Dua Mahasiswa internasional UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi asal Malaysia, Usman bin Mohammad Noor dan Nazran bin Juran mengikuti Festival Grafitaci. Didampingi Koordinator Pusat Layanan Kerjasama Internasional (Korpus PLKI), mereka hadir di Global dan Local Raden Fatah University Festival on Academic and Culture Internationalization, Jum’at (2/7).
Kegiatan ini dihelat oleh Pusat Layanan Internasional (PLI) UIN Raden Fatah Palembang. Bertujuan untuk mengembangkan Warisan Budaya Lokal dan Internasional. Kegiatan ini juga merupakan langkah untuk memperluas pemahaman terhadap keanekaragaman budaya dunia. Dengan melibatkan mahasiswa internasional dari berbagai negara, diantaranya Mesir, Malaysia, Sudan, Pakistan, Brunai, Genea, Thailand. Dan berbagai perguruan tinggi yang tersebar baik yang negeri maupun Swasta di seluruh Indonesia.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. Hj. Hamida, M.Ag. mengucapkan terima kasih kepada berbagai perguruan tinggi yang telah hadir pada kegiatan ini dan semoga kegiatan ini bisa memperluas dan memperkuat hubungan internasional universitas melalui kolaborasi akademik.
Hamida, lebih lanjut, berharap dengan kegiatan ini mahasiswa yang mengikuti kegiatan dapat mengembangkan keterampilannya dalam komunikasi lintas budaya dan dapat memahami terkait budaya dan tradisi seluruh dunia.
Kegiatan ini menghadirkan 2 narasumber yaitu, Director of ITS Global Partnership, Prof. Dr. Maria Anityasari ST. MEng.Sc. Kepala Kantor Urusan Internasional UNPAD dan Dr. Kasno Pamungkas, S, S., M.Hum. Kegiatan ini juga dihadiri
Kegiatan yang dikomandoi langsung oleh ketua Pusat Layanan Internasional (PLI) UIN Raden Fatah, Susi Herti Afriani, Ph.D. Hal ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenali beberapa tempat yang menjadi ikon Kota Palembang. Antara lain, Jakabaring Sport Centre, Rumah Ibadah 5 Agama, Jembatan Ampera, dan Baik al-Qur’an al-Akbar.
Di samping memberikan kesempatan kunjungan tersebut peserta juga melihat secara langsung tradisi lokal membuat jumputan dan menenun songket. Pada kegiatan ini peserta menyaksikan secara langsung bagaimana songket diproduksi. Sebuah proses yang membutuhkan keterampilan, waktu, dan tenaga yang luar biasa. Rata-rata memakan waktu 3 bulan, dengan duduk sekitar 7 jam per hari, songket bisa dihasilkan.

Di luar kegiatan tersebut, Korpus PLKI juga memanfaatkan kesempatan berharga ini untuk untuk memberikan wawasan tentang Indonesia. Dr. Masiyan memberi pemahaman lebih luas lagi kepada 2 mahasiswa dengan menyempatkan diri berkunjung ke Museum Mahmud Museum Sultan Mahmud Badaruddin II yang terletak tidak jauh dari penginapan peserta. Di museum yang didirikan di bekas bangunan rumah residen kolonial Sumatera Selatan abad ke-19 ini banyak ditampilkan koleksi tekstil, senjata, pakaian tradisional, kerajinan, dan koin Sumatera Selatan. Kebun-kebun museum dipenuhi dengan artefak dari zaman Sriwijaya, misalnya patung Ganesha dan Buddha.
Kegiatan ini dipungkas dengan penampilan berbagai bentuk kesenian dari berbagai daerah masing-masing peserta, baik lokal maupun mancanegara. Dengan kegiatan pamungkas ini peserta diberikan pemahaman tengan eksistensi keragaman sebagai kemutlakan yang ada di dunia.
Di ujung acara diberikan berbagai penghargaan. Pada kesempatan ini utusan UIN STS Jambi atas Nama ‘Usman bin Muhammad Noor mendapat penghargaan sebagai The Best Tradition Custom.
