
“Proses seleksi ini bertujuan untuk menilai kesesuaian program studi yang mereka pilih dengan kemampuan dan kebutuhan mereka. Kami tidak hanya menanyakan aktivitas mereka di sekolah, tetapi juga mencari tahu apakah ada keterampilan lain yang mendukung,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa pemetaan ini akan menjadi dasar bagi kampus dalam memberikan pendampingan dan fasilitas yang tepat. Baik dari segi akademik, psikososial, maupun aksesibilitas fisik.
Komitmen kuat terhadap inklusivitas ini mendapat dukungan penuh dari Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd. Ia turut hadir menyaksikan proses wawancara mahasiswa jalur difabel ini bersama dengan Kepala Biro AAKK Dr. H. Helmi, M.Ag.
Rektor menyampaikan bahwa pihak kampus akan berupaya memfasilitasi keberlangsungan studi mahasiswa difabel secara maksimal. “Kami ingin memastikan bahwa teman-teman difabel merasa diterima dan bisa berkembang bersama di lingkungan kampus. Ini bagian dari ikhtiar kami untuk mewujudkan keadilan akses dalam pendidikan tinggi,” ujar Rektor.
Dengan adanya seleksi jalur difabel ini, UIN STS Jambi tidak hanya membuka pintu bagi lebih banyak calon mahasiswa untuk melanjutkan studi. Namun juga memperkuat posisinya sebagai kampus inklusif yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesetaraan. Juga nilai keberagaman, dan penghormatan terhadap hak setiap individu dalam memperoleh pendidikan. (*)