Dirjen Pendis Kemenag Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di UIN STS Jambi

Berita 3 menit baca 7 kali dilihat
Dirjen Pendis Kemenag Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di UIN STS Jambi

JAMBI – Sivitas akademika UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi memperingati Hari Lahir Pancasila dengan penuh khidmat, Senin (1/6/2026). Upacara yang digelar di kampus II UIN STS Jambi berlangsung istimewa. Sebab, dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Suyitno, sebagai inspektur upacara.

Kehadiran Prof. Suyitno menjadi perhatian tersendiri bagi peserta upacara. Selain itu, upacara juga dihadiri Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kebijakan Publik, Media, dan Humas, Dr. Ismail Cawidu.

Sejak pagi, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa memenuhi lokasi upacara. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh semangat kebangsaan. Pada kesempatan tersebut, Prof. Suyitno membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.

Prof. Suyitno menegaskan, bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum tersebut menjadi ruang refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila,” demikian kutipan pidato yang dibacakan Prof. Suyitno.

Lebih lanjut, dengan tema peringatan tahun ini adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan bahwa nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan bagi Indonesia. Sebaliknya, Pancasila juga dinilai mampu menjadi jawaban bagi upaya mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.

Indonesia terus menunjukkan kepemimpinan nyata di tingkat global. Hal tersebut tercermin melalui kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. Selain itu, Indonesia juga aktif dalam berbagai upaya mediasi konflik regional. Konsistensi Indonesia dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah turut menjadi bukti nyata implementasi nilai kemanusiaan.

Dirjen pendis menambahkan, perdamaian bukan hanya berarti tidak adanya perang. Perdamaian sejati harus menghadirkan keadilan bagi seluruh umat manusia. Di sisi lain, kemajuan ekonomi dan teknologi yang terus berkembang harus tetap memiliki arah moral. Karena itu, generasi muda diajak menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam keseharian.

Nilai-nilai Pancasila, menurut pidato tersebut, tidak boleh berhenti sebagai simbol atau tulisan dalam buku sejarah. Sebaliknya, nilai itu harus diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, seluruh elemen bangsa diajak memperkuat komitmen kebangsaan. Semangat persatuan, religiusitas, dan kemanusiaan harus terus menjadi fondasi pembangunan Indonesia.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ini, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi kembali menegaskan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada seluruh sivitas akademika. Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berkarakter, moderat, dan cinta tanah air. “Selamat Hari Lahir Pancasila. Jayalah Indonesiaku. Merdeka,” demikian pesan penutup dalam pidato Kepala BPIP yang dibacakan oleh Prof. Suyitno.

Upacara dilanjutkan dengan kegiatan pemotongan pita pelaksanaan pekan lingkungan tahun 2026 di UIN STS Jambi

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri. All Rights Reserved. UTIPD 2026.