Dosen UIN STS Jambi Pertahankan Disertasi tentang Fatwa MUI Jambi dan Dinamika Sosial Masyarakat Melayu
JAKARTA – Dosen Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Edi Kurniawan, melaksanakan ujian terbuka disertasi di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (22/7/2026). Sidang berlangsung di Auditorium Prof. Dr. Suwito, M.A., dan menjadi tahap akhir penyelesaian studi doktoralnya.
Edi merupakan penerima Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) angkatan 2022. Program tersebut mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Indonesia.
Dalam sidang terbuka itu, Edi mempertahankan disertasi berjudul “Fatwa MUI Jambi 2012–2024 dalam Merespons Dinamika Sosial Masyarakat Melayu Jambi”. Penelitian tersebut mengangkat peran strategis Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi dalam menjawab berbagai persoalan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat Melayu Jambi.
Disertasi tersebut mengkaji perjalanan fatwa MUI Jambi sepanjang periode 2012 hingga 2024. Fokus penelitian mencakup proses penetapan fatwa, isu-isu strategis yang menjadi perhatian ulama, serta implementasi fatwa dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, penelitian juga menelaah hubungan antara fatwa dengan perubahan sosial yang berlangsung di daerah. Kajian tersebut memperlihatkan bagaimana keputusan keagamaan tidak lahir dalam ruang yang terpisah dari realitas masyarakat.
Menurut Edi, fatwa memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar produk hukum Islam. Fatwa juga menjadi instrumen sosial yang mampu berinteraksi dengan perkembangan budaya, tradisi, serta kebutuhan masyarakat yang terus berubah. Oleh karena itu, penelitian ini menempatkan fatwa sebagai bagian dari dinamika kehidupan masyarakat Melayu Jambi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan perspektif baru dalam pengembangan kajian hukum Islam kontemporer.
Lebih lanjut, penelitian ini menunjukkan bahwa setiap fatwa memiliki konteks sosial yang melatarbelakanginya. Dengan demikian, proses penetapan fatwa tidak hanya mempertimbangkan aspek normatif, tetapi juga memperhatikan kondisi masyarakat yang berkembang.
Ujian terbuka tersebut dinilai oleh tim penguji yang terdiri atas sejumlah akademisi terkemuka. Mereka adalah Prof. Dr. Zulkifli, M.A., Prof. Dr. Masykuri Abdillah, Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, M.A., Prof. Dr. Rusli, S.Ag., M.Soc.Sc., Prof. Dr. H. Abd. Rahman, M.A., serta Prof. Dr. Ulfah Fajarini, M.Ag.
Kehadiran para penguji mencerminkan pentingnya tema penelitian yang diangkat. Topik tersebut dinilai memiliki relevansi terhadap perkembangan hukum Islam dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia.
Sementara itu, penelitian Edi diharapkan memperkaya khazanah akademik mengenai hubungan antara fatwa, perubahan sosial, dan budaya lokal. Hasil penelitian juga dapat menjadi referensi bagi akademisi, peneliti, maupun lembaga keagamaan dalam memahami dinamika masyarakat Melayu Jambi.
Di sisi lain, disertasi ini membuka ruang pengembangan penelitian lanjutan mengenai respons lembaga keagamaan terhadap berbagai isu kontemporer. Kajian tersebut dinilai penting untuk memperkuat kontribusi hukum Islam dalam menjawab tantangan zaman.
Bagi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, capaian ini menjadi bagian dari komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan budaya akademik. Keberhasilan dosen menempuh pendidikan doktor diharapkan mendorong lahirnya penelitian yang inovatif, kontekstual, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui penelitian tersebut, Edi berharap kajian mengenai fatwa tidak hanya dipahami sebagai dokumen hukum keagamaan. Sebaliknya, fatwa dapat dipandang sebagai instrumen yang adaptif dalam merespons perubahan sosial, sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dan budaya Melayu Jambi dalam kehidupan masyarakat.