Dari IGIC 2026 di Masjid Istiqlal, Rektor UIN STS Jambi: Peran Agama Semakin Penting Merespon Persoalan Kemanusiaan

Berita 5 menit baca 213 kali dilihat
Dari IGIC 2026 di Masjid Istiqlal, Rektor UIN STS Jambi: Peran Agama Semakin Penting Merespon Persoalan Kemanusiaan

JAMBI — Komitmen Indonesia sebagai rumah perdamaian dunia dan pembela utama kemerdekaan Palestina kembali ditegaskan di dalam pertemuan International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 yang dipusatkan di Masjid Istiqlal, Jakarta. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, dengan Mufti Agung Al-Quds sekaligus Imam Masjid Al-Aqsa Palestina, Syekh Muhammad Hussein, serta Penasihat Presiden Otoritas Palestina untuk Urusan Agama yang juga Hakim Syariah Tertinggi, Mahmoud Al-Habbash.

Pertemuan ini sebagai bagian dari rangkaian International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 yang dipusatkan di Masjid Istiqlal, Jakarta. Berbeda dari forum diplomatik pada umumnya, IGIC 2026 dirancang menjadi panggung moral global di mana isu kemanusiaan dan kemerdekaan Palestina mendapatkan ruang khusus dan mendalam dari para pemimpin keagamaan dunia.
Dalam perjumpaan yang penuh solidaritas tersebut, Menag Nasaruddin Umar menyampaikan keteguhan sikap pemerintah dan masyarakat Indonesia yang tidak pernah surut dalam mendukung hak-hak dasar rakyat Palestina.

Bagi Indonesia, pembelaan terhadap Palestina bukan sekadar urusan politik luar negeri, melainkan panggilan kemanusiaan dan amanat konstitusi. “Indonesia akan selalu dan selamanya berdiri bersama Palestina. Kemerdekaan Palestina adalah harga mati, dan kami di Kementerian Agama berkomitmen untuk menerjemahkan dukungan tersebut ke dalam langkah-langkah nyata yang berdampak langsung bagi masa depan generasi muda Palestina,” tegas Menag, Jumat (25/9/2026).

Menanggapi rangkaian kegiatan tersebut, Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., menilai forum yang mempertemukan para imam besar dan pemimpin keagamaan dari berbagai negara itu menunjukkan semakin pentingnya peran agama dalam merespons persoalan kemanusiaan global.

IGIC 2026 mengusung tema “Mosque Harmony, Religious Diplomacy and Global Peace” dan menjadi ruang perjumpaan para pemimpin keagamaan untuk membicarakan harmoni masjid, diplomasi keagamaan, kemanusiaan, serta perdamaian dunia. Forum ini diikuti delegasi dari berbagai negara dan dijadwalkan berlangsung hingga 28 September 2026.

Menurut Rektor, kehadiran para imam besar dunia di Masjid Istiqlal membawa pesan bahwa agama memiliki kontribusi penting dalam membangun kesadaran kemanusiaan dan memperkuat upaya perdamaian. “IGIC 2026 memberikan pesan penting bahwa agama memiliki kekuatan moral yang besar dalam membangun perdamaian. Ketika para pemimpin agama dari berbagai negara duduk bersama, berdialog dan menyampaikan pesan kemanusiaan, sesungguhnya mereka sedang membangun jembatan di tengah berbagai perbedaan dunia,” ujar Rektor.

Ia mengatakan, pendekatan keagamaan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat dialog dan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perdamaian. Hal tersebut sejalan dengan gagasan spiritual diplomacy yang menjadi salah satu perhatian dalam IGIC 2026.

Rektor menilai pesan yang lahir dari IGIC 2026 juga relevan dengan posisi perguruan tinggi Islam. Menurutnya, kampus Islam tidak cukup hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu menerjemahkan nilai-nilai keislaman ke dalam kerja akademik yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan kemanusiaan.

“Perguruan tinggi Islam memiliki tanggung jawab intelektual sekaligus moral. Ilmu pengetahuan yang kita kembangkan harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, termasuk persoalan kemanusiaan, perdamaian, lingkungan dan berbagai tantangan global,” katanya.

Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik yang dapat berkontribusi melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun kerja sama internasional. Karena itu, menurut Rektor, momentum IGIC 2026 perlu dilihat bukan hanya sebagai pertemuan para imam besar dunia, tetapi juga sebagai kesempatan bagi perguruan tinggi Islam untuk memperluas jejaring dan memperkuat kontribusi akademiknya dalam isu-isu global.

Palestina dan Pesan Kemanusiaan

Isu Palestina menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian IGIC 2026. Pada Jumat (25/9/2026), Imam Besar Masjid Al-Aqsa sekaligus Mufti Agung Al-Quds, Syekh Muhammad Hussein, menyampaikan pesan mengenai Palestina dan perdamaian dunia di Masjid Istiqlal. Para imam besar yang hadir juga mengikuti doa bersama untuk persatuan umat dan Masjid Al-Aqsa.

Bagi Rektor, pesan tersebut perlu ditempatkan dalam perspektif kemanusiaan dan penghormatan terhadap martabat manusia.
“Palestina mengingatkan kita bahwa persoalan kemanusiaan membutuhkan perhatian dunia. Solidaritas harus diwujudkan dalam bentuk yang konstruktif, melalui pendidikan, bantuan kemanusiaan, dialog, penelitian, dan berbagai kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pemerintah Indonesia sendiri melalui Menteri Agama Nasaruddin Umar kembali menegaskan dukungan Indonesia terhadap Palestina. Dalam kesempatan bertemu Imam Besar Al-Aqsa di Jakarta, pemerintah juga menyampaikan komitmen terhadap pemberian akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa Palestina melalui beasiswa di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, termasuk PTKIN.

Rektor UIN STS Jambi juga menyoroti gagasan yang dibawa dalam IGIC 2026 mengenai penguatan fungsi masjid. Menurutnya, masjid memiliki sejarah panjang sebagai pusat pembentukan peradaban Islam. Karena itu, masjid dapat memainkan peran yang lebih luas sebagai ruang pendidikan, pembinaan masyarakat, pemberdayaan, dialog dan penguatan solidaritas sosial.

Gagasan tersebut juga menjadi salah satu fokus IGIC 2026. Forum ini mendorong pemaknaan masjid sebagai pusat harmoni masyarakat, ruang kemanusiaan dan bagian dari ekosistem perdamaian global. “Masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga dapat menjadi pusat peradaban. Dari masjid dapat lahir pendidikan, pemberdayaan umat, kepedulian sosial, dialog dan pesan perdamaian,” kata Prof. Kasful Anwar.

Menurutnya, gagasan tersebut juga memiliki relevansi kuat dengan kehidupan masyarakat Indonesia yang plural dan memiliki keragaman agama, budaya serta tradisi. Lebih jauh, Rektor UIN STS Jambi menilai diplomasi keagamaan perlu berjalan beriringan dengan diplomasi akademik.

Perguruan tinggi Islam, katanya, memiliki kesempatan untuk membangun jejaring internasional melalui pertukaran akademik, penelitian kolaboratif, konferensi internasional, pengembangan kapasitas mahasiswa dan dosen, serta berbagai program pengabdian masyarakat lintas negara. “Kita ingin perguruan tinggi Islam Indonesia tidak hanya menjadi penerima gagasan dari dunia global, tetapi juga ikut menawarkan gagasan dan solusi. Karena itu, jejaring akademik internasional harus terus diperkuat,” tegasnya.

Ia mengatakan, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi akan terus mendorong penguatan kerja sama akademik dan internasionalisasi perguruan tinggi dengan tetap berpijak pada nilai keislaman dan kearifan lokal. Bagi UIN STS Jambi, keterlibatan perguruan tinggi dalam isu global merupakan bagian dari upaya membangun generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan.

“Kita ingin melahirkan generasi yang unggul secara intelektual, kuat secara moral, memiliki kepedulian sosial dan mampu berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. Semangat perdamaian yang digaungkan dari Istiqlal harus menjadi energi bersama untuk membangun dunia yang lebih manusiawi,” pungkas Prof. Kasful Anwar.

Rangkaian IGIC 2026 sendiri diharapkan menghasilkan kesepahaman bersama yang antara lain diarahkan pada penguatan fungsi masjid, diplomasi keagamaan, perdamaian dan kemanusiaan. Salah satu keluaran yang dirancang adalah Jakarta Understanding, sebagai gagasan untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat harmoni, peradaban dan pemberdayaan masyarakat. (*)

Bagikan:

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved.