Skip to content
Menu Navigasi

Menag RI Dorong PTKIN Integrasikan Keislaman, Sains, dan Teknologi, Rektor UIN Jambi Tegaskan Dukungan Pengembangan Inovasi Mahasiswa

• 4 menit baca
Menag RI Dorong PTKIN Integrasikan Keislaman, Sains, dan Teknologi, Rektor UIN Jambi Tegaskan Dukungan Pengembangan Inovasi Mahasiswa

YOGYAKARTA — Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., mengajak perguruan tinggi keagamaan Islam untuk terus mengembangkan tradisi keilmuan, riset, sains, teknologi, dan inovasi kreatif dengan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan. Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian pembukaan Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Tahun 2026 di Gedung Multipurpose UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (4/11/2026).

Dalam arahannya, Menag menegaskan bahwa Islam sejak awal memiliki hubungan erat dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan inovasi. Sejarah kehidupan Rasulullah SAW memperlihatkan bagaimana nilai-nilai keislaman berjalan beriringan dengan kreativitas, kecerdasan, dan keterbukaan terhadap perkembangan pengetahuan.

Menag mencontohkan sejumlah peristiwa dalam sejarah Islam yang memperlihatkan semangat inovasi tersebut. Di antaranya, apresiasi Rasulullah SAW terhadap kreativitas seorang pemuda Madinah yang menciptakan lampu penerangan masjid, penggunaan mimbar sebagai inovasi sarana dakwah, serta strategi pertahanan yang digagas Salman Al-Farisi melalui pembangunan parit dalam Perang Khandaq.

Menurut Menag, berbagai peristiwa tersebut menunjukkan bahwa Islam bukan agama yang membatasi kreativitas dan perkembangan ilmu pengetahuan. Sebaliknya, Islam memberikan ruang bagi umatnya untuk terus berpikir, melakukan eksplorasi, menemukan hal-hal baru, dan menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.

Lebih jauh, Menag mengingatkan bahwa tantangan perkembangan teknologi saat ini, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) hingga teknologi superintelligence, harus direspons secara bijaksana oleh generasi muda Islam. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kebutuhan penting agar umat Islam mampu mengambil peran dalam perkembangan peradaban global.

Menag berharap perguruan tinggi Islam dapat menjadi pusat lahirnya ilmuwan, peneliti, dan inovator yang memiliki kedalaman spiritual sekaligus kemampuan intelektual dan profesional.

Semangat tersebut sejalan dengan penyelenggaraan OASE III PTKIN 2026 yang menjadi ruang aktualisasi kemampuan mahasiswa dalam bidang keagamaan, sains, riset, kreativitas, dan inovasi. Ajang nasional ini tidak hanya menjadi kompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi sarana membangun tradisi akademik dan memperkuat daya saing generasi muda perguruan tinggi Islam.

Sejalan dengan pesan Menteri Agama tersebut, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., menyampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan OASE III PTKIN 2026. Menurutnya, kegiatan ini memiliki arti strategis dalam mendorong perguruan tinggi keagamaan Islam melahirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu agama, tetapi juga memiliki kompetensi di bidang sains, teknologi, riset, dan inovasi.

Rektor menempatkan OASE sebagai salah satu momentum penting untuk memperkuat budaya akademik, mengembangkan potensi mahasiswa, serta membangun kepercayaan diri generasi muda Islam agar mampu berkompetisi di tingkat nasional maupun global.
Dukungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen UIN STS Jambi dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang memberikan ruang bagi pengembangan bakat, kreativitas, penelitian, dan inovasi mahasiswa. Perguruan tinggi, menurut arah kebijakan tersebut, tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu menyiapkan generasi yang kreatif, adaptif, berintegritas, dan mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Komitmen itu tercermin secara konkret melalui keikutsertaan UIN STS Jambi dalam OASE III PTKIN 2026. Pada kompetisi tahun ini, mahasiswa UIN STS Jambi berhasil meloloskan tujuh cabang perlombaan ke babak final setelah melewati tahapan seleksi awal.

Ketujuh cabang tersebut meliputi Olimpiade Biologi, Sosial Kemasyarakatan, Karya Tulis Al-Qur’an, Dai Putra, Robotik, Desain Arsitektur Islam, dan Ekoteologi.

Keberhasilan menembus babak final pada tujuh cabang perlombaan menjadi capaian membanggakan sekaligus menunjukkan keberagaman kompetensi mahasiswa UIN STS Jambi. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan potensi mahasiswa tidak hanya diarahkan pada bidang keagamaan, tetapi juga mencakup ilmu pengetahuan, teknologi, kreativitas, serta kepedulian terhadap persoalan lingkungan dan sosial kemasyarakatan.

Sebelumnya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN STS Jambi, Dr. Jamaluddin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses seleksi yang telah dilalui para mahasiswa. Ia juga menyebutkan bahwa tujuh cabang yang berhasil menembus babak final menempatkan UIN STS Jambi sebagai salah satu PTKIN dengan jumlah cabang lomba terbanyak yang lolos ke babak final dari wilayah Sumatera.

Membangun Tradisi Keilmuan dan Inovasi di Perguruan Tinggi Islam

Partisipasi dan capaian mahasiswa UIN STS Jambi dalam OASE III PTKIN 2026 menjadi salah satu bentuk implementasi komitmen universitas dalam mengembangkan pendidikan tinggi Islam yang responsif terhadap perkembangan zaman. Integrasi antara nilai-nilai keislaman, sains, teknologi, dan inovasi merupakan kebutuhan penting di tengah perubahan global yang berlangsung semakin cepat. Mahasiswa perguruan tinggi Islam diharapkan tidak hanya menjadi pengguna perkembangan teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta gagasan, pengembang inovasi, dan bagian dari solusi terhadap berbagai tantangan kemanusiaan.

Melalui OASE III PTKIN, UIN STS Jambi berharap mahasiswa dapat menunjukkan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, memperluas jejaring akademik, serta membawa nama baik universitas dan Provinsi Jambi di tingkat nasional.
Bagi UIN STS Jambi, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai spiritualitas dan keislaman. Keduanya harus berjalan beriringan untuk melahirkan generasi yang memiliki kecerdasan intelektual, kematangan karakter, dan kepedulian terhadap kemaslahatan masyarakat.

Semangat tersebut sekaligus menegaskan bahwa perguruan tinggi Islam harus mengambil peran lebih besar dalam membangun peradaban, sebagaimana pesan Menteri Agama, bahwa tradisi keilmuan dan inovasi merupakan bagian penting dari perjalanan panjang peradaban Islam. (*)

oase III

Bagikan:

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved.