Perang Pantun Mewarnai Pembukaan Piala Dubes Malaysia 2025 di Jambi

Berita 3 menit baca 115 kali dilihat
Perang Pantun Mewarnai Pembukaan Piala Dubes Malaysia 2025 di Jambi

Malam di Abadi Convention Center, Jumat, 14 November 2025, menjadi panggung diplomasi yang tak biasa. Bukan lewat pidato kaku atau protokol formal, melainkan lewat bait-bait pantun yang bersahutan dari para pejabat dan tokoh pendidikan. Piala Duta Besar Malaysia 2025 resmi dibuka dengan semarak, diiringi parade kontingen mahasiswa dan semangat silaturahmi lintas negara.

Ketua Perhimpunan Kebangsaan Pelajar Malaysia di Indonesia (PKPMI) Pusat, Hans J. Peter, membuka sambutan dengan dua pantun jenaka, lalu menutup sambutannya dengan pantun reflektif. Ia menegaskan bahwa Piala Dubes bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang temu antar pelajar Malaysia yang menempuh studi di Indonesia. “Menang kalah itu biasa. Yang utama adalah semangat kebersamaan,” ujarnya, sembari mengapresiasi dukungan dari Pemda Jambi, panitia lokal, dan UIN STS Jambi sebagai tuan rumah.

Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., menyambut hangat para tamu dengan pantun pembuka yang mengundang tepuk tangan gemuruh. Dalam sambutannya, ia melaporkan jumlah mahasiswa Malaysia yang aktif di kampusnya, lengkap dengan sebaran asal negara bagian. “Mahasiswa Malaysia bukan hanya banyak, tapi juga aktif mengukir prestasi. Mereka adalah bagian penting dari reputasi internasional UIN Jambi,” katanya. Ia juga menyinggung komitmen kampus dalam menyediakan beasiswa dan berharap agar kerja sama dengan kampus-kampus di Malaysia dapat diperluas.

Gubernur Jambi, Dr. Alharis, yang diwakili oleh Asisten II Bidang Ekonomi, H. Syamsu Rizal, S.E., M.Si., menyampaikan pidato resmi yang ditutup dengan pantun. Ia menyebut Malaysia sebagai mitra strategis, terutama karena kedekatan geografis dan potensi ekonomi yang saling melengkapi. “Kelapa adalah komoditas unggulan Jambi yang sudah lama masuk pasar Malaysia. Masih banyak potensi lain yang bisa dikembangkan,” ujarnya.

Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato’ Syed Mohamad Hasrin, tampil dengan gaya khas Melayu: membuka dan menutup sambutan dengan pantun. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari UIN STS Jambi dan Pemerintah Provinsi Jambi. “Sudah lama saya ingin ke Jambi. Alhamdulillah, melalui Piala Dubes, mimpi itu menjadi kenyataan,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya sektor pendidikan sebagai poros kerja sama bilateral dan menyampaikan apresiasi atas dukungan UIN STS Jambi terhadap mahasiswa Malaysia, termasuk pemberian beasiswa.

Acara pembukaan ditandai dengan penampilan lagu solo dari Rizam, mahasiswa UIN STS Jambi, yang menyentuh hati para hadirin. Setelah itu, parade kontingen dari tujuh wilayah: Aceh, Pekanbaru, Jambi, Padang, Yogyakarta, Palembang, dan Medan (masih dalam perjalanan) mengisi ruangan dengan semangat kompetisi. Total peserta mencapai 131 orang.

Tampak hadir dalam acara tersebut jajaran pimpinan UIN STS Jambi: Dekan FUSA Dr. Zikwan, WD III Fakultas Syariah Dr. Abdul Malik, dan Koordinator PLKI Dion Ginanto. Dari pihak Pemda, selain Asisten II, hadir pula tim protokol. Delegasi Malaysia terdiri dari Dr. Hasnul Faizal Hushin Amri (Menteri Kedutaan bidang Pendidikan), Mr. Zulfadhli Hamzah (Atase Pendidikan), Mr. Fakhrul Arifin Mohammad Zulkifly, dan Ms. Ririn Suhirta (First Secretary bidang Ekonomi).

Piala Dubes 2025 bukan sekadar kompetisi olahraga. Ia adalah simbol diplomasi akar rumput, tempat mahasiswa menjadi duta budaya, dan pantun menjadi jembatan antar bangsa.

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri. All Rights Reserved. UTIPD 2026.