Diplomasi Meja Makan: Gubernur Jambi, Rektor UIN STS, dan Dubes Malaysia Bertukar Gagasan di Rumah Dinas

Berita 2 menit baca 383 kali dilihat
Diplomasi Meja Makan: Gubernur Jambi, Rektor UIN STS, dan Dubes Malaysia Bertukar Gagasan di Rumah Dinas

Malam itu (14/11), di rumah dinas Gubernur Jambi, aroma masakan lokal berpadu dengan hangatnya diplomasi lintas negara. Dalam rangkaian Piala Duta Besar Malaysia 2025, jamuan makan malam menjadi panggung informal bagi pertukaran gagasan antara Pemerintah Provinsi Jambi, UIN STS Jambi, dan delegasi Kedutaan Besar Malaysia.

Jamuan berlangsung santai, namun percakapan yang mengalir di antara suapan menyimpan pesan strategis. Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., memanfaatkan momen untuk menegaskan komitmen kampusnya dalam mendukung mahasiswa Malaysia yang menempuh studi di Jambi. “Budaya yang serumpun, beasiswa yang tersedia, dan sistem transfer kredit yang diakui penuh menjadi keunggulan kami,” ujar Kasful, sembari menyambut antusiasme para tamu.

Gubernur Jambi, Dr. Alharis, tak ketinggalan menyoroti potensi perdagangan. Ia menyebut Jambi sebagai salah satu eksportir kelapa terbesar ke Malaysia. “Jika ini kita seriuskan, bukan tidak mungkin akan lahir kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan,” kata Alharis, yang malam itu didampingi Asisten II Bidang Ekonomi, H. Syamsu Rizal, S.E., M.Si.

Di sela obrolan, topik Candi Muaro Jambi beberapa kali mencuat. Baik Gubernur maupun Rektor menyebut situs purbakala itu bukan sekadar destinasi wisata, melainkan tapak sejarah pendidikan tertua di Asia Tenggara. “Candi ini bukan hanya warisan, tapi juga simbol peradaban intelektual Melayu masa silam,” ujar Kasful.

Delegasi Malaysia yang dipimpin oleh Dato’ Syed Mohamad Hasrin, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, tampak menikmati suasana. Turut hadir dalam rombongan: Dr. Hasnul Faizal Hushin Amri (Menteri Kedutaan bidang Pendidikan), Mr. Zulfadhli Hamzah (Atase Pendidikan), Mr. Fakhrul Arifin Mohammad Zulkifly, dan Ms. Ririn Suhirta (First Secretary bidang Ekonomi). Mereka berbincang akrab dengan pimpinan daerah dan kampus, termasuk Dekan FUSA Dr. Zikwan, WD III Fakultas Syariah Dr. Abdul Malik, dan Koordinator PLKI Dion Ginanto.

Pertemuan ini, menurut Gubernur, bukan sekadar seremoni. Ia menyebut Malaysia sebagai mitra strategis yang perlu dirawat dengan pendekatan yang lebih erat dan berkelanjutan. “Kita tidak hanya berbagi meja makan, tapi juga visi masa depan,” tutupnya.

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri. All Rights Reserved. UTIPD 2026.