Workshop FEBI Berdampak, UIN Jambi Dorong UMKM Manfaatkan AI dan Pemasaran Digital

Berita 4 menit baca 67 kali dilihat
Workshop FEBI Berdampak, UIN Jambi Dorong UMKM Manfaatkan AI dan Pemasaran Digital

JAMBI – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengikuti perkembangan teknologi digital. Kegiatan ini berlangsung melalui Workshop FEBI Berdampak di Amphitheater GCR Wing C UIN STS Jambi. Dengan tema “Smart UMKM: AI, Digital Marketing dan Transformasi Bisnis Masa Depan”, Selasa (27/10/2026).

Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Dr. Pahmi SY., M.Si., membuka kegiatan itu. Workshop ini membahas penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), pemasaran digital, dan inovasi bisnis. Ketiga hal ini penting untuk membantu UMKM menghadapi perubahan cara konsumen berinteraksi dan persaingan usaha.

Dalam sambutannya, Pahmi menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dan menjalankan aktivitas ekonomi. Ia menyebutkan bahwa sekarang kehidupan masyarakat semakin terhubung lewat ruang digital. Orang tidak selalu harus bergantung pada lokasi fisik.

“Dulu orang-orang sering berpindah tempat, lalu mulai tinggal tetap. Sekarang kita sudah masuk ke zaman masyarakat dunia maya. Kehidupan mereka banyak bergantung pada teknologi,” ujarnya.

Karena itu, perkembangan hari ini perlu direspons dengan memperkuat kemampuan dan memakai teknologi dengan tepat. Kampus juga punya peran penting dalam menghasilkan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Riset Kampus Perlu Memberikan Dampak Nyata

Selain membahas transformasi digital, Pahmi menekankan pentingnya mengukur dampak penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Ia mengatakan manfaat suatu penelitian tidak selalu langsung terlihat setelah kegiatan selesai.

Ia menjelaskan bahwa dampak penelitian perlu diamati, dievaluasi, dan dicatat terus-menerus. Proses ini bahkan bisa berjalan selama bertahun-tahun untuk melihat manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Penelitian kita tidak bisa langsung dilihat dampaknya. Dampak itu tidak cukup dilihat satu kali. Kita perlu mengamatinya berkali-kali. Bahkan, ini bisa membutuhkan waktu bertahun-tahun,” ungkapnya.

Pahmi juga menyoroti hasil penelitian mahasiswa. Penelitian ini terkadang berhenti setelah laporan akademik diselesaikan. Padahal, beberapa penelitian bisa dikembangkan menjadi solusi untuk persoalan masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong sivitas akademika untuk mencatat hasil penelitian dan kegiatan yang bisa memberi manfaat.

Pencatatan ini perlu dilakukan untuk mengetahui dampaknya, menilai keberhasilan, dan menentukan langkah selanjutnya dari program. “Kadang-kadang penelitian mahasiswa kita hanya berhenti pada penelitian itu sendiri, tanpa tindak lanjut. Padahal, sebenarnya banyak penelitian kita yang berdampak, tetapi tidak tercatat,” tegasnya.

Dengan cara ini, kegiatan akademik diharapkan memberi manfaat yang bisa diukur dan dikembangkan. Karena itu, penelitian bukan hanya kewajiban akademik. Penelitian juga menjadi alat untuk membantu pembangunan masyarakat.

Integritas Menjadi Fondasi Transformasi Digital

Pahmi juga menegaskan bahwa penguasaan teknologi harus sejalan dengan integritas sumber daya manusia. Ia menyebut kejujuran dan tanggung jawab adalah dasar untuk membangun kepercayaan pada produk atau layanan. “SDM kita harus punya integritas. Kalau kita tidak punya integritas, bagaimana kita bisa menawarkan produk kita nanti,” katanya.

Pesan itu menekankan bahwa transformasi digital bukan hanya soal bisa memakai teknologi. Pelaku usaha juga harus menjaga etika, transparansi, dan kepercayaan konsumen saat menjalankan bisnis. Karena itu, penggunaan AI dan pemasaran digital harus dibarengi dengan penguatan karakter. Gabungan keduanya diharapkan bisa membantu pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. FEBI Berdampak Fokus pada Tiga Sasaran

Sementara itu, Wakil Dekan II FEBI UIN STS Jambi, Dr. H. M. Nazori, S.Ag., M.Si., menegaskan pentingnya sasaran yang jelas dalam setiap program FEBI Berdampak. Ia mengatakan, keberhasilan kegiatan harus diukur dari manfaat yang dihasilkan.

Pelaksanaan saja tidak cukup. Nazori menyebutkan tiga aspek utama yang perlu mendapat perhatian. Ketiga aspek tersebut meliputi dampak bagi mahasiswa, kontribusi untuk Provinsi Jambi, dan manfaat untuk perumusan kebijakan. Pertama, program FEBI harus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa. Penguatan ini diharapkan bisa membantu mereka menghadapi kebutuhan dunia kerja dan perkembangan dunia usaha.

Kedua, kegiatan FEBI diharapkan bisa membantu pembangunan ekonomi Provinsi Jambi. Salah satu caranya adalah dengan memperkuat kemampuan UMKM supaya mereka bisa berkembang dan mengikuti perubahan pasar. Ketiga, hasil penelitian dan kegiatan akademik harus memberi masukan yang berguna bagi pemangku kepentingan.

Dengan cara ini, pengetahuan dari perguruan tinggi bisa menjadi bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan. Lewat workshop ini, FEBI UIN STS Jambi mencoba mengaitkan pengembangan kemampuan akademik dengan kebutuhan masyarakat. Penggunaan AI, pemasaran digital, dan inovasi bisnis diharapkan membantu UMKM supaya lebih mudah menyesuaikan diri dan bersaing.

Pada akhirnya, semangat FEBI Berdampak diharapkan terlihat lewat tindak lanjut yang jelas dan terus-menerus. Upaya ini juga membantu memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah dan pemberdayaan masyarakat.

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved.