Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menyelenggarakan workshop bertema “Penelitian Perspektif Gender”. Berlangsung di Aula Pascasarjana UIN STS Jambi. Rektor, Prof. Dr. Asad, M.Pd., membuka secara resmi kegiatan ini. Para akademisi dari internal UIN Jambi, bersama sejumlah tamu undangan terlihat menghadiri acara, Sabtu (25/05).
Rektor, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para dosen dan tamu undangan, terutama saat liburan panjang. Ia menekankan pentingnya memahami perspektif gender dalam penelitian, khususnya untuk mengatasi ketimpangan yang salah satunya berakar dari interpretasi ajaran agama yang sempit. “Kampus UIN STS Jambi harus menjadi pusat penelitian berkualitas yang progresif dan memperhatikan aspek keadilan gender,” ujarnya.
Prof. Asad juga menekankan tanggung jawab kampus sebagai pusat pendidikan dan penelitian untuk menghasilkan karya. Tidak hanya relevan secara akademis, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat luas. “Ada sejumlah persoalan sosial pada tingkat lokal, namun kita kadang belum nampak serius untuk mengatasi permasalahan itu.”
Dia berharap bahwa workshop tersebut dapat meningkatkan wawasan dan keterampilan peserta dalam penelitian berperspektif gender. Serta mendorong terciptanya lingkungan akademis yang responsif terhadap isu-isu sosial di tingkat lokal terutama.
Senada dengan rektor, Ketua LPPM, Dr. Fridiyanto, M.PdI juga menyatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen LPPM UIN Jambi terhadap pengembangan penelitian yang berkeadilan gender. Workshop ini, juga merupakan bagian dari upaya UIN Jambi untuk meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat. Serta memperkuat posisi UIN Jambi sebagai institusi pendidikan yang progresif dan responsif terhadap perubahan sosial.
Nisaul Fadillah, M.Si, Ph.D, Koordinator Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PGAD), dalam sambutannya menyoroti pentingnya memahami dan meneliti dinamika gender. Hal ini untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan berkeadilan. “Workshop ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep dasar dan metodologi penelitian berperspektif gender sebagai fondasi untuk menghasilkan penelitian berkualitas,” kata Nisa.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilanjutkan dengan observasi lapangan pasca-workshop. Yang mana peserta diharapkan menggunakan pengetahuan yang diperoleh untuk untuk melakukan proses pengumpulan data dengan cermat.
Workshop ini menghadirkan sejumlah pemateri terkemuka, termasuk Lies Marcoes, MA, dari Rumah KitaB. Kurniawati Hastuti Dewi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ella Prihartini dari University Utara Malaysia, dan Prof. Ella Qibtiyah dari Komnas Perempuan.
Lies Marcoes memulai workshop hari pertama ini dengan menggali harapan peserta workshop dan memberikan gambaran bagaimana ketimpangan itu terjadi dengan praktik analogi. Menurutnya teks keagamaan sering dimanfaatkan untuk memperkuat norma-norma patriarki.
Sementara itu, Ella memberikan paparan ragam metode penelitian perspektif gender. Menurutnya metode ini bisa dipilih dan bisa disesuikan dengan kebutuhan dan kapabilitas dari peneliti. Namun ciri khas dari penelitian feminis adalah memiliki keberpihakan untuk perubahan, sekecil apapun itu.
Dengan peserta terbatas hanya 20 orang dengan lima di antaranya adalah laki-laki, workshop ini terlihat lebih interaktif dan efektif. Salah seorang peserta Muhammad Rafii, S.Hum., M.Ag terlihat sangat antusias mengikuti dari awal hingga acara berakhir di sore hari. Dia berharap bisa mengembangkan penelitian dengan perspektif gender yang lebih mendalam seperti yang disampaikan para pemateri..