Universitas Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

UIN STS Jambi Terima Kunjungan SLBN Sri Soedewi, Perkuat Akses Pendidikan Inklusif

JAMBI – UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menyambut hangat kunjungan siswa, wali, dan guru SLBN Sri Soedewi Jambi, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program visit campus dan pengenalan dunia perguruan tinggi bagi siswa berkebutuhan khusus.

Selain itu, kunjungan ini bertujuan membuka wawasan siswa terkait akses pendidikan tinggi yang inklusif dan ramah difabel. Penyambutan berlangsung hangat dan penuh antusias dari seluruh peserta yang hadir di ruang rapat senat lantai enam UIN STS Jambi.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Ayub Mursalin, menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan. Ia menegaskan komitmen kampus dalam membuka akses pendidikan bagi seluruh pemuda bangsa tanpa diskriminasi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa UIN STS Jambi terus berbenah untuk meningkatkan layanan bagi mahasiswa difabel. Sejak tahun 2020, tercatat mahasiswa difabel telah berhasil menyelesaikan studi hingga jenjang magister.

Bahkan, beberapa lulusan tersebut telah bekerja di Badan Usaha Milik Negara sebagai bentuk keberhasilan pembinaan kampus. Namun demikian, kampus mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam fasilitas dan layanan.

Meskipun begitu, semangat untuk terus berkembang dan memenuhi kebutuhan mahasiswa difabel tetap menjadi prioritas utama. “Kita perlu juga merencanakan pembukaan Program Studi Pendidikan Luar Biasa segera. Sekali lagi terimakasih atas apresiasi dan kepercayaan yang diberikan oleh SLBN Sri Soedewi Jambi,” ujar Ayub.

Sementara itu, Koordinator Pusat Gender, Anak, dan Disabilitas, Nisaul Fadillah, M.Si., Ph.D., menegaskan pentingnya pendidikan inklusif. Menurutnya, pendidikan merupakan hak dasar setiap anak tanpa terkecuali. Saat ini, UIN STS Jambi memiliki 29 mahasiswa difabel yang aktif menjalani pendidikan.

Selain itu, beberapa di antaranya telah berhasil menyelesaikan studi magister dan memasuki dunia kerja profesional. Tidak hanya pendidikan formal, mahasiswa difabel juga mendapatkan pendampingan serta pembinaan bakat secara berkelanjutan. Dengan demikian, mereka memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai potensi masing-masing.

Kepala SLBN Sri Soedewi Jambi, Budi Surono, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin. Ia mengungkapkan kebanggaan atas capaian alumni yang berhasil menempuh pendidikan hingga jenjang magister.

“Keberhasilan mereka yang berkuliah di UIN Jambi menjadi kebanggan kami juga. Ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk melanjutkan Pendidikan. Kami semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SLB,” ungkap Budi Surono.

Selanjutnya, kegiatan ini juga dirangkai dengan penandatanganan naskah kerja sama antara SLBN Sri Soedewi dan LPPM UIN STS Jambi. Kerja sama ini dapat memperkuat sinergi dalam pengembangan pendidikan inklusif ke depan.

Sepanjang kegiatan, interaksi antara wali siswa, guru, dan pihak kampus berlangsung aktif dan akrab. Berbagai pertanyaan dan diskusi menunjukkan tingginya minat terhadap akses pendidikan tinggi bagi siswa difabel.

Sebagai penutup pertemuan, para siswa diajak berkeliling kampus untuk mengenal lingkungan akademik secara langsung. Kegiatan ini dapat memberikan pengalaman berharga sekaligus motivasi bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses