M. Syahid Gibran, Mahasiswa UIN Jambi, Raih Juara 1 MTQ Mahasiswa Nasional 2026

Berita 5 menit baca 96 kali dilihat
M. Syahid Gibran, Mahasiswa UIN Jambi, Raih Juara 1 MTQ Mahasiswa Nasional 2026

Di balik sebuah prestasi besar, selalu ada perjalanan panjang yang dipenuhi perjuangan, doa, dan keteguhan hati. Kisah itu tercermin dalam perjalanan M. Syahid Gibran, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Ia berhasil meraih Juara 1 Cabang Qira’at Mujawwad Putra pada Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) 2026 di Universitas Negeri Padang (UNP).

Prestasi tersebut bukan sekadar pencapaian di atas panggung perlombaan, melainkan buah dari proses panjang yang mengajarkan arti kesabaran, keikhlasan, dan keberanian untuk menemukan jalan baru dalam meraih impian.

Perjalanan Panjang yang Tidak Selalu Mudah

Perjalanan Gibran dalam dunia Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) telah dimulai sejak 2016. Selama bertahun-tahun, ia mengikuti berbagai ajang MTQ di tingkat Provinsi Jambi, khususnya pada cabang tilawah. Ia terus belajar, berlatih, dan berusaha memberikan penampilan terbaik dalam setiap kesempatan.

Namun, perjalanan tersebut tidak selalu berjalan sesuai harapan. Berulang kali mengikuti perlombaan tanpa memperoleh hasil yang diimpikan sempat membuatnya merasa putus asa. Ada masa ketika perjuangan panjang terasa belum membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan.

Meski demikian, pengalaman tersebut tidak sepenuhnya memadamkan semangatnya untuk terus berinteraksi dengan Al-Qur’an. Justru dari titik itulah Gibran mulai memahami bahwa kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan kesempatan untuk mengevaluasi diri dan mencari kemungkinan baru.

Berani Berubah, Menemukan Jalan Baru

Di tengah proses pencarian tersebut, Gibran mengambil keputusan penting untuk mendalami cabang Qira’at Mujawwad. Ia mulai belajar dan memperdalam kemampuannya bersama gurunya, Ustaz Taufiqurrahman, sosok yang menjadi tempatnya menimba ilmu dalam perjalanan tilawah Al-Qur’an di Jambi.

Ia juga memperoleh arahan dan bimbingan dari Muhammad Thoriq, qari asal Jambi yang berprestasi di tingkat nasional pada cabang Qira’at Murattal Dewasa. Melalui proses belajar, latihan, serta masukan dari para pembimbingnya, Gibran mulai diarahkan untuk menekuni cabang Qira’at Mujawwad.

Keputusan untuk berpindah cabang bukanlah perkara sederhana. Ia harus kembali mempelajari teknik, membangun kemampuan, dan menyesuaikan diri dengan karakteristik bacaan yang berbeda. Akan tetapi, Gibran memilih untuk menjalani proses tersebut dengan kesungguhan dan keyakinan.

Baginya, perubahan bukan berarti meninggalkan perjuangan sebelumnya. Perubahan adalah keberanian untuk terus bertumbuh, memperbaiki diri, dan membuka peluang yang mungkin belum pernah terbayangkan.

Kesempatan Pertama yang Berbuah Prestasi Nasional

Kesungguhan Gibran mulai menemukan titik terang ketika ia memperoleh kesempatan mengikuti seleksi MTQ Mahasiswa Nasional untuk pertama kalinya. Ajang tersebut diselenggarakan di Universitas Negeri Padang pada 2026.

Kesempatan itu menjadi pengalaman baru sekaligus ujian atas proses belajar yang telah dijalaninya. Dengan persiapan dan dukungan dari para pembimbing, Gibran mengikuti seleksi demi seleksi hingga berhasil melaju ke babak final.

Lolos ke babak final merupakan pencapaian tersendiri, tetapi perjuangannya belum selesai. Ia harus mempersiapkan keberangkatan ke Padang untuk mengikuti babak final secara langsung. Dengan tekad dan semangat yang kuat, ia berupaya agar dapat hadir dan memberikan penampilan terbaiknya.

Di tengah perjalanan yang penuh tantangan tersebut, Gibran terus berusaha, berdoa, dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT. Hingga akhirnya, kabar membahagiakan itu datang. Pada pengalaman pertamanya menekuni cabang Qira’at Mujawwad, Gibran berhasil meraih Juara 1 MTQ Mahasiswa Nasional 2026 di Universitas Negeri Padang.

Sebuah pencapaian yang tidak hanya membanggakan dirinya, tetapi juga menjadi kebahagiaan bagi keluarga, para guru, almamater, serta masyarakat Jambi.

Ketika Kesabaran Menemukan Jawabannya

Bagi Gibran, kemenangan ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sebuah gelar juara. Setelah bertahun-tahun berjuang di cabang tilawah tanpa memperoleh hasil yang diharapkan, ia justru menemukan kesempatan berharga ketika berani mencoba jalur yang berbeda.

Pengalaman tersebut mengajarkan bahwa setiap orang memiliki perjalanan dan waktu keberhasilannya masing-masing. Apa yang belum berhasil diraih hari ini bukan berarti tidak akan pernah menjadi kenyataan. Terkadang, seseorang hanya perlu terus belajar, memperbaiki diri, menerima arahan, dan berani melangkah ke arah yang baru.

Keberhasilan Gibran juga menjadi pengingat bahwa prestasi tidak selalu lahir dari perjalanan yang lurus. Ada kalanya seseorang harus melewati kegagalan, merasakan keraguan, dan mengubah strategi sebelum akhirnya menemukan hasil terbaik dari usahanya.

Dengan penuh rasa syukur, ia memaknai kemenangan tersebut sebagai karunia Allah SWT sekaligus hasil dari ikhtiar, doa, latihan, dan dukungan orang-orang yang membimbingnya.

Menginspirasi Generasi Muda untuk Terus Bertumbuh

Sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Syariah, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, prestasi Gibran menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat mengembangkan potensi di luar bidang akademik sekaligus berkontribusi dalam mengharumkan nama perguruan tinggi dan daerah.

Kisahnya membawa pesan penting bagi generasi muda: jangan terburu-buru menyerah hanya karena satu jalan belum memberikan hasil. Teruslah belajar, evaluasi kekurangan, dengarkan nasihat orang-orang yang berpengalaman, dan beranilah mencoba peluang baru.

Sebab, keberhasilan tidak selalu datang kepada mereka yang tidak pernah gagal, tetapi dapat tumbuh dari mereka yang bersedia bangkit, memperbaiki diri, dan melanjutkan perjuangan dengan lebih matang.

Dari perjalanan panjang di MTQ Provinsi Jambi sejak 2016 hingga berdiri sebagai Juara 1 MTQ Mahasiswa Nasional 2026, M. Syahid Gibran menghadirkan sebuah pelajaran berharga: jangan biarkan kegagalan hari ini merampas keberanian untuk mencoba kembali esok hari.

Teruslah melangkah dengan ikhtiar, iringi perjuangan dengan doa, dan percayalah bahwa setiap proses memiliki pelajaran serta peluangnya sendiri.

“Tidak semua perjuangan membuahkan hasil pada jalan yang pertama. Namun, selama kita tidak berhenti belajar, memperbaiki diri, dan mendekatkan hati kepada Allah SWT, selalu ada kesempatan untuk menemukan jalan menuju keberhasilan.”

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved.