Urgensi Budaya K3L di Kampus Biru UIN STS Jambi

Opini 4 menit baca 23 kali dilihat
Urgensi Budaya K3L di Kampus Biru UIN STS Jambi

Oleh: Dr. Pahmi, Sy, S.Ag, M.Si.
*

Sedia Payung sebelum hujan, itulah aktivitas Tata Kelola resiko dan antisipasi akankeselamatan, kesehatan Kerja kampus UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dilakukan bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Muaro Jambi, di hari selasa tanggal 23 juni 2026,

Kegiatan yang diinisiasi Koordinator Pusat Lingkungan Hidup dan SDGs Kampus Biru ini terlaksana melalui kegiatan simulasi di Pelataran Gedung GCR tempat perkuliahan, yang dikuti oleh beberapa pimpinan, pejabat, dosen dan ratusan mahasiswa.

Hal ini sangat urgen mengingat di tahun 2026 tepatnya 26 januari 2026 Hutan produksi dikampus II UIN STS Simpang Sungai Duren Kabupaten Muaro Jambi mengalami kebakaran, dengan sesigapan Damkar Muaro Jambi, Satpam, Pramuka, dan Pusat Lingkungan, bagianumum serta civitas akademika lainnya kebakaran dapat diatasi.

Namun UIN STS mengalami kerugian dengan banyaknya tanaman berharga yang terbakar dan mati. Begitu juga dipertengahan tahun 2025 kampus I UIN STS Telanaipura dilalap sijago mereh sehingga ditaksirmengalami kerugian 6 milyar. dengan kesigapan Damkar Kota Jambi, Satpam. bagian Umum dan civitas akademika api berhasil dipadamkan.

Musibah ini menjadi pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga bagi Perguruan Tinggidan institusi lainnya, khususnya UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, sehingga dipandang perludan sangat penting mengantisipasi kejadian yang serupa dimasa depan.

Sebanyak 17 Gedung lama ditambah dengan beberapa perumahan, serta sejak 2023 UIN memiliki 6 Gedung Baruyang megah semuanya mengemban resiko bagi pemakainya, baik Mahasiswa, Dosen, Tendikdan masyarakat umum, baik itu resiko kebakaran, banjir maupun resiko Gempa Bumi. Universitas dan Perguruan Tinggi lainnya tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya prosespendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga ruang sosial yang harusmenjamin keselamatan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan bagi seluruh sivitas akademika.

Dalam konteks ini, penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L)menjadi kebutuhan mendesak bagi Kampus Biru UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Sebagai perguruan tinggi Islam yang terus berkembang, UIN STS Jambi memiliki berbagai aktivitas akademik dan non-akademik yang melibatkan ribuan mahasiswa, dosen, tenagakependidikan, serta masyarakat yang berinteraksi dengan lingkungan kampus. Aktivitastersebut tentu mengandung berbagai potensi risiko, mulai dari kecelakaan kerja, kebakaran, bencana alam, hingga permasalahan lingkungan seperti sampah dan pencemaran. Oleh karenaitu, budaya K3L harus menjadi bagian integral dari kehidupan kampus.

Banyak institusi dan individu masih memandang K3L sebatas pemenuhan regulasi administratif. Padahal, hakikat K3L adalah membangun kesadaran kolektif agar setiap individu memilikiperilaku yang mengutamakan keselamatan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan dalam setiapaktivitasnya, sehingga bila terjadi kondisi yang membahayakan insan civitas akdemika danpengguna lainnya, mereka sudah memiliki pengetahuan dan cara untuk mengatasi danmengatisipasinya.

Budaya K3L tercermin dalam kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan ruang belajar, membuang sampah pada tempatnya, menggunakan fasilitas kampus secara aman, memahamiprosedur evakuasi darurat, serta menjaga kesehatan fisik dan mental. Ketika nilai-nilai tersebuttelah menjadi kebiasaan bersama, maka kampus akan menjadi ruang yang aman, nyaman, danproduktif. Urgensi K3L di UIN STS Jambi, Pertama, K3L berfungsi melindungi sumber daya manusiakampus. Keselamatan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan merupakan aset utamayang harus dijaga. Kecelakaan sekecil apa pun dapat mengganggu proses pembelajaran danproduktivitas akademik. Kedua, K3L mendukung terciptanya lingkungan kampus yang sehat danberkelanjutan. Pengelolaan sampah, penghijauan, efisiensi energi, serta penguranganpenggunaan plastik menjadi bagian penting dalam mewujudkan kampus hijau yang ramahlingkungan. Ketiga, budaya K3L memperkuat citra dan reputasi institusi. Kampus yang aman, sehat, danbersih akan meningkatkan kepercayaan masyarakat serta menjadi contoh bagi lembagapendidikan lainnya. Keempat, K3L sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menjadi fondasi UIN STSJambi. Islam mengajarkan pentingnya menjaga jiwa (hifz al-nafs) dan menjaga lingkungan (hifzal-bi’ah). Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah(Allah) memperbaikinya.” (QS. Al-A’raf: 56) Ayat ini menegaskan bahwa menjaga lingkungan dan Membangun Kampus Biru yang Aman dan BerkelanjutanKampus yang berpenghuni lebih kurang 20.000 orang didalamnnya membutuhkan perlindungan, keselamatan, kebersihan dan kenyamanan,

Untuk itu, sebagai Kampus Biru yang mengusungnilai keilmuan, keislaman, dan kemanusiaan, UIN STS Jambi perlu menjadikan K3L sebagaigerakan bersama. Sosialisasi berkelanjutan, pelatihan keselamatan, penyediaan saranapendukung, pembentukan satuan tugas K3L, serta integrasi nilai-nilai K3L dalam kegiatanakademik dan kemahasiswaan menjadi langkah strategis yang perlu diperkuat. Budaya K3Ltidak akan tumbuh hanya melalui slogan atau spanduk, tetapi melalui keteladanan danpartisipasi aktif seluruh sivitas akademika. Setiap individu memiliki peran sebagai agenperubahan dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman, sehat, dan lestari. Akhirnya urgensi budaya K3L di Kampus Biru UIN STS Jambi yang seluas 10 lebih dikampus ITelanaipuira dan seluas 63 ha di kampus II Simpang Sungai Duren, tidak hanya berkaitandengan upaya mencegah kecelakaan dan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi jugamerupakan investasi jangka panjang dalam membangun peradaban akademik yang unggul. Kampus yang aman, sehat, dan berkelanjutan akan melahirkan generasi intelektual yang tidakhanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan ekologis yang tinggi. Dengan demikian, K3L harus menjadi budaya bersama yang mengakar dalam setiap aktivitaskehidupan kampus demi mewujudkan UIN STS Jambi yang unggul, hijau, dan berdaya saingglobal. “Kerusakan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi”

Penulis adalah Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan.

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved. UTIPD 2026.